Senin, 17 Jun 2019

Kerusuhan Lapas di Bengkulu Terorganisir

Jumat, 22 Jul 2016 11:11
BAGIKAN:
BENGKULU (EKSPOSnews): Kepala Kepolisian Resor Kota Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta menilai perlawanan narapidana saat penggeledahan Lembaga Permasyarakatan Klas IIA Bentiring Kota Bengkulu yang berakibat kerusuhan itu, merupakan kejadian yang terorganisir.

Kapolres Kota Bengkulu mengatakan pihaknya pada sore Kamis 21/7 sedang mengembangkan pemeriksaan salah satu kasus narkoba di Lapas Bengkulu, namun ternyata berujung perlawanan dari narapidana lapas lainnya.

"Ini terorganisir. Kata Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), semua ruangan blok narkoba yang berada di tingkat atas terkunci, ketika kita akan memeriksa tower air di tingkat atas ternyata terbuka semua dan para narapidana melakukan perlawanan terhadap personel kepolisian," katanya, Jumat 22 Juli 2016.

Pada sore Kamis Kepolisian Resor Kota Bengkulu mendatangi Lapas Bentiring Kota Bengkulu untuk pengembangan panyelidikan kasus narkoba.

"Kita ke sana bukan untuk razia kamar, tetapi untuk pengembangan pemeriksaan karena menangkap dua orang pelaku kasus narkoba," katanya.

Pengusutan lebih lanjut dari dua orang tersebut menemukan indikasi peredaran narkoba tersebut dikendalikan dari dalam lapas, dengan inisial pelaku AB. Kepolisian memeriksa pelaku AB dan menggeledah ruang tahanan, proses pemeriksaan itu kata dia berlangsung kondusif.

"Pada saat kita mau memeriksa tower air yang di atas bangunan lapas, bukan ruang tahanan narapidana lain, saat itu lah mulai bergejolak," kata Kapolres menjelaskan kronologi kejadian.

Kepolisian semula tidak akan merazia kamar-kamar yang berada dalam blok narkoba, sampai terjadi perlawanan saat kepolisian akan menggeledah tower air.

"Kami menemukan satu paket besar sabu, belum kita timbang, 140 telepon genggam di atas tower, ada 12 alat hisap, kasur di tower," ujarnya.

Selain itu kepolisian juga menemukan 20 kaca pirex, 31 buku catatan narkoba, 6 timbangan digital, 12 plastik klip, 3 plastik sisa sabu, t3 buku tabungan berbagai bank, 5 kartu anjungan tunai mandiri, 25 butir yang diduga narkoba, serta uang senilai 1,46 juta yang diduga hasil dari penjualan narkoba.

"Kami juga mengamankan delapan orang narapidana dan tiga petugas lapas untuk diperiksa," ujar Kapolres.(ant)

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Korban Meninggal Akibat Banjir Bengkulu 29 Orang

    BENGKULU (EKSPOSnews): Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu memperbaharui data korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda Bengkulu tiga hari lalu menj

  • 2 bulan lalu

    Banjir Hantam Bengkulu 10 Orang Meninggal Dunia

    BENGKULU (EKSPOSnews): Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Rusdi Bakar mengatakan bencana banjir yang melanda Bengkulu sejak Jumat (26/4) mengakibatkan sepuluh orang w

  • 2 bulan lalu

    Warga Dukung Pembangunan Tol Bengkulu-Sumatera Selatan

    BENGKULU (EKSPOSnews): Warga Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, antusias mendukung proyek tol jalur Bengkulu-Lubuk Linggau Sumatera Selatan dengan mempercepat proses

  • 8 bulan lalu

    Tol Palembang-Bengkulu Akan Dibangun 2019

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pembangunan tiga ruas jalan tol Trans Sumatera yang menghubungkan Palembang ke Bengkulu sepanjang 330 kilometer (km) akan dikerjakan pada 2019.Manager Proyek Divisi Tol PT Huta

  • 9 bulan lalu

    Ratusan Spesies Anggrek di Bengkulu

    BENGKULU (EKSPOSnews): Sejumlah peneliti anggrek dari Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Provinsi Bengkulu berhasil menemukan dan mendokumentasikan 160 spesies anggrek di wilayah itu."Ratusan an

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99