Kamis, 17 Agu 2017
  • Home
  • Nasional
  • Foto Korban Prajurit TNI Tanpa Busana di Natuna Beredar

Foto Korban Prajurit TNI Tanpa Busana di Natuna Beredar

Oleh: Beng San
Sabtu, 20 Mei 2017 05:50
BAGIKAN:
istimewa
TNI latihan.
TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Foto salah seorang prajurit TNI Angkatan Darat tanpa busana yang menjadi korban dalam insiden pada pelatihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, beredar luas.

Menanggapi permasalahan itu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Arie Sunandar, di Tanjungpinang,  mengatakan foto tentara yang luka parah dan dalam penanganan tim medis itu seharusnya tidak disebarluaskan, karena itu tidak manusiawi.

"Korban dan keluarganya sedang berduka. Seharusnya, kita ikut berduka dan mendoakan kesembuhan 8 dari 12 korban yang masih hidup, bukan malah menyebarkan foto tersebut," katanya, Jumat 19 Mei 2017.

Arie juga merasa aneh, kenapa saat dirawat intensif di rumah sakit masih ada yang sempat memotret korban yang sedang tidak berbusana dan tidak sadarkan diri.

Foto tanpa busana itu dapat dilihat dari berbagai sisi, apalagi sejumlah perawat yang menangani korban adalah perempuan. Dikhawatirkan foto itu menyebar kepada anak-anak sehingga berpotensi berdampak negatif.

"Ini sudah sangat keterlaluan," ucapnya dengan nada tinggi.

Menurutnya, jumlah foto para korban dalam insiden PPRC di Natuna yang beredar luas itu cukup banyak. Foto tentang yang meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan pun beredar.

"Mereka (para korban) latihan militer itu untuk kepentingan negara, bukan untuk kepentingan pribadi. Coba kita berpikir seandainya kita menjadi mereka atau keluarga mereka," katanya.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Korem 033/Wira Pratama Mayor Inf AR Sipahutar berharap agar semua pihak bisa turut berempati terhadap duka cita yang sedang dialami oleh keluarga prajurit TNI AD yang menjadi korban.

"Dengan cara tidak menyebarkan gambar-gambar maupun berita yang tidak benar terkait insiden tersebut," himbaunya.

Sipahutar mengatakan jenazah 4 orang prajurit TNI AD yang menjadi korban dalam insiden kecelakaan latihan militer di Natuna telah diberangkatkan menuju ke daerah asal masing-masing pada hari Rabu malam (17/5).

"Jenazah Alm Pratu Marwan dibawa ke Pekanbaru, jenazah Alm Kapt Arh Heru Bahyu ke Padang, jenazah alm Pratu Ibnu Hidayat ke Semarang, dan jenazah Alm Praka Edi ke Palopo," ungkapnya.

Terkait dengan kecelakaan latihan tersebut, dia menyatakan tim dari TNI AD masih sedang dan terus melakukan investigasi untuk mengetahui penyebabnya.

Namun secara teknis, meriam 23 mm/Giant Bow yang digunakan dalam latihan tersebut masih dalam kondisi baik dan dipelihara dengan baik di satuan Yonarhanud-1/K.

"Hasil investigasi yang dilakukan oleh tim dari TNI AD nantinya akan dilaporkan kepada Panglima TNI," ungkapnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak