Senin, 20 Nov 2017
  • Home
  • Nasional
  • Ada Dosen dan Mahasiswa yang Jadi Pengurus HTI

Ada Dosen dan Mahasiswa yang Jadi Pengurus HTI

Oleh: Marsot
Kamis, 17 Agu 2017 17:16
BAGIKAN:
istimewa
HTI.
KUPANG (EKSPOSnews): Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Fredrik L Benu mengatakan ada dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi tersebut kedapatan menjadi pengurus Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Ada sekitar lima orang (kalau tidak salah) yang menjadi pengurus ormas HTI yang sudah dilarang oleh pemerintah itu. Saya sudah panggil mereka terkait keterlibatannya dalam HTI," katanya kepada wartawan di Kupang, Kamis 17 Augustus 2017.

Ia menjelaskan saat memanggil para pengurus HTI tersebut, dirinya mengancam akan memecat dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam ormas anti-Pancasila tersebut.

Menurutnya Indonesia adalah bangsa yang majemuk, karena didirikan dari perjuangan pahlawan bangsa dari berbagai etnis dan golongan serta budaya yang berbeda-beda dari Sabang sampai Merauke.

Oleh karena itu, katanya menegaskan, jika masih ada yang menjadi pengurus atau berpihak kepada ormas yang bertentangan dengan Pancasila maka harus dikeluarkan dari kampus Undana dan bila perlu diusir pula dari Indonesia.

Guru besar Undana itu mengatakan keberadaan pengurus HTI di lingkungan civitas akademika tersebut sudah diketahui oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, sehingga dirinya sempat dipanggil untuk menghadap ke Jakarta.

"Saya dan sejumlah rektor dipanggil ke Jakarta. Dan, Menteri mengatakan kalau masih ada pengurus HTI di lingkungan perguruan tinggi maka rektornya yang akan saya pecat terlebih dahulu," katanya.

Oleh karena itu, kata Fredrik Benu, sebelum dirinya dipecat dari jabatan rektor, lebih baik meminta klarifikasi dari mereka terkait dengan keterlibatannya dengan organisasi terlarang itu.

"Saya sudah tanya kepada mereka berlima mengenai komitmennya terhadap Pancasila, UUD 1945 dan NKRI. Saya suruh mereka membuat surat pernyataan bermeterai tentang kesetiaannya kepada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI," ujarnya.

Ia menegaskan siapa pun penganut paham radikalisme dilarang untuk memasuki kampus Undana, karena Undana memiliki ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai suku dan ras yang berbeda di Indonesia.

Hal ini juga ia sampaikan kepada 7.363 mahasiswa baru saat mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-72 di Kupang, Kamis.

"Kalau ada mahasiswa baru yang menganut paham radikal, saya minta saat ini juga angkat kaki dari Undana," demikian Rektor Fredik Benu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Mahasiswa Gelar Parade Teater di Padang

    PADANG (EKSPOSnews): Aliansi Unit Kegiatan Mahasiswa Seni se-Kota Padang, Sumatera Barat, menggelar Parade Teater III pada 17-18 Oktober untuk memperkenalkan seni pertunjukan teater secara lebih dekat

  • satu bulan lalu

    Bentrokan Mahasiswa di Pekanbaru Memalukan

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Pengamat Pendidikan Provinsi Riau Soemardi Taher mengaku sedih dan malu atas peristiwa bentrokan antara mahasiswa Fisipol dan Teknik Universitas Riau pada Kamis (5/10) malam hi

  • 3 bulan lalu

    Kampus yang Minim Mahasiswa Disuruh Merger

    SURABAYA (EKSPOSnews): Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta agar perguruan tinggi atau kampus dengan jumlah mahasiswa kurang dari 1.000 wajib untuk dim

  • 3 bulan lalu

    Mahasiswa Poltek Medan Kunjungan Belajar ke Pelabuhan Belawan

    MEDAN (EKSPOSnews): PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 menerima kunjungan belajar (study visit) dari rombongan mahasiswa Program Pendidikan Satu Tahun (PPST) Ekspor-Impor Politeknik Neg

  • 3 bulan lalu

    Empat Mahasiswa Thailand Ikut dalam English Factory Visit

    KUDUS (EKSPOSnews): Sebanyak 83 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), mengikuti  English Facto

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99