Kamis, 17 Okt 2019
  • Home
  • Nasional
  • Karyawan TPL Bentrok Dengan Warga dI Pematang Sidamanik, Simalungun

Karyawan TPL Bentrok Dengan Warga dI Pematang Sidamanik, Simalungun

Oleh: Jallus
Kamis, 19 Sep 2019 11:48
BAGIKAN:
Jallus
Bentrokan warga dan karyawan Toba Pulp Lestari (TPL).
SIHAPORAS (EKSPOSnews0: Bentrok antara warga Sihaporas Bolon, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Simalungun dan karyawan PT Toba Pulp Lestari (TPL), terjadi di perladangan Buttu Pangaturan, belum lama ini. Warga mengklaim, akibat bentrokan itu, seorang bocah berusia tiga tahun kena imbas dan sempat terkulai lemas. Humas Kantor Direksi TPL Medan, Dedy Armaya, membantah tuduhan itu.  

Penatua Lamtoras, Judin Ambarita menceritakan, kejadian bermula saat Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras), ingin merebut kembali lahan mereka yang selama ini diusahai TPL. Lahan tersebut kebetulan baru selesai panen (penebagan) eukaliptus dan warga ingin menanam jagung.

Melihat itu, kata Judin, Humas PT TPL Sektor Aek Nauli, Bahara Sibuea bersama sejumlah sekuriti datang. "Tiba di lokasi, Bahara langsung melarang warga menanam jagung dan merampas alat kerja warga," sambung Judin. Akibat perampasan itu, lanjutnya, suasana makin panas dan berlanjut dengan pemukulan dan mengenai seorang bocah berusia tiga tahun.

Judin Ambarita, membeberkan histori lokasi. Tanah tersebut adalah milik nenek moyang mereka yang dicaplok penjajah Belanda tahun 1910-an. Setelah penjajah pulang ke negerinya, tanah tersebut diambil alih pemerintah Republik Indonesia yang merdeka tahun 1945. Kemudian diusahai PT Toba Pulp Lestari (TPL) dengan menanam eukaliptus di atasnya.

Sementara menurut Humas Kantor Direksi PT TPL, Dedy Armaya, persoalan bermula dari ratusan warga mengklaim dan ingin menguasai lahan di areal Compartemen B 553 dengn luas 1 hektar dan di Compartemen B 578 dengan luas 2,8 hektar. "Seluruhnya satu hamparan yang sudah dipanen dan dibersihkan untuk siap tanam kembali," ujar Dedy.

Melihat itu, kata dia, Humas TPL Sektor Aek Nauli, Bahara Sibuea ditemani sejumlah sekuriti bergerak ke lokasi untuk bernegoisasi dan berdialog dengan warga agar tidak melakukan penanaman jagung. Namun, sambung Dedy, warga langsung melakukan penyerangan.

Akibat penyerangan itu, Humas TPL Sektor Aek Nauli, Bahara Sibue yang baru menjalani operasi terluka dan harus menjalani rawat inap di salah satu rumah sakit swasta di Pematang Siantar. Masih menurut Dedy, tujuh orang sekuriti PT TPL juga mengalami luka namun tidak sampai dirawat inap.

Disinggung soal bentrokan yang menyebabkan seorang bocah tiga tahun terkena imbas, Dedy mengatakan, sekuriti tidak ada melakukan penganiayaan terhadap bocah. "Pihak warga yang melakukan penyerangan yang menyebabkan Bahara Sibue dan tujuh orang sekuriti terluka," katanya.  

Dedy menjelaskan areal Compartemen B 553 dan Compartemen B 578, adalah areal konsesi PT TPL memiliki ijin dari pemerintah dan telah tiga kali rotasi tanam eukaliptus atau sekitar 15 tahun diusahai PT TPL. Kurun waktu 15 tahun tersebut tidak ada komplain dari warga.

Ditanya kondisi terakhir di lapangan Dedy mengungkapkan, saat ini tidak areal kegiatan di lokasi dan areal sedang dijaga aparat kemanan. Terkait pemukulan yang dialami Bahara dan tujuh orang sekuriti, Dedy menambahkan, pihak perusahaan telah telah membuat laporan resmi ke Polres Simalungun.
 
Kapolres Simalungun AKBP Liberty Panjaitan membenarkan kejadian tersebut.

Dia mengungkapkan sudah mengirim personel untuk meredakan persoalan pasca kejadian. Menurut dia, personelnya masih berada di lapangan untuk mengumpulkan keterangan dari kedua belah pihak.  

 
 

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Menghibur WNI di KBRI Kopenhagen

    LONDON (EKSPOSnews): Masyarakat dan diaspora Indonesia di Denmark tetap datang dan mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih pada Sabtu di KBRI Kopenhagen untuk memperingati HUT ke-74 Kemerdeka

  • 3 bulan lalu

    Bentrok di Gunungsitoli

    GUNUNGSITOLI (EKSPOSnews): Dua kelompok pemuda bentrok di depan Pasar Ya,ahowu, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, yang menyebabkan tiga korban dilarikan ke rumah sakit akibat luka yang dideritanya.Ka

  • 4 bulan lalu

    Warga Gunung Kidul Kekurangan Air Bersih

    GUNUNG KIDUL (EKSPOSnews): Sebanyak 100 ribu jiwa yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami krisis air bersih akibat anomali cuaca yang sangat para

  • 4 bulan lalu

    Membangun Rusunawa untuk Warga Bantaran Sungai

    MEDAN (EKSPOSnews): Pemerintah Kota (Pemkot) Medan berencana merevitalisasi pemukiman warga daerah aliran sungai (DAS) dengan membangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Namun, untuk merealisasik

  • 4 bulan lalu

    2 Warga Malaysia Dibekuk karena Bawa Narkoba

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dua Warga Negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial MJ alias Gordon dan AT alias Jack serta satu orang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial DW ditangkap atas dugaan penyelun

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99