Rabu, 18 Sep 2019

Sabah Butuh Ratusan Ribu Pekerja Asing

Oleh: Jallus
Rabu, 01 Mei 2019 07:20
BAGIKAN:
istimewa.
Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
KINIBALU (EKSPOSnews): Pemerintah Negeri Sabah Malaysia masih memetakan kebutuhan pekerja asing setelah pemberlakuan deregulasi atau pemutihan bagi pekerja asing yang dikeluarkan Jabatan Imigrasi Malaysia (JIM), kata Staf Teknis Imigrasi Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu, M Soleh.

Ia menjelaskan bahwa ada informasi Sabah membutuhkan sebanyak 200.000 orang asal Indonesia dan Filipina. "Saya dapat informasi di Sabah membutuhkan sekitar 200.000 pekerja asing. Tetapi masih dikalkulasi kuotanya oleh Pemerintah Sabah," ujar dia, Selasa 30 April 2019.

Mengenai deregulasi tersebut, dia katakan, memang pendaftaran dimulai bulan Juni 2018 maka saat ini masih dikoordinasikan dengan pemilik perusahaan atau majikan perladangan kelapa sawit dan perkebunan ataupun pertanian. Jika, kuota kebutuhan ini benar maka dipastikan pekerja asal Indonesia akan memperoleh perlindungan hukum yang sah.

Sebagaimana diketahui, jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Negeri Sabah sebagian besar di ladang kelapa sawit dan masih banyak yang belum memiliki dokumen keimigrasian yang sah (paspor). "Namun, jumlah kebutuhan pekerja asing tersebut belum final karena memang masih dalam tahap koordinasi Pemerintah Negeri Sabah dengan para majikan," ungkap Soleh.

Surat edaran yang diterbitkan JIM pada awal Maret 2019 lalu, memang ditekankan hanya membutuhkan pekerja asing dari dua negara yakni Indonesia dan Filipina dengan ketentuan telah bekerja di Negeri Sabah sebelum 1 Januari 2019.

Langkah yang dilakukan Pemerintah Negeri Sabah dengan melakukan deregulasi sebagai antisipasi semakin berkurangnya pekerja asing utamanya di ladang-ladang kelapa sawit. Oleh karena itu, Imigrasi KJRI Kota Kinabalu tentunya perlu mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk memperlancar pelayanan nantinya.

Deregulasi pekerja asing ini mulai berlaku 1 April 2019 hingga 31 September 2019 maka seluruh perusahaan yang menggunakan pekerja asing sedang melakukan pendataan termasuk kebutuhannya untuk dilaporkan kepada pemerintah negara bagian timur Malaysia ini.

Soleh menambahkan jika benar kuota yang dibutuhkan sebanyak 200.000 orang maka tentunya peluang bagi WNI sangat besar untuk mendapatkan paspor yang langsung dijamin oleh majikan masing-masing.

Kepemilikan paspor yang dijamin oleh WNI untuk bekerja di Negeri Sabah pun akan terlindungi dan mendapatkan hak-haknya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Anak TKI di Sabah Dapat Beasiswa

    SABAH (EKSPOSnews): Tahun ajaran 2019-2020, Pemerintah Indonesia menggelontorkan beasiswa pendidikan kepada 500 anak warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Negeri Sabah dam Sarawak Malaysia untu

  • 6 bulan lalu

    Nasabah Bank Jateng Diadukan ke Polisi

    SEMARANG (EKSPOSnews): Bank Jateng mengadukan nasabahnya yang merupakan sepasang suami istri atas dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 3 tahun 2011 tentang transfer dana yang merugikan BUMD itu seki

  • tahun lalu

    Uang Tabungan Nasabah Bank Mandiri Dikuras

    KARAWANG (EKSPOSnews): Seorang nasabah Bank Mandiri di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, rugi puluhan juta karena saldo tabungan dalam rekeningnya secara tiba-tiba hilang."Jumlah tabungan yang tiba-tiba

  • tahun lalu

    Pemerintah Perketat Tenaga Kerja Asing

    PADANG (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, setelah salah seorang masyarakat mempertanyakannya

  • tahun lalu

    Usut Dalang Pelaku Utama Pembobol Nasabah BRI di Nias

    GUNUNGSITOLI (EKSPOSnews): Penyidik Polres Nias terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku utama pembobol uang nasabah di Bank BRI Kantor Kas Lotu, Kabupaten Nias Utara.Kapolres Nias melalui

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99