Rabu, 22 Nov 2017

Pengiriman TKI Agar Dikelola Pemerintah

Oleh: alex
Rabu, 01 Nov 2017 05:41
BAGIKAN:
istimewa.
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.
MALANG (EKSPOSnews):Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F Sompie mengusulkan agar pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan TKW ke luar negeri ditangani oleh pemerintah seperti halnya pengelolaan haji.

"Keberadaan TKI/TKW di sejumlah negara tujuan telah memberikan devisa terbesar bagi negara, namun kenapa porsi perhatiannya tidak seperti pengelolaan haji. Oleh karena itu, kami mengusulkan TKI/TKW ini dikelola langsung oleh pemerintah," kata Ronny saat memberikan kuliah tamu di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB) Malang di Malang, Jawa Timur, Selasa 31 Oktober 2017.

Ia mengaku sudah beberapa kali mengusulkan wacana tersebut kepada pemerintah, namun belum direspon. "Oleh karena itu, saya mendorong akademisi dari UB ini untuk membuat tulisan yang mengarah pada usulan sebagai proses pengelolaan TKI/TKW oleh pemerintah," ujarnya.

Menyinggung mulai banyaknya tenaga kerja asing di Indonesia, Ronny mengatakan pengawasan terhadap tenaga kerja asing menjadi fokus dan kewenangan Kementrian Tenaga Kerja (Kemenaker). Sedangkan tugas Dirjen Imigrasi hanya sebatas mengawasi izin yang mereka miliki. Begitu pula bagi WNI yang berangkat menjadi tenaga kerja di luar negeri.

Paspor sebagai identitas WNI ketika berada di luar negeri, katanya, bisa dicabut jika pemegang paspor tersebut melakukan hal yang membahayakan bagi dirinya, orang lain maupun negara. Sampai saat ini ada 4.000 pemohon paspor yang ditunda penerbitannya karena untuk memberikan perlindungan sesuai kebijakan Dirjen Imigrasi.

Menurut dia, paspor bukan semata-mata sebagai hak, tujuan penggunaan paspor itu juga harus jelas. Jika untuk bekerja, syaratnya harus lengkap dan sesuai persyaratan yang ditetapkan. Tidak sedikit WNI yang bekerja di luar negeri, namun tidak mengantongi visa pekerja.

Sementara itu, mulai maraknya keberadaan tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia menjadi kekhawatiran bagi Wakil Dekan 1 FH UB Dr Prija Jatmika. "Keberadaan tenaga kerja asing yang mulai membanjiri negeri ini harusnya menjadi alarm peringatan bagi warga Indonesia," katanya.

Menurut dia, keberadaan tenaga kerja asing ini akan membuat peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia semakin sempit sementara tenaga kerja asing mulai menguasai. "Sebenarnya jika Indonesia makmur, bekerja saja di negeri sendiri, tidak perlu sampai ke luar negeri," ucapnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99