Kamis, 17 Agu 2017

Kapolri Cek Kesiapan Satgas Karhutla

Oleh: Marsot
Sabtu, 05 Agu 2017 18:46
BAGIKAN:
istimewa
Jenderal Pol. Tito Karnavian.
JAMBI (EKSPOSnews): Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meninjau dan mengecek langsung kesiapan tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dalam mengantisipasi terjadinya lagi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Jambi.

Pengecekan kesiapan tim satgas Karhutla Jambi dilakukan langsung Kapolri, Tito Karnavian di halaman Mapolda Jambi, setelah gelar apel siaga Karhutla.

Kepada wartawan, Tito Karnavian mengatakan, saat ini yang utama dalam menjalankan tugas dari Tim Satgas Karhutla adalah melakukan pencegahan dari pada pemadaman api yang menyala di hutan atau lahan yang terbakar.

Selain melakukan pencegahan, langkah yang harus diambil tim satgas Karhutla di Jambi adalah menjalin koordinasi antara pihak terkait baik itu Polri, TNI, Kehutanan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi serta masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan agar tahun ini di Jambi tidak menjadi daerah atau provinsi yang memiliki lahan yang paling banyak titik apinya.

"Langkah saling koordinasi satu sama lainnya, menjadi kunci untuk bisa menanggulangi kasus kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi pada tahun ini karena diprediksikan bahwa mulai Juli hingga akhir tahun ini pemanasan bumi semakin tinggi atau memasuki musin kemarau," kata Tito Karnavian, Sabtu 5 Augustus 2017.

Provinsi Jambi yang juga memiliki lahan gambut yang cukup luas, juga harus menjadi perhatian khusus bagi tim satgas Karhutla dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada tahun ini dan upaya yang penting dilakukan setelah saling koordinasi adalah pencegahan.

"Mari kita semua warga masyarakat Jambi, pemerintah daerah, swasta atau perusahaan perkebunan, bersama-sama saling koordinasi dengan tim satgas Karhjutla Jambi untuk melakukan pencegahan agar tidak terjadi atau semakin meluasnya lahan dan hutan yang terbakar," kata Kapolri Tito Karnavian.

Kemudian Kapolri juga menyarankan pemerintah Provinsi Jambi segera membuat status siaga bencana karhutla lebih awal agar dapat mengambil langkah tepat dalam menjalankan koordinasi seluruh pihak terkait untuk menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan sebelum terjadi dan lebih meluas lagi.

Pencegahan dilakukan agar Provinsi Jambi yang letaknya berdekatan dengan Singapura agar tidak dituntut dalam kasus hukum terkait kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap terjadi seperti pada 2015 lalu.

"Antisipasi atau pencegahan adalah langkah paling tepat dalam menjalankan tugas, dari pada harus melakukan upaya hukum dalam proses tuntutan kasus karhutla nantinya," tegas Kapolri Tito Karnavian.

Kapolri juga menegaskan kepada aparat kepolisian, agar dalam kasus karhutla janganlah hanya harus menindak pelakunya tetapi yang utama adalah melakujkan pencegahan dan pemadaman lahan dan hutan yang terbakar, dan minta kepada masyarakat agar bisa meninggalkan sistem untuk pembukaan lahan perkebunan tidak lagi menggunakan cara konvensional dengan membakar lahan.

"Sanksi juga sudah menunggu kepada para pejabat kepolisian di daerah maupun provinsi jika hasil evaluasi nanti, mereka tidak mampu menanggani kasus karhutla, akan diberikan sanksi tegas sesuai dengan perintah presiden beberapa waktu lalu," kata Tito Karnavian.

Kepolisian juga harus terus bersosialisasi dan berkoordinasi dengan tim satgas Karhutla untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Jambi.

Kapolri yakin, tim satgas Karhutla di Jambi dapat saling berkoordinasi dalam menjalankan program untuk menanggulangi karhutla dan bisa bersama-sama melakukan pencegahan.

Sementara itu, data dari hasil pantauan sensor Modis Satelit Terra dan Aqua, pada hari ini jumlah titik api yang ada di Provinsi Jambi terdapat enam titik panas yang tersebar di Kabupaten Sarolangun, Bungo, Merangin, Tanjung Jabung Barat dan Timur.

Sedangkan data dari BPBD Jambi, bahwa total lahan terbakar sejak Januari hingga Juli 2017 seluas 369 hektare dengan rinciannnya ada 12 hektare di lahan gambut dan 357 hektare di lahan mineral dan dua helikopter pemadam kebakaran sudah menjatuhkan bom air sebanyak 319 kali untuk memadamkan titik api yang dimaksud.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Kapolri Beri Perhatian Khusus Kasus Pembakaran Sekolah di Palangka Raya

    PALANGKA RAYA (EKSPOSnews): Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian memerintahkan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia membantu Kepolisian Daerah Kalimantan

  • 2 minggu lalu

    Kapolri Tunjukkan Sketsa Penyerang Novel

    JAKARTA (MM): Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menunjukkan sketsa terbaru pelaku penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan."Ini belum dipublikasikan, baru kira-kira dua hari

  • 2 bulan lalu

    Kapolri Tolak Pansus Hak Angket KPK

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menolak untuk menjalankan perintah Pansus Hak Angket KPK yang menginginkan Polri membawa Miryam S. Haryani yang merupakan tersangka dalam kasu

  • 2 bulan lalu

    Kapolri Mutasi Sejumlah Perwira Tinggi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kapolri memutasi sejumlah perwira tinggi untuk melakukan penyegaran. Sejumlah jabatan Kapolda dan Wakapolda dirotasi dalam rangka tour of duti. Ada sekira 109 orang yang dirotasi

  • 3 bulan lalu

    Kapolri Dihina Lewat Media Sosial

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Polda Lampung menangkap penghina Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui media sosial dengan menyebarkan ujaran kebencian dan permusuhan."Kami menangkap tersangka karena me

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak