Senin, 16 Jul 2018

Ketika Tim SAR Tinggalkan Danau Toba

Oleh: alex
Selasa, 03 Jul 2018 15:42
BAGIKAN:
istimewa.
Basarnas.
PARAPAT (EKSPOSnews): Tim SAR memulai berkemas-kemas untuk meninggalkan kawasan Tigaras, Kabupaten Simalungun, pascapenetapan berakhirnya pencarian KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba.

Di Simalungun, terlihat personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mulai mengangkut perahu karetnya dari perairan Danau Toba dan dinaikkan ke truk.

Namun di Pelabuhan Tigasras yang menjadi posko utama pencarian belum terlalu menonjol aksi berkemasnya karena masih menggelar doa bersama, tabur bunga, dan peletakan batu pertama pembangunan monumen KM Sinar Bangun.

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan menyebutkan dari pertemuan yang difasilitasi Pemkab Simalungun pada Minggu (1/7), keluarga korban sudah mengikhlaskan pemberhentian proses pencarian tersebut.

Namun, tambahnya penutupan proses pencarian KM Sinar Bangun tersebut hanya untuk operasi di tingkat nasional.

Sedangkan untuk tingkat lokal, proses pencarian masih tetap dilakukan dengan pemantauan secara berkesinambung terhadap perairan Danau Toba.

SAR Posko Parapat akan terus memantau permukaan Danau Toba guna mengetahui kemungkinan adanya jasad penumpang KM Sinar Bangun yang muncul ke permukaan.

"Ada kapal 412 dan LCR yang terus melakukan patroli," katanya, Selasa 3 Juli 2018.

Jika menemukan adanya jasad yang muncul ke permukaan atau informasi dari masyarakat, personel SAR akan turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Pada masa penutupan proses pencarian itu, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan monumen KM Sinar Bangun yang difasilitasi Pemkab Simalungun.

Di momumen tersebut, akan dicantunkan nama 164 penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam dan belum berhasil ditemukan.

"Semacam monumen tsunami Aceh, itu akan dilakukan pemda," ujar Budiawan.

Sebelumnya, kapal kayu KM Sinar Bangun yang mengangkut seratusan penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6), sekitar pukul 17.30 WIB.

Dalam proses pencarian, tim gabungan telah menemukan 21 korban selamat dan tiga korban tewas.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Danau Toba Akan Punya Galangan Kapal

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Danau Toba akan segera memiliki galangan kapal.Dalam siaran pers di Jakarta, Luhut meninjau Dermaga Pors

  • 4 hari lalu

    Kejati Sumut Kembalikan Berkas Kasus Kapal Tenggelam

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengembalikan berkas perkara empat tersangka kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Tiga Ras, Kabupaten Simalungun kepada penyid

  • 6 hari lalu

    Idealnya Keramba Jala Apung di Danau Toba Hanya 543 Unit

    JAKARTA (EKSPOSnews): Peneliti-peneliti Pusat Penelitian (Puslit) Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut idealnya hanya boleh ada 543 unit keramba jaring apung (KJA) di Danau Tob

  • satu minggu lalu

    Memetakan Kawasan Perairan Danau Toba

    MEDAN (EKSPOSnews): Wacana dilakukannya pemetaan kawasan perairan Danau Toba di wilayah Provinsi Sumatera Utara, untuk kebaikan dunia pelayaran agar tidak terjadi lagi musibah kapal tenggelam.Seperti

  • satu minggu lalu

    Mengundang Saksi Ahli untuk Kasus Kapal Tenggelam di Danau Toba

    MEDAN (EKSPOSnews): Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara telah mengundang saksi ahli dari perguruan tinggi negeri, mengenai kapal tenggelam KM Sinar Bangun, di perairan Danau Toba, Ti

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99