Kamis, 19 Sep 2019

Kebakaran Lahan di Aceh

Oleh: marsot
Selasa, 02 Jul 2019 04:19
BAGIKAN:
istimewa.
Kebakaran.
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Peristiwa kebakaran lahan telah terjadi di dua lokasi yang masing-masing menghanguskan sekitar 0,5 hektare areal, yakni Gampong (Desa) Lampineung, Kecamatan Baitussalam, dan Gampong Lam Seunong Lama Khaju, Kecamatan Baitusalam di Kabupaten Aceh Besar,  Minggu 30 Juni 2019.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, mengatakan, kebakaran di Lampineung menghanguskan semak belukar ditumbuhi rumpun bambu dan perkuburan umum saling berdekatan dengan pemukiman warga.

"Sedangkan di Lam Seunong, terbakar adalah areal lahan yang lokasi berdekatan Penjara Khaju. Tepatnya di belakang Blok I, sehingga dikhawatirkan api cepat meluas akibat Aceh memasuki musim kemarau," tuturnya, Senin 1 Juli 2019.

Ia menerangkan, tim yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar langsung mengerahkan dua unit armada dari Pos Khaju dan Pos Durung demi melakukan pemadaman di Lampineung.

Lalu satu unit armada mobil pemadamkan kebakaran dari Pos Khaju beserta personel diterjunkan untuk melakukan penanganan kebakaran lahan di belakang penjara di Lam Seunong Lama Khaju.

"Alhamdulillah, pemadaman baru selesai dilakukan oleh petugas sekitar pukul 16.00 WIB di Lampineung, sedangkan kebakaran di Lam Seunong pukul 19.00 WIB api baru bisa dijinakkan," katanya.

"Tidak ada korban di dua peristiwa kebakaran ini, tapi penyebab terbakarnya dua lokasi yang berbeda tersebut sudah ditangani oleh pihak berwajib," tutur Dadek.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh telah memperkirakan, angin kencang bakal terus melanda hampir seluruh wilayah di provinsi ini hingga beberapa hari ke depan.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad mengatakan, rata-rata kecepatan angin berkisar antara 20 hingga 50 kilometer per jam baik siang maupun malam hari.

"Kecepatan angin ini bisa meningkat hingga dua kali lipat, dan bahkan lebih akibat cuaca buruk yang timbul dari awan Cumulonimbus," katanya. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Jembatan di Aceh Barat Ambruk

    MEULABOH (EKSPOSnews): Aktivitas ribuan masyarakat di di empat desa meliputi Desa Peulanteu LB, Ujong Simpang, Karang Hampa dan Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat hingga Sel

  • 2 bulan lalu

    Pemerintah Aceh Evaluasi Perusahaan Tambang

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Pemerintah Aceh terus melakukan evaluasi terhadap perusahaan tambang yang beroperasi di provinsi paling barat Indonesia guna mencengah terjadinya pelanggaran hukum."Pemerintah

  • 2 bulan lalu

    Rumah Sakit di Aceh Turun Kelas

    MEULABOH (EKSPOSnews): Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan merekomendasikan penyesuaian kelas sebanyak 21 rumah sakit yang tersebar di sejumlah kab

  • 2 bulan lalu

    Kebakaran Hutan di Aceh Meluas

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi paling barat Indonesia ini mencapai 60 hektare (ha) dalam sepekan terakhir."

  • 2 bulan lalu

    Melegalkan Poligami di Aceh

    MEULABOH (EKSPOSnews): Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Teungku Abdurrani Adian mengatakan pihaknya sangat setuju dan sependapat dengan rencana Pemerintah Aceh untuk mel

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99