Senin, 22 Jul 2019

Bebaskan Nelayan Aceh dari Tahanan Myanmar

Oleh: marsot
Jumat, 22 Feb 2019 18:51
BAGIKAN:
istimewa.
Nelayan.
BANDA ACEH (EKSPOSnews): Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Iskandar Usman Al-Farlaky meminta Pemerintah Myanmar membebaskan 23 nelayan Aceh yang ditangkap otoritas negara itu pada 6 Februari 2019.

"Kita minta pemerintah dan otoritas Myanmar untuk membebeskan 23 nelayan Aceh karena kita tahu betul mereka tidak bermaksud menangkap ikan di negara itu," katanya di Banda Aceh, Jumat 22 Februari 2019.

Menurut Anggota DPRA daerah pemilihan Aceh Timur, ke 23 nelayan Aceh yang ditangkap otoritas Myanmar tersebut bukanlah pengusaha perikanan dan mereka murni mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Mereka itu dominan berasal dari keluarga kurang mampu dan jika mereka ditahan keluarganya di kampung tidak ada yang menafkahi," tambahnya. Ia berharap, Pemerintah Myanmar bisa memberikan pengampunan kepada 23 nelayan Aceh atas dasar kemanusiaan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Cut Yusminar menyatakan, pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan Pemerintahan Myanmar terkait penangkapan 23 nelayan Aceh "Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Luar Negeri Indonesia serta Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar terus berkoordinasi terkait penangkapan nelayan Aceh di Myanmar," terangnya. Pemerintah akan mendampingi warga negaranya yang ditangkap di luar negeri dan kita ingatkan nelayan Aceh lebih berhati-hati saat melaut dan selalu memperhatikan GPS guna mencegah masuk ke negara orang, tambahnya.

Wakil Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftachhuddin Cut Adek sebelumnya menyampaikan, Kapal Angkatan Laut (558) Myanmar menangkap kapal nelayan Aceh bersama 23 awak kapal dekat dengan Pulau Zardatgyi di Kotapraja Kawthoung, Wilayah Taninthayi, Myanmar. "Informasi yang kami himpun ke 23 nelayan Aceh itu sudah diserahkan Tentara Angkatan Laut Myanmar kepada Departemen Perikanan Distrik Kawthoung, Myanmar," kata dia. Kapal nelayan Aceh itu masuk ke perairan Myanmar karena kompas/radar rusaknya dan tanpa sengaja atau/sadar melakukan aktivitas di perairan tersebut karena menyangka masih di wilayah Perairan Aceh, Indonesia, jelas Miftachhuddin.

Pada 6 November 2018 sebanyak 16 nelayan Kabupaten Aceh Timur ditangkap otoritas Myanmar dan 14 di antaranya sudah kembali ke Tanah Air karena memperoleh pengampunan dari Pemerintah Myanmar.

Kemudian, satu diantaranya meninggal dunia saat penangkapan dan jenazahnya sudah dikebumikan di negara itu. Lalu, seorang lagi Jamaluddin Amno masih menjalani proses hukum terkait dugaan ilegal fishing. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    2 Nelayan Aceh Tewas

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Sebanyak dua nelayan Aceh Besar meninggal dunia setelah tabung kompresor yang digunakan untuk menyelam meledak di perairan Aceh Besar.Wakil Sekretaris Panglima Laot Aceh Mifta

  • 4 bulan lalu

    2 Nelayan Aceh Divonis Mati karena Sabu-Sabu

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh memvonis dua nelayan asal Aceh Timur masing-masing dengan hukum mati karena terbukti menguasai narkoba jenis sabu-sabu dengan berat

  • 5 bulan lalu

    KBRI Belum Bisa Temui Nelayan Aceh yang Ditahan Myanmar

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Panglima Laot (Lembaga Adat Laut) Aceh menyatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar hingga kini belum bisa menjumpai 23 nelayan Aceh yang ditangkap

  • 6 bulan lalu

    Nelayan Asal Aceh Timur Bakal Dipenjara di Myanmar

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Nelayan asal Aceh Timur Jamaludin Amno yang ditangkap otoritas Myanmar, Selasa (6 November 2018), didakwa melakukan penangkapan ikan ilegal dengan ancaman hukum karungan maksi

  • 11 bulan lalu

    Nelayan Aceh Dilatih Mengolah Tuna

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Sebanyak 25 nelayan di Banda Aceh dan sekitarnya dilatih pengolahan ikan tuna agar kualitas dagingnya dari mulai ditangkap hingga sampai ke daratan tidak menurun.Pelatihan dif

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99