Sabtu, 22 Sep 2018

Ketika Tim SAR Tinggalkan Danau Toba

Oleh: alex
Selasa, 03 Jul 2018 15:42
BAGIKAN:
istimewa.
Basarnas.
PARAPAT (EKSPOSnews): Tim SAR memulai berkemas-kemas untuk meninggalkan kawasan Tigaras, Kabupaten Simalungun, pascapenetapan berakhirnya pencarian KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba.

Di Simalungun, terlihat personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mulai mengangkut perahu karetnya dari perairan Danau Toba dan dinaikkan ke truk.

Namun di Pelabuhan Tigasras yang menjadi posko utama pencarian belum terlalu menonjol aksi berkemasnya karena masih menggelar doa bersama, tabur bunga, dan peletakan batu pertama pembangunan monumen KM Sinar Bangun.

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan menyebutkan dari pertemuan yang difasilitasi Pemkab Simalungun pada Minggu (1/7), keluarga korban sudah mengikhlaskan pemberhentian proses pencarian tersebut.

Namun, tambahnya penutupan proses pencarian KM Sinar Bangun tersebut hanya untuk operasi di tingkat nasional.

Sedangkan untuk tingkat lokal, proses pencarian masih tetap dilakukan dengan pemantauan secara berkesinambung terhadap perairan Danau Toba.

SAR Posko Parapat akan terus memantau permukaan Danau Toba guna mengetahui kemungkinan adanya jasad penumpang KM Sinar Bangun yang muncul ke permukaan.

"Ada kapal 412 dan LCR yang terus melakukan patroli," katanya, Selasa 3 Juli 2018.

Jika menemukan adanya jasad yang muncul ke permukaan atau informasi dari masyarakat, personel SAR akan turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Pada masa penutupan proses pencarian itu, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan monumen KM Sinar Bangun yang difasilitasi Pemkab Simalungun.

Di momumen tersebut, akan dicantunkan nama 164 penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam dan belum berhasil ditemukan.

"Semacam monumen tsunami Aceh, itu akan dilakukan pemda," ujar Budiawan.

Sebelumnya, kapal kayu KM Sinar Bangun yang mengangkut seratusan penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6), sekitar pukul 17.30 WIB.

Dalam proses pencarian, tim gabungan telah menemukan 21 korban selamat dan tiga korban tewas.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Kejati Sumut Teliti Berkas Perkara Dinas Perhubungan Samosir

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara meneliti berkas perkara tersangka RD, Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Dinas Perhubungan Samosir dalam kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, di

  • 2 minggu lalu

    Berkas Kasus Tenggelamnya KM Sinar Bangun Lengkap

    MEDAN (EKSPOSnews): Jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menyatakan sudah lengkap atau P-21 berkas perkara tersangka TS nahkoda dan GF pegawai honor Dishub Samosir, dalam kasus tenggela

  • 2 minggu lalu

    BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian Korban KM Sinar Bangun

    MEDAN (EKSPOSnews): BPJS Ketenagakerjaan Sumatera bagian utara menyerahkan santunan kematian bagi 18 kepala keluarga korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara pada 18 Juni 20

  • 3 minggu lalu

    KM Ihan Batak Layari Danau Toba

    TOBA SAMOSIR (EKSPOSnews): Kementerian Perhubungan meluncurkan operasional Kapal Motor Penyeberangan Ihan Batak untuk melayani transportasi di perairan Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara.Peluncuran K

  • 3 minggu lalu

    Memperkaya Wisata Toba

    HUTAGINJANG (EKSPOSnews): BPJS Ketenagakerjaan membangun gazebo rumah adat Batak Toba sebagai tempat istirahat dan lokasi foto di Bukit Hutaginjang berlatar Danau Toba untuk memperkaya objek wisata it

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99