Jumat, 23 Jun 2017

Bubarkan Ormas Radikal

Oleh: Marsot
Selasa, 09 Mei 2017 05:38
BAGIKAN:
istimewa
Massa menentang Ormas Radikal.
JAYAPURA (EKSPOSnews): Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan organisasi radikal harus segera dibubarkan dan dikeluarkan dari Bumi Cenderawasih karena bisa menghancurkan kerukunan hidup umat beragama yang telah tercipta dengan aman dan damai.

Pernyataan ini disampaikan oleh Lukas Enembe di sela-sela menerima aksi demo damai menolak Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dilakukan oleh ratusan warga Papua di Kota Jayapura yang datang dari berbagai organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Cinta Damai dan Keberagaman di halaman kantor gubernur, Senin 8 Mei 2017.

"Saya minta tidak ada HTI di Papua, mereka harus tinggalkan Papua, karena Papua ini tanah damai," katanya.

Menurut dia, organisasi radikal dan bertentangan dengan idiologi bangsa yakni Pancasila dan UUD 1945 sudah sepantasnya dibubarkan, karena akan mempengaruhi masyarakat luas dan bisa berujung pada disintegrasi bangsa.

"Nanti akan saya sampaikan kepada Bapak Kapolda dan Pangdam XVII/Cenderawasih agar memberi perhatian serius terhadap organisasi radikal ini (HTI) yang merongrong kedamaian di Papua," katanya.

Mantan Bupati Puncak Jaya itu mengaku sepakat dengan aspirasi yang disampaikan oleh para pendemo terkait penolakan dan pembubaran HTI di Papua.

"Kami sepakat dengan adik-adik bahwa apa yang menganggu kedamaian di Papua, harus dibubarkan. Kami tidak setuju ada gerakan-gerakan radikal di Papua, kami akan tindaklanjuti aspirasi ini," kata Lukas didampingi para pejabat, diantaranya Asisten II Setda Papua Elia Loupatty.

Sekitar dua ratusan warga Papua di Kota Jayapura dari berbagai organisasi kemasyarakat yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Cinta Damai dan Keberagaman menggelar aksi demo damai menolak keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Aksi demo damai itu digelar di halaman kantor gubernur Papua yang terletak di Jalan Soa Siu, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Senin.

"Pemerintah harus ambil tindakan tegas terhadap ormas atau kelompok yang tidak sesuai dengan Pancasila, yang ingin merubah idiologi bangsa, HTI harus dibubarkan," kata salah seorang pendemo.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Mayoritas Rakyat Indonesia Setuju Ormas Radikal Dibubarkan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sebanyak 90 persen orang Indonesia menolak dan setuju kelompok radikal dilarang di Indonesia. Itulah salah satu temuan Lembaga Survei Sajful Mujani Risearch and Consulting (SMRC)

  • 4 minggu lalu

    Jangan Ragu Bubarkan Ormas Anti Pancasila

    SAMPIT (EKSPOSnews): Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menegaskan tidak akan ragu merekomendasikan pembubaran organisasi kemasyarakatan yang anti Pancasila dan mengancam keutuhan bangsa."Orga

  • 2 bulan lalu

    Sumut Akan Bubarkan Ribuan Koperasi

    MEDAN (EKSPOSnews): Koperasi tidak sehat di wilayah Sumatera Utara  akan segera dibubarkan tahun ini. Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Utara tengah mengirimkan data kondisi koperasi yang sudah ti

  • 5 bulan lalu

    Bubarkan Ormas Anti Pancasila

    NGAWI (EKSPOSnews): Ratusan warga Ngawi yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan Ngawi (Akang),  melakukan demo di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Ngawi guna menolak organisasi massa yan

  • 5 bulan lalu

    Masyarakat Dayak Kalteng Minta Pemerintah Bubarkan FPI

    PALANGKA RAYA (EKSPOSnews): Ratusan warga Suku Dayak Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan aksi turun ke jalan mendesak agar ormas Front Pembela Islam (FPI) segera dibubarkan karena dianggap berpot

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak