Rabu, 16 Jan 2019

Imigrasi Tunda Penerbitan Ribuan Paspor

Oleh: alex
Rabu, 21 Mar 2018 16:52
BAGIKAN:
istimewa.
Paspor.
BATAM (EKSPOSnews): Direktorat Jenderal Imigrasi menunda penerbitan 1.270 paspor sejak Januari hingga pertengahan Maret 2018, karena ada indikasi akan digunakan untuk bekerja di luar negeri tanpa mengikuti prosedur Kementerian Tenaga Kerja dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI.

"Tahun lalu 6.000 paspor kami tunda, karena pekerja migran tidak melalui prosedur BNP2TKI dan Kemenaker, tahun ini 1.270 kami tunda penerbitannya karena tidak melalui prosedur yang benar," kata Dirjen Imigrasi Ronny Sompie usai pertemuan bilateral Imigrasi Indonesia-Malaysia di Batam, Kepulauan Riau, Rabu 21 Maret 2018.

Ditjen Imigrasi sengaja memperketat penerbitan paspor untuk meminimalkan pelanggaran aturan pekerja migran.

Selain paspor, Ditjen Imigrasi juga menunda keberangkatan 55 orang keluar negeri, meskipun telah memiliki paspor. Semuanya diduga akan bekerja, tapi tidak dilengkapi visa untuk bekerja, melainkan visa yang lain.

"Karena mereka rentan menjadi korban tindak kriminal, atau pekerja migran bermasalah," kata dia.

Ia menjelaskan pihak imigrasi bisa menyimpulkan seseorang akan menyalahgunakan dokumen keimigrasian dalam proses wawancara pembuatan paspor.

Menurut dia, profiling pekerja migran Indonesia sangat kentara, dan dari kelengkapan dokumennya saja bisa diketahui tujuan berangkat keluar negeri.

"Kami tanya, kebutuhannya untuk apa, (dia jawab) untuk wisata ke Malaysia. Pekerjaannya apa di Indonesia, kok harus keluar negeri wisatanya," katanya menjelaskan.

Bila pun alasannya hendak menjenguk keluarga, maka pihak imigrasi meminta agar keluarganya ditelpon, demi memperjelas tujuan keberangkatannya.

Di tempat yang sama, Dirjen Imigrasi Malaysia, Datok Seri Haji Mustafar bin Haji Ali, mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia dalam memperketat pembuatan paspor.

Kebijakan itu turut membantu pemerintahnya untuk meminimalkan pelanggaran dokumen keimigrasian.

Menurut dia, pelanggaran paling banyak yang dilakukan TKI di Malaysia, di antaranya penyalahgunaan izin tinggal. Pada izin hanya untuk wisata, namun ternyata untuk bekerja.

Saat ini, sekitar 4.000 TKI bermasalah berada di pusat tahanan Malaysia menunggu untuk dipulangkan ke Tanah Air.

Di tempat yang sama, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana menyatakan sejatinya tidak ada hal sensitif yang dibahas dalam pertemuan bilateral itu.

"Di antara Indonesia dan Malaysia tidak ada yang sensitif. Kedua pimpianan imigrasi bisa saling dekat. Persoalan apa pun bisa diselesaikan dengan hati," kata dia.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Permintaan Paspor di Aceh Meningkat karena Harga Tiket Pesawat Domestik Mahal

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh menyatakan permohonan paspor sejak awal Januari 2019 meningkat drastis menyusul kenaikan harga tiket pesawat domestik."Berdasarkan hasil waw

  • satu bulan lalu

    Diduga Terlibat Aksi Separatis di Jawa dan Bali, Warga Negara Australia Ditahan Imigrasi

    SURABAYA (EKSPOSnews): Wanda (37) warga negara asing asal Australia yang beberapa waktu lalu diduga menjadi salah satu panitia pelaksanaan HUT West Papua di Surabaya, akhirnya resmi dicekal oleh pihak

  • 2 bulan lalu

    Imigrasi Palembang Benahi Pelayanan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Kantor Imigrasi Kelas I Palembang, Sumatera Selatan berupaya melakukan pembenahan pelayanan pembuatan paspor dan dokumen keimigrasian lainnya baik bagi masyarakat lokal maupun

  • 6 bulan lalu

    Imigrasi Malaysia Tahan Pekerja Ilegal

    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews):Imigrasi Malaysia menahan 139 pekerja ilegal atau pendatang asing tanpa izin (PATI) dalam Operasi Mega 3.0 di beberapa kawasan sekitar Jalan Raja Laut, Kuala Lumpur, Selasa 2

  • 8 bulan lalu

    Tenaga Kerja Ilegal Indonesia Ditahan Imigrasi Malaysia

    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Jumlah tenaga kerja Indonesia ilegal yang ditahan Jabatan Imigrasi Malaysia (JIM) terhitung per 1 Januari 2018 hingga 24 Mei mencapai 6.315 orang atau menempati urutan terti

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99