Selasa, 16 Okt 2018
  • Home
  • Nasional
  • Kadis PU Langkat Dituding Bermain Proyek dengan Anggota DPRD

Kadis PU Langkat Dituding Bermain Proyek dengan Anggota DPRD

Oleh: alex
Selasa, 14 Nov 2017 06:43
BAGIKAN:
istimewa.
Proyek (ilustrasi).
STABAT (EKSPOSnews): Puluhan rekanan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, meminta agar kejaksaan mengusut proses tender yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang karena diduga tidak transparan dan adanya kecurangan.

Hal itu disampaikan puluhan rekanan saat berorasi di depan kantor Kejaksaan Negeri Stabat di Stabat,  sambil membawa spanduk dan petisi serta pernyataan sikap Safril, salah seorang rekanan dari Forum Bersatu Rekan-rekan Konstruksi Anak Langkat (FBR2KAL) menyampaikan pernyataan sikap dengan meminta agar pemda memprioritaskan pengusaha rekanan lokal dalam pengerjaan proyek.

Selain itu mereka juga meminta transparansi dalam hal proses lelang, percepatan pengumuman tender dan tidak ada kecurangan.

"Puluhan rekanan ini juga meminta pihak lejaksaan agar memeriksa dan membongkar persekongkolan pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang bersama panitia lelang serta periksa dan bongkar persekongkolan anggota DPRD Langkat dan kroni-kroninya," katanya, Senin 13 November 2017.

Pengunjuk rasa juga membawa berbagai spanduk ukuran besar yang bertuliskan "Julius dan Japair adalah pembohong", "DPRD Langkat sudah kenyang", "Pak Bupati ganti Kadis PU Langkat Julius yang tidak becus", serta "Dipertanyakan keterlibatan DPRD Langkat mendapatkan proyek".

Usai melakukan orasi dan pernyataan sikap lima orang perwakilan rekanan diterima Kepala Kejaksaan Negeri Stabat Andri Ridwan didampingi Kasi Intel Yusuf di ruang kerjanya.

Kepala Kejaksaan Negeri Stabat Andri Ridwan menjelaskan, jika memang nanti perkaranya duduk sesuai dengan hukum maka akan segera dilakukan pemeriksaan.

"Kita akan lakukan pemeriksaan segera mungkin dengan menerjunkan tim nantinya," katanya.

Sebelumnya, puluhan rekanan itu juga sudah melakukan aksi yang sama di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan di kantor Bupati Langkat yang diterima Sekretaris Daerah Indra Salahuddin.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Sofyan Basir Dapat Fee dari Proyek PLTU Riau-1

    JAKARTA (EKSPOSnews): Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan keterangan soal adanya "fee" untuk Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir dalam proyek Pembangkit Listrik Ten

  • 6 hari lalu

    Fee Proyek Kasus Lampung Selatan Teridenfikasi Rp56 miliar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi mengidentifikasi "fee" sekitar Rp56 miliar dalam pengembangan kasus suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Selatan pada tahun an

  • 3 bulan lalu

    BUMN Karya Tak Kerjakan Proyek Dibawah Rp100 miliar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengimbau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya tidak mengerjakan proyek konstruksi di bawah Rp100 miliar.Sa

  • 5 bulan lalu

    Proyek Irigasi di Aceh Selatan Ambruk

    TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Proyek peningkatan jaringan irigasi di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, sepanjang 1 Km lebih yang baru selesai dikerjakan tahun anggaran 2018 telah amruk.Pantauan

  • 8 bulan lalu

    Proyek Berat Elevated Dihentikan Sementara

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghentikan untuk sementara waktu (moratorium) seluruh pekerjaan proyek infrastruktur berat di atas per

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99