Minggu, 23 Sep 2018

Kebakaran Hutan di Sumatera Makin Parah

Oleh: marsot
Selasa, 14 Agu 2018 10:06
BAGIKAN:
istimewa.
Hutan terbakar.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Kebakaran hutan dan lahan di Pulau Sumatera selama beberapa hari terakhir menjelang pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang makin parah sehingga membutuhkan penanganan yang lebih intensif.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru di Pekanbaru, hasil pencitraan satelit yang diperbarui pukul 06.00 WIB menunjukan 169 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera. Titik panas tersebut merupakan indikasi awal terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Riau menjadi daerah paling banyak menyumbang titik panas karena dengan 90 titik. Sumatera Selatan terdata 13 titik, Bangka Belitung 27 titik, Sumatera Utara 22 titik, Sumatera Barat 10 titik, Jambi empat titik, dan Lampung tiga titik.

Khusus di Riau, berdasarkan tingkat keakuratan (level of confidence) di atas 70 persen terdapat 57 titik api yang dipastikan kebakaran.

"Rokan Hilir paling banyak titik api karena mencapai 42 titik," kata Kelapa BMKG Pekanbaru, Sukisno, Selasa 14 Augustus 2018.

Kabupaten Bengkalis terdata 10 titik api, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kota Dumai, masing-masing satu titik api.

Satuan Tugas Karhutla Riau terus melakukan upaya pemadaman dari darat dan udara. Pemadaman kebakaran dari udara mengandalkan empat helikopter pengebom air.

Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau, Edwar Sanger, menjelaskan keempat helikopter yang diterbangkan untuk membantu proses pemadaman melalui operasi pengeboman air tersebut terdiri atas jenis Bell 214, MI-171, dan dua unit Kamov.

Presiden Joko Widodo jauh-jauh hari sudah mengingatkan jangan terjadi kebakaran hutan dan lahan pada 2018.

Apalagi, pada tahun ini Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games.

"Kita tuan rumah Asian Games, di Jakarta dan Palembang. Jangan sampai saat perhelatan itu ada asap dan karhutla sehingga ganggu 'image', ganggu penerbangan," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Peserta Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2018, di Istana Negara, Jakarta, pada Februari 2018.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Polisi Tembak Nelayan Asal Sumatera Utara

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Satuan Polisi Perairan Kepolisian Resor Rokan Hilir menembak mati seorang nelayan asal Provinsi Sumatera Utara yang diduga mencuri ikan atau "illegal fishing" di wilayah pesisi

  • 2 minggu lalu

    KLHK Menangkan Gugatan Kebakaran Hutan

    HONG KONG (EKSPOSnews): Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memenangi gugatan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan membuat tiga perusahaan harus mengganti rugi dan melakukan pe

  • 2 minggu lalu

    Pertamina Resmi Jadi Operator Southeast Sumatera

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi alih kelola 100 persen wilayah kerja (WK) Southeast Sumatera (SES) dari operator lama CNOOC SES Ltd."Seremoni

  • 3 minggu lalu

    Ditemukan Semut Baru di Sumatera

    PADANG (EKSPOSnews): Rijal Satria, peneliti di Sumatera Barat yang merupakan lulusan Universitas Tokyo Metropolis Jepang, menemukan jenis semut baru di Sumatera dengan karakteristik berahang jebak Odo

  • 2 bulan lalu

    Bea Cukai Sumatera Utara Musnahkan Barang Selundupan

    MEDAN (EKSPOSnews): Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara melakukan pemusnahan barang hasil selundupan berupa rokok, pakaian bekas atau "ballpress" dan minuman mengandung eti

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99