Kamis, 17 Okt 2019

5 Helikopter Siaga di Palembang

Oleh: marsot
Rabu, 27 Feb 2019 19:00
BAGIKAN:
istimewa.
Helikopter.
PALEMBANG (EKSPOSnews): Pangkalan TNI Angkatan Udara Sri Mulyono Herlambang di Palembang menyiagakan lima unit helikopter untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini.

Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SHM) Kolonel Pnb Heri Sutrisno di Palembang, mengatakan sebagian besar helikopter itu berjenis pembom air (waterbombing).

Saat ini status kami sudah siaga, beberapa rapat koordinasi dalam Tim Satgas Penanganan Karhutla mulai sering dilakukan untuk penyiapan sarana dan prasarana, kata Heri yang dijumpai seusai Kuliah Kerja Pasis Seskoau A-105 di Griya Bina Praja Pemerintah Provinsi, Selasa 27 Februari 2019.

Ia mengatakan, Sumsel yang memiliki luas lahan gambut seluas 1,4 juta hektare fokus pada berbagai kegiatan mitigasi untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan pemantauan ini dilakukan secara rutin melalui satelit untuk mengetahui kondisi terkini dari lokasi-lokasi yang selama ini rawan terbakar.

Meski belum menggunakan armada udara untuk memantau langsung, Heri memastikan bahwa kondisi terbaru tidak pernah luput dari pemantauan Tim Satgas Udara.

Semuanya bersifat tentatif. Jika kondisi mendesak, jangankan armada yang ada ini dikerahkan semuanya, kami pun bisa minta tambahan helikopter ke tingkat pusat, kata dia.

Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau yang terjadi sejak Januari hingga Februari 2019 ini terus meluas hingga mencapai 1.136 hektare.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau merilis, Selasa (26/2), angka itu melonjak lebih dari 150 hektare dalam kurun waktu kurang dari 48 jam terakhir.

Kondisi di Riau juga menjadi perhatian Tim Satgas Karhutla Sumsel karena kondisi alamnya yang relatif sama yakni terdiri atas hutan gambut dan lahan perkebunan sawit.

Meski musim kemarau di Sumatera Selatan tahun ini diprediksi terjadi mulai April hingga Oktober 2019, tapi kewaspadaan akan ditingkatkan lebih awal, kata Heri.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    40 Rumah di Kawasan Tua Palembang Terbakar

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Diperkirakan sebanyak 40 rumah di kawasan tua Jalan Pangeran Ing Kenayan, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Gandus, Palembang ludes terbakar dan menimbulkan korban luka.Wakil Ko

  • 4 minggu lalu

    Kualitas Udara di Palembang Bahaya

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Aktivis Walhi Sumatera Selatan menyatakan kualitas udara di Kota Palembang semakin buruk dan kini mencapai level bahaya karena kiriman asap dari kebakaran hutan dan lahan sejum

  • 3 bulan lalu

    Mendukung Pembangunan Jargas di Palembang

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan mendukung program Kementerian Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) membangun 6.034 jaringan gas untuk rumah tangga di kota setempat."Pem

  • 4 bulan lalu

    Menambah Helikopter Pengebom Air ke Riau

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengirim satu helikopter pengebom air guna mengatasi meningkatnya jumlah titik api yang mengindikasikan kebakaran hutan dan

  • 6 bulan lalu

    Kota Tertua di Indonesia Terancam Kehilangan Identitas

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Kota tertua di Indonesia yakni Palembang terancam kehilangan nilai sejarahnya akibat modifikasi dan penghancuran situs-situs peninggalan bersejarah secara masif.Ketua Masyaraka

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99