Minggu, 27 Mei 2018

Sumbar Butuh Guru dan Akuntan

Oleh: Jallus.
Senin, 30 Okt 2017 11:52
BAGIKAN:
istimewa.
Guru (ilustrasi).
PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membutuhkan 3.105 tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengisi kebutuhan guru dan akuntan untuk mendampingi nagari penerima dana desa.

"Kebutuhan mendesak itu untuk tenaga guru dan akuntan. Kalau moratorium ASN dihentikan. Kita usulkan kebutuhan ini," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit dihubungi dari Padang, Senin 29 Oktober 2017.

Ia mengatakan itu terkait kemungkinan dihentikannya moratorium penerimaan ASN pada 2018.

Menurut dia, tenaga guru penting, sebagai salah satu faktor pendukung meningkatkan kualitas pendidikan di daerah itu. Berdasarkan evaluasi kebutuhan guru mencapai 2.182 orang.

Sementara tenaga akuntan penting untuk menjamin pengelolaan keuangan dana desa yang baik dan transparan pada 923 desa penerima dana bantuan itu, agar tidak ada penyelewengan.

"Pascapenarikan kewenangan SMA/SMK ke provinsi, kita melaksanakan sejumlah kebijakan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan," kata dia.

Upaya itu diantaranya melakukan evaluasi dan pemetaan potensi kepala sekolah SMA/SMK. Hal itu dilakukan agar sekolah dipimpin oleh kepala yang memiliki kapasitas yang baik untuk pengembangan pendidikan.

Selanjutnya kebutuhan guru juga harus dipenuhi dengan cara penambahan jumlah guru.

Sementara meningkatnya anggaran dana desa atau nagari setiap tahun, membutuhkan pengelolaan yang profesional dan transparan. Hal itu bisa diharapkan dengan bantuan tenaga akuntan.

Namun saat ini tenaga tersebut masih sangat minim di Sumbar, sedangkan desa dan nagari penerima dana desa pada 2018 mencapai 923 desa.

Selain itu, menurut Nasrul Abit, tenaga ASN di pemerintahan provinsi juga butuh penambahan karena sejak moratorium dilaksanakan lima tahun terakhir, setidaknya ada 1500 ASN Sumbar yang pensiun.

"Rata-rata setiap tahun ada 300 ASN yang pensiun, karena itu wajar jika dibutuhkan tenaga tambahan," kata dia.

Ia menyebutkan secara lisan Menteri PANRB, Asman Abnur pernah menyampaikan moratorium ASN akan dihentikan pada 2018. Namun, hal itu belum bisa dipastikan karena tidak secara tertulis.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • kemarin

    BNNP Sumbar Tangkap Pengedar Sabu Jaringan Lintas Provinsi

    PADANG (EKSPOSnews): Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat (Sumbar), menangkap seorang pria bernama Edo Permana Putra (39) yang diduga sebagai pengedar sabu-sabu jaringan lintas prov

  • 6 hari lalu

    Joko Widodo Bagikan Sertifikat di Sumatera Barat

    PADANG (EKSPOSnews): Presiden RI Joko Widodo membagikan 510 sertifikat tanah wakaf untuk masjid, mushalla dan lembaga pendidikan yang ada di Sumatera Barat (Sumbar) dalam kunjungan kerja ke Padang, Se

  • 6 hari lalu

    Perhatian Presiden Terhadap Pendidikan di Padang Tinggi

    PADANG (EKSPOSnews): Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri menilai perhatian Presiden RI Joko Widodo tinggi terhadap dunia pendidikan di Sumatera Barat, salah satu contohnya dengan meresmikan

  • 3 minggu lalu

    IDI Sumbar Periksa Ribuan Penyandang Disabilitas

    PADANG (EKSPOSnews): Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Sumatera Barat berhasil mendapatkan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia karena memecahkan rekor pemeriksaan kesehatan 1.100 penyandang disabil

  • 4 minggu lalu

    Tambang Ilegal Marak di Sumbar

    PADANG (EKSPOSnews): Tambang galian C dan emas tanpa izin masih marak berlangsung di Sumatera Barat, sehingga dikhawatirkan bisa merusak lingkungan jika tidak diantisipasi sejak awal."Hampir dari selu

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99