Jumat, 21 Jul 2017

Mengembangkan Balai Latihan Kerja di Malaysia

Oleh: Alex
Kamis, 18 Mei 2017 15:36
BAGIKAN:
istimewa
Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
JAKARTA (EKSPOSnews): Dubes RI untuk Malaysia Rusdi Kirana memprogramkan pengembangan balai latihan kerja di negara itu untuk melatih tenaga kerja Indonesia.

"Kami mau membuka balai latihan supaya TKI kita sebelum kembali ke Indonesia, baik karena ada masalah atau sambil menunggu urusan administrasi kami coba latih mereka," kata Rusdi Kirana usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Kamis 18 Mei 2017.

Rusdi menyebutkan jumlah warga negara Indonesia di Negeri Jiran yang jumlahnya banyak menjadi alasan bagi dirinya untuk menjadi Dubes RI untuk Malaysia.

"Itulah salah satu alasan yang saya pikir saya lebih baik di Malaysia untuk membantu mereka," katanya.

Ia juga mengatakan dirinya juga akan memprogramkan agar anak-anak TKI di Malaysia tetap dapat memperoleh pendidikan.

"Mereka punya keluarga, mereka ingin anak-anaknya tetap bisa sekolah," katanya.

Rusdi berharap dengan pengembangan latihan kerja maka mereka tidak berpikiran untuk kembali ke Malaysia.

"Kami upayakan mereka membuka UKM, Kami sudah bicara dengan BRI untuk memberikan pendanaannya dan Lion Group dalam hal ini mau memberikan jaminan atas pinjaman mereka," katanya.

Menurut dia, produk yang mereka buat bisa dipasarkan di daerah tujuan wisata.

"Kami sudah buka di Manado di mana turis yang masuk ke Manado itu tiap tahun naik 400 persen. Produk UKM yang dibuat mantan migran itu diharapkan bisa dijual di Manado dan dibeli oleh turis yang berkunjung ke Manado," katanya.

Mengenai program perlindungan TKI, Rusdi mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Pemerintah Malaysia.

"Kami berusaha memberi perlindungan semaksimal mungkin kepada mereka, tergantung kasus per kasus," katanya.

Sementara terhadap TKI ilegal, Rusdi mengatakan akan mencoba memasukkan mereka ke balai latihan kerja dengan harapan mereka bisa kembali ke Tanah Air.

"Dan kami pastikan di Indonesia mereka memiliki usaha UKM, kami hubungkan dengan BRI atau lainnya," katanya.

Sementara mengenai pengamanan batas negara, Rusdi mengatakan akan bekerja sama dengan TNI dan Polri.

Ketika ditanya terkait kasus Siti Aisiah apakah ada arahan dari Presiden atau Menlu, Rusdi mengatakan sementara ini belum ada.

Sedangkan mengenai posisinya di Dewan Pertimbangan Presiden, Rusdi mengatakan akan melepas posisi tersebut.

"Saya lepas, siapa penggantinya merupakan kewenangan Presiden," katanya.

Ia menyebutkan akan bertolak ke Kuala Lumpur setelah Lebaran 2017. "Nanti habis Lebaran atau Juni nanti," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 12 jam lalu

    BNN Sita Sabu Asal Malaysia

    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Narkotika Nasional bersama Bea dan Cukai menyita narkoba jenis sabu-sabu asal Malaysia seberat 45,59 kilogram di Pantai Cermin, Sumatera Utara, Sabtu (15/7)."Sabu-sabu yang

  • kemarin

    SAR Sabang Evakuasi Turis Malaysia

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Tim Search and Rescue (SAR) Sabang, Provinsi Aceh melakukan evakuasi seorang turis asal Malaysia dalam kondisi kritis menuju rumah sakit di Banda Aceh.Evakuasi berlangsung di

  • 2 minggu lalu

    4 Nelayan Langkat Ditahan Polisi Malaysia

    STABAT (EKSPOSnews): Empat nelayan tradisional asal Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang sedang melaut ditangkap polisi maritim Malaysia dan kini berada di penjara Pulau Penang.

  • 3 minggu lalu

    Imigrasi Malaysia Razia Pekerja Ilegal

    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Jawatan Imigrasi Malaysia bakal melakukan razia terhadap pekerja ilegal atau Pekerja Asing Tanpa Izin (PATI) di seluruh negara bagian secara besar-besaran mulai Jumat 30 Jun

  • satu bulan lalu

    RPH Medan Kerja Sama dengan Malaysia

    MEDAN (EKSPOSnews): Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan Pemkot Medan melakukan kerja sama dengan Electronic Fertilizer And Agro Base R And D, Malaysia, dalam upaya memasok sapi dan kambing guna memen

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak