Rabu, 22 Nov 2017

Sumbar Butuh Guru dan Akuntan

Oleh: Jallus.
Senin, 30 Okt 2017 11:52
BAGIKAN:
istimewa.
Guru (ilustrasi).
PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membutuhkan 3.105 tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengisi kebutuhan guru dan akuntan untuk mendampingi nagari penerima dana desa.

"Kebutuhan mendesak itu untuk tenaga guru dan akuntan. Kalau moratorium ASN dihentikan. Kita usulkan kebutuhan ini," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit dihubungi dari Padang, Senin 29 Oktober 2017.

Ia mengatakan itu terkait kemungkinan dihentikannya moratorium penerimaan ASN pada 2018.

Menurut dia, tenaga guru penting, sebagai salah satu faktor pendukung meningkatkan kualitas pendidikan di daerah itu. Berdasarkan evaluasi kebutuhan guru mencapai 2.182 orang.

Sementara tenaga akuntan penting untuk menjamin pengelolaan keuangan dana desa yang baik dan transparan pada 923 desa penerima dana bantuan itu, agar tidak ada penyelewengan.

"Pascapenarikan kewenangan SMA/SMK ke provinsi, kita melaksanakan sejumlah kebijakan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan," kata dia.

Upaya itu diantaranya melakukan evaluasi dan pemetaan potensi kepala sekolah SMA/SMK. Hal itu dilakukan agar sekolah dipimpin oleh kepala yang memiliki kapasitas yang baik untuk pengembangan pendidikan.

Selanjutnya kebutuhan guru juga harus dipenuhi dengan cara penambahan jumlah guru.

Sementara meningkatnya anggaran dana desa atau nagari setiap tahun, membutuhkan pengelolaan yang profesional dan transparan. Hal itu bisa diharapkan dengan bantuan tenaga akuntan.

Namun saat ini tenaga tersebut masih sangat minim di Sumbar, sedangkan desa dan nagari penerima dana desa pada 2018 mencapai 923 desa.

Selain itu, menurut Nasrul Abit, tenaga ASN di pemerintahan provinsi juga butuh penambahan karena sejak moratorium dilaksanakan lima tahun terakhir, setidaknya ada 1500 ASN Sumbar yang pensiun.

"Rata-rata setiap tahun ada 300 ASN yang pensiun, karena itu wajar jika dibutuhkan tenaga tambahan," kata dia.

Ia menyebutkan secara lisan Menteri PANRB, Asman Abnur pernah menyampaikan moratorium ASN akan dihentikan pada 2018. Namun, hal itu belum bisa dipastikan karena tidak secara tertulis.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Teluk Bayur Pintu Wisata Sumbar

    PADANG (EKSPOSnews): Pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang, Sumatera Barat, berpotensi sebagai gerbang pariwisata provinsi itu terutama untuk kapal pesiar, kata pejabat Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Di

  • satu minggu lalu

    Membangun Ikon Wisata Sumbar

    PADANG (EKSPOSnews): Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit mendorong daerah itu untuk memiliki ikon wisata yang siap secara konsep dan infrastruktur hingga benar-benar mampu menjadi daya tarik ba

  • 2 minggu lalu

    Pertamina Bantu Sekolah di Sumbar

    PARIAMAN (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I memberikan program Corporate Social Responsibility (CSR) bidang pendidikan kepada SMA Negeri 2 Batang Anai, Pariaman, Sumater

  • satu bulan lalu

    Sumbar Harus Mampu Gaet Investor

    PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumatera Barat harus bisa memanfaatkan investor 15 negara yang hadir dalam "Regional Invesment Forum" di Padang 15-17 Oktober 2017 agar berinvestasi di daerah

  • satu bulan lalu

    Sumbar Dukung Pemanfaatan Tananam Obat Herbal

    PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumbar mendukung pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan akupresur di daerah itu, agar masyarakat bisa mengatasi penyakit ringan secara mandiri tanpa haru

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99