Sabtu, 23 Jun 2018

Tak Ada Peningkatan Tenaga Kerja Asing di Sumsel

Oleh: alex
Selasa, 01 Mei 2018 03:27
BAGIKAN:
istimewa.
Tenaga Kerja Asing (TKA).
PALEMBANG (EKSPOSnews): Dinas Ketenagakerjaan Palembang, Sumatera Selatan tidak menemukan peningkatan jumlah tenaga kerja asing di kota setempat sepanjang 2018 sebagaimana yang dikhawatirkan masyarakat.

"Berdasarkan hasil pengawasan di sejumlah perusahaan hingga April 2018 tercatat sekitar 200 Tenaga Kerja Asing (TKA), dari data tersebut tidak terdeteksi terjadi peningkatan drastis jumlah TKA yang masuk ke kota ini," kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Palembang, Edison, di Palembang, Senin 30 April 2018.

Menurut dia, tenaga kerja asing yang bekerja di sejumlah perusahaan di kota ini sebagian besar berasal dari kawasan Asia Tenggara seperti Tiongkok dan Malaysia.

Pekerja asing tersebut masuk ke Palembang sesuai dengan ketentuan karena selain merupakan tenaga ahli mereka memiliki izin resmi dan memenuhi kewajibannya membayar retribusi.

Para TKA itu bekerja sebagai tenaga ahli di perusahaan pengolahan karet, pengajar di lembaga pendidikan informal/tempat kursus bahasa asing, dan bekerja di proyek kereta api ringan (LRT).

Untuk mencegah masuknya TKA secara tidak resmi atau tidak sesuai dengan ketentuan, pihaknya secara rutin melakukan pengawasan di sejumlah perusahaan yang biasa mempekerjakan orang asing.

Selain itu, pihaknya juga mengharapkan bantuan dari semua pihak dan lapisan masyarakat untuk melaporkan kepada pihaknya jika mengetahui adanya perusahaan yang mempekerjakan TKA secara ilegal/tidak resmi agar bisa dilakukan tindakan penertiban sesuai dengan UU Ketenagakerjaan dan Keimigrasian, kata Edison.

Sementara sebelumnya Kepala Seksi Pengembangan Tenaga Kerja Disnaker Provinsi Sumatera Selatan Ahmad Sukrie mengatakan jumlah TKA yang bekerja di sejumlah perusahaan di wilayah provinsi ini berdasarkan data hingga Maret 2018 mencapai 1.030 orang.

Tenaga Kerja Asing (TKA) itu tersebar di sejumlah perusahaan seperti perusahaan minyak dan gas, energi, pengolahan karet, lembaga kursus bahasa asing, serta perusahaan perkebunan, ujarnya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Remaja Menikah Dini di Sumsel Tinggi

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Jumlah remaja usia 15-19 tahun yang sudah menikah dan melahirkan masih tergolong tinggi di Sumatera Selatan karena dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan budaya setempat.Kepala B

  • satu bulan lalu

    Pemerintah Perketat Tenaga Kerja Asing

    PADANG (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, setelah salah seorang masyarakat mempertanyakannya

  • satu bulan lalu

    Densus 88 Buru Komplotan JAD di Sumsel

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri memburu enam orang komplotan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sumatera Selatan saat penggerebekan pada beberapa waktu lalu.

  • 2 bulan lalu

    Ribuan Tenaga Kerja Asing Bekerja di Indonesia Morowali Industrial Park

    PALU (EKSPOSnews): Media Relation PT Indonesia Morowali Industrial Park Dedi Kurniawan mengungkapkan sekitar tiga ribu tenaga kerja asing bekerja di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah."Selai

  • 3 bulan lalu

    Polda Sumsel Pecat 25 Anggota

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Sumatera Selatan sepanjang 2017 hingga April 2018 ini telah melakukan pemecatan terhadap 25 oknum anggota dari berbagai kesatuan karena terbukti terlibat kasu

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99