Rabu, 16 Jan 2019

Jangan Biarkan Papua Jadi Tempat Pembantaian

Oleh: alex
Minggu, 09 Des 2018 06:40
BAGIKAN:
istimewa.
Bendera Merah Putih di Papua.
JAKARTA (EKSPOSnews): Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) meminta agar aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus pembunuhan terhadap karyawan PT Istaka yang membangun proyek jembatan jalan TransPapua di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12).

"Kami mengimbau aparat negara agar bekerja secara profesional dan proporsional dalam menciptakan rasa aman dan damai bagi masyarakat Papua dan seluruh penduduk Indonesia di mana pun berada," kata Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH-PGI) dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu 8 Desember 2018.

MPH-PGI juga mendorong aparat negara untuk menyelidiki dan mengusut tuntas peristiwa ini dengan mengutamakan pendekatan kultural, demi mengurangi ketegangan di tengah masyarakat Papua dan mencegah jatuh semakin banyak korban di kalangan masyarakat sipil.

Pemerintah Provinsi Papua juga menyayangkan insiden pembunuhan terhadap puluhan karyawan PT Istaka yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

MPH-PGI juga menyampaikan duka cita mendalam atas jatuh korban dari kalangan sipil, dan menilai peristiwa itu telah mencederai harkat manusia.

"Semoga Tuhan yang Maha Pengasih menguatkan keluarga dalam menghadapi masa-masa yang sulit ini," dalam pernyataan itu pula.

Pihaknya juga menyampaikan keprihatinan terkait pendekatan kekerasan dalam penyelesaian masalah Papua, baik yang dilakukan oleh masyarakat sipil, kelompok-kelompok bersenjata maupun aparat negara. Menurut institusi itu, pendekatan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak akan pernah menyelesaikan masalah, selain hanya akan menciptakan luka-luka baru yang pada gilirannya akan menciptakan lingkaran kekerasan. Karena itu, MPH-PGI mengimbau seluruh pihak untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang ada dengan musyarawah dan membahasnya secara beradab dan bermartabat.

MPH-PGI juga mengapresiasi upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang memberi perhatian besar kepada pembangunan Papua selama empat tahun terakhir ini.

Namun, menurut lembaga itu, pembangunan ekonomi dan infrastruktur yang luar biasa tersebut belum mampu sepenuhnya menjangkau hati seluruh masyarakat Papua. "Di tengah gencar pembangunan ekonomi dan infrastruktur yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya serta perhatian langsung yang luar biasa dari Presiden Joko Widodo sendiri terhadap pembangunan Papua, pada saat yang sama kita menyaksikan gejala semakin kuat aspirasi untuk menentukan nasib sendiri di kalangan sebagian masyarakat," kata MPH-PGI lagi.

Pada Rabu (5/12), Pendeta Wilhelmus Kogoya, tokoh gereja di Distrik Yigi, telah melaporkan kasus pembunuhan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yall, Kabupaten Nduga yang menewaskan 24 pekerja.

Dari laporan tersebut, terungkap dua pekerja melarikan diri dan selamat, dan kini berada di Distrik Mbua.

Sedangkan, delapan lainnya di Distrik Yall diselamatkan keluarga Alimi Gwijangge yang menjabat Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nduga dan dibawa ke Distrik Koroptak dalam keadaan selamat.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Mengembangkan Labu di Papua

    Berbagai pelatihan guna meningkatkan perekonomian masyarakat, terus diberikan oleh Satgas Pamtas Yomek 521/DY.Seperti halnya penyuluhan budidaya labu madu yang berlangsung di Pos Kuler, Distrik Nauken

  • 4 minggu lalu

    Ribuan Warga Papua Meninggal Dunia karena HIV/AIDS

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua menyatakan, sebanyak 2.299 warga Papua di 28 kabupaten dan satu kota di provinsi itu meninggal karena terinfeksi penyakit HIV/AIDS Kepala

  • satu bulan lalu

    Tak Ada Penggunaan Bom Sewaktu Mengejar KKB di Papua

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto membantah bila TNI menggunakan bom dalam melakukan pengejaran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Nduga, Papua yang

  • 2 bulan lalu

    Penting Mana, Evaluasi Otsus atau HUT Papua Merdeka?

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Tokoh adat Sentani Yanto Khomlay Eluay berpendapat bahwa lebih penting rakyat Papua mendorong evaluasi implementasi Otonomi Khusus (Otsus) daripada menghabiskan energi mempering

  • 2 bulan lalu

    Ada Warga Negara Asing di Sarang Mahasiswa, Warga Surabaya Tolak Pelaksanaan HUT Papua Barat

    SURABAYA (EKSPOSnews): Informasi yang beredar di kalangan masyarakat mengenai adanya rencana peringatan HUT Papua Barat di Kota Surabaya, akhirnya menuai respon dari sejumlah pihak.Seluruh elemen masy

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99