Kamis, 22 Jun 2017

Wilmar Group Rampas Uang Karyawan

Oleh: Alex
Minggu, 11 Jun 2017 04:52
BAGIKAN:
istimewa
Wilmar Group.
SAMPIT (EKSPOSnews): Oknum pimpinan perusahaan sawit Mustika Sembuluh III yang beroperasi di Kotawaringin Timur, Kalteng, dengan jabatan Human Resources Development (Sumber Daya Manusia/SDM) dinilai merampas uang belasan karyawan.

Salah satu perwakilan karyawan, Supriyadi di Sampit kepada wartawan, mengatakan, selain merampas uang, oknum HRD berinisial MPT tersebut juga memecat secara paksa 14 pekerja.

"Kami dipecat setelah sebelumnya digerebek oleh onum HRD perusahaan saat kami bermain judi dadu di salah satu rumah warga pada Selasa (6/6) lalu," ujarnya, Sabtu 10 Juni 2017.

Supriyadi merasa tidak melanggar aturan perusahaan karena judi dadu dilakukan di salah satu rumah warga dan bukan sarana milik perusahaan.

"Kami akui apa yang kami lakukan memang salah. Namun yang kami sayangkan pemecatan itu dilakukan tidak secara prosedural, seperti surat peringatan atau tindakan lain," ucapnya.

Sebelum dilakukan pemecatan, ke-14 karyawan diancam akan dilaporkan ke polisi. Namun setelah itu karyawan diberikan pilihan, apakah kasus tersebut diselesaikan ke kepolisian atau dipecat.

Para karyawan pun terpaksa menyetujui pemecatan karena takut dipolisikan.

Ke-14 karyawan dipecat secara paksa tersebut tidak mendapatkan haknya, seperti uang pesangan atau lainnya.

Supriyadi menilai pemecatan tersebut sangat merugikan karyawan karena selain tidak mendapat pesangan, uang yang ada di saku dan dompet juga di rampas oknum HRD tersebut.

"Kami proses pemecatan sesuao prosedural perusahaan, dan setidaknya kami di berikan peringatan seperti SP3. Kami juga ingin pihak perusahaan memberikan hak kami, " terangnya yang didampingi Adnan, tokoh masyarakat sekitar perusahaan.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur Rudianur menyayangkan kejadian tersebut dan akan mengumpulkan data terkait kasus yang menimpa 14 karyawan tersebut.

"Kita akan mencari tahu kasus ini, dan jika benar adanya maka kami akan memanggil pihak perusahaan," demikian Rudianur.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak