Senin, 20 Mei 2019
  • Home
  • Nasional
  • Kasus Diskriminasi Agama di Yogyakarta Agar Jangan Terulang Lagi

Kasus Diskriminasi Agama di Yogyakarta Agar Jangan Terulang Lagi

Oleh: marsot
Kamis, 04 Apr 2019 04:35
BAGIKAN:
istimewa.
Ibadah agama Kristen.
SUKOHARJO (EKSPOSnews): Menteri Agama RI Lukman Hakim menyatakan kasus diskriminasi agama di Yogyakarta yang baru-baru ini menimpa warga bernama Slamet Jumiarto sudah selesai dengan perdamaian.

"Sudah diadakan musyawarah dengan pak Camat, pak Lurah, dan Kadus. Selain itu juga perwakilan dari Kemenag dan Pak Slamet. Alhamdulilah semua bisa dimusyawarahkan dan ada titik temu," katanya usai mengikuti kegiatan Peringatan Isra' Mi'raj di GOR Pandawa, Solobaru, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, Rabu 3 April 2019.

Ia mengatakan pada hakikatnya tidak boleh ada larangan perbedaan etnis, suku, bahkan agama untuk tinggal bersama-sama di seluruh wilayah Indonesia.

"Setelah melalui proses dialog, pegiat masyarakat akhirnya bisa memahami ini dan mencabut ketentuan (larangan tinggal warga nonmuslim, red) ini. Bahkan kearifan masyarakat itu sendiri yang mampu menyelesaikan permasalahan. Ini hanya kesalahpahaman," katanya.

Ia mengatakan realitas keberagaman yang terjadi di Indonesia ini tidak hanya dimulai 1-2 tahun atau 10-20 tahun lalu, tetapi sudah sejak ratusan tahun yang lalu.

"Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, sangat beragam, dan selama ini tidak ada persoalan. Tidak hanya suku, etnis tetapi juga agama yang dianut. Ini jati diri kita yang beragam," katanya.

Sementara itu, untuk memastikan kondisi lebih kondusif, pihaknya sudah meminta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Yogyakarta dan Kepala Kantor Kementerian Agama Bantul untuk ikut mengawal proses tersebut.

"Alhamdulilah semua bisa legowo, berjiwa besar. Masyarakat setempat memberikan hak kepada pihak lain meski beda," katanya.

Untuk memastikan situasi serupa tidak terjadi di daerah lain, dikatakannya, pemerintah melalui instansi terkait terus memantau.

"Kami bersyukur ada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Kita ambil hikmahnya, petik pelajarannya. Bukan kecolongan, mungkin karena ketidakpahaman," katanya.

Ia juga memastikan kasus tersebut tidak berhubungan dengan ideologi kelompok tertentu.

"Sama sekali tidak ada sifatnya ideologis, bahkan radikal karena ketika kami minta agar dicabut, mereka langsung mau," katanya.

Sebelumnya, Slamet bersama istri dan dua anaknya ditolak mengontrak rumah di Dusun Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, DIY hanya karena ia memeluk agama Katolik.

Akibat penolakan tersebut, Slamet mengaku trauma dan akhirnya pindah ke daerah lain.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Penduduk Yogyakarta Banyak Menderita Penyakit Katarak

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Sekitar dua persen dari penduduk Kabupaten Sleman menderita katarak menurut Kepala Dinas Kesehatan setempat."Dua persen penduduk di DIY menderita katarak. Sama halnya di Kabup

  • 2 bulan lalu

    Yogyakarta Berupaya Cegah Pernikahan Anak-Anak

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Upaya Pemerintah Kota Yogyakarta mencegah pernikahan usia anak semakin kuat dengan terbitnya Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pencegahan Perkawinan An

  • 5 bulan lalu

    Gawat! Ada Pesta Seks di Yogyakarta

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menggerebek pesta seks yang melibatkan sejumlah pasangan suami-istri di sebuah hotel di kawasan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten

  • 6 bulan lalu

    Ribuan Masyarakat di Yogyakarta Alami Gagguan Jiwa

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Sebanyak 6.753 orang di Kota Yogyakarta mengalami masalah kesehatan jiwa dari tingkat berat hingga ringan menurut data Dinas Kesehatan setempat.Kepala Seksi Penyakit Tidak Men

  • 12 bulan lalu

    Citilink Indonesia Buka Kembali Rute Yogyakarta-Makassar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Maskapai berbiaya Hemat (LCC) Citilink Indonesia berencana kembali membuka penerbangan penghubung dari Yogyakarta ke Makassar mulai 1 Juni 2018."Pembukaan rute ini merupakan sala

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99