Jumat, 19 Jan 2018

Uang Suap Penerimaan Polisi di Palembang Membengkak

Oleh: Jallus
Selasa, 04 Apr 2017 05:06
BAGIKAN:
istimewa
Polisi (ilustrasi).
PALEMBANG (EKSPOSnews): Uang suap yang diamankan Tim Propam Mabes Polri dari tersangka suap penerimaan anggota bintara Polri tahun 2016 di lingkungan Polda Sumatera Selatan mengalami peningkatan mencapai Rp6,7 miliar.

"Uang suap yang awalnya dihimpun dari delapan tersangka sekitar Rp4 miliar kini hasil pengembangan dan pemeriksaan terakhir berkembang menjadi Rp6,7 miliar dari 15 tersangka," kata Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto, di Palembang, Senin 3 April 2017.

Menurut dia, pengungkapan kasus dugaan suap penerimaan bintara Polri, bukan hasil operasi tangkap tangan seperti informasi yang beredar dalam sepekan terakhir.

Pengungkapan kasus tersebut merupakan upaya Polda Sumsel untuk menciptakan kegiatan penerimaan anggota Polri baik jalur bintara maupun perwira yang bersih dari praktik suap atau korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Berdasarkan upaya tersebut, tim Bidang Propam Polda Sumsel didukung Propam Mabes Polri berhasil menemukan indikasi penyimpangan dan pelanggaran disiplin anggota Polda Sumsel yang terlibat dalam panitia/proses penyeleksian bintara Polri tahun 2016.

Untuk memberikan peringatan kepada panitia penyeleksian anggota Polri tahun 2017 yang sedang berlangsung sekarang ini, pihaknya melakukan tindakan tegas kepada 15 orang tersangka.

"Setelah melalui proses pemeriksaan Propam Mabes Polri dan Polda Sumsel, 15 anggota polda berpangkat perwira, bintara, dan sipil/PNS yang terindikasi terlibat dalam kasus dugaan suap penerimaan bintara tahun lalu telah dinonjobkan dan dimutasi," ujar Agung.

Dengan dilakukan tindakan tersebut, diharapkan proses penerimaan anggota Polri yang melalui seleksi di Polda Sumsel pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya bisa benar-benar bersih dari praktik suap atau korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Sementara untuk tindakan penegakan hukum dan disiplin lainnya, seluruh anggota dan PNS yang terlibat dalam kasus suap itu akan diproses sidang kode etik, kata kapolda.

Sebelumnya delapan personel Polda Sumatera Selatan menjalani pemeriksaan intensif sejak Rabu (29/3) hingga Jumat (31/3) terkait dugaan pelanggaran disiplin atau Komisi Kode Etik Polri terkait penerimaan anggota bintara Polri pada 2016.

Anggota Polda Sumsel berpangkat perwira dan bintara yang diperiksa Tim Provost/Propam Mabes Polri itu yakni Kabid Dokkes Kombes Pol dr Soesilo Pradoto, Kasubdit Kespol AKBP Saiful, Kaurkes Kompol Mansuri, Kabag Psikologi AKBP Edya Kurnia, Panitia Jasmani AKBP Thoad, Panitia Akademik AKBP Deni Darmapala, Bripka Ismail, Brigadir Lutfi, serta dua sipil/PNS Polda Sumsel yakni Fitri dan Misno.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 20 jam lalu

    Garuda Buka Rute Makassar-Palembang

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk. (Persero) mulai membuka penerbangan rute Makassar-Palembang pulang pergi pada 17 Januari 2018."Alhamdulillah cuaca cukup mendukung

  • satu bulan lalu

    Pemkot Palembang Bantu Usaha Mikro

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Palembang mengucurkan bantuan modal kepada 1.000 usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil menjelang Asian Games XVIII ta

  • satu bulan lalu

    Penjualan Toyota di Palembang Meningkat

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Penjualan mobil merek Toyota di Palembang, Sumatera Selatan mencatat pertumbuhan cukup mengembirakan sepanjang tahun 2017 yakni 5,0 persen meski daerah ini masih dipengaruhi pe

  • 2 bulan lalu

    Pembangunan LRT Palembang Hampir Rampung

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pembangunan "light rail transit (LRT) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, sudah mencapai 72 persen, kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri."Kami

  • 2 bulan lalu

    Penderita HIV/AIDS di Palembang Mengkawatirkan

    PLEMBANG (EKSPOSnews): Komisi Penanggulangan AIDS Kota Palembang, Sumatera Selatan, mencatat 900 orang lebih terjangkit virus HIV dan dinyatakan positif AIDS hingga November 2017."Data penderita Human

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99