Minggu, 15 Des 2019

Masyarakat Indonesia Lebih Nyaman Jadi Kuli

Oleh: Jallus
Minggu, 28 Apr 2019 12:17
BAGIKAN:
istimewa.
Karyawan.
MEDAN (EKSPOSnews): Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Direktorat Kemahasiswaan Ditjen Belmana -Kemristekdikti Ismet Yus Putra mengatakan kebanyakan masyarakat Indonesia lebih nyaman menjadi seorang pekerja dan karyawan.

"Haya sedikit masyarakat yang mau berwirausaha dikarenakan tuntutan keluarga yang memerlukan penghidupan yang lebih jelas, tidak berani mengambil resiko dan takut akan kegagalan," kata Ismet, di depan ratusan mahasiswa Universitas Negeri Medan yang mengikuti sosialisasi proposal Program Kewirausahaan Mahasiswa (PMW) di bidang Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) Tahun 2019, di Gedung Digital Library Unimed.

Dari 267 juta masyarakat Indonesia, menurut dia, hanya 3,24 persen yang memilih untuk berwirausaha. "Sebanyak 6,6 juta pengangguran Indonesia membutuhkan lapangan kerja," ujar Ismet di Medan pekan ini.

Ia menyebutkan, wirausaha adalah satu solusi untuk mengurangi pengangguran di Indonesia. Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia ini bertujuan menumbuhkan karakter wirausaha untuk mengembangkan usaha didukung dengan modal yang diberikan, dan pendampingan secara terpadu, serta menumbuhkembangkan wirausaha baru kreatif yang inovatif.

"Produk kreatif yang inovatif harus memiliki tiga syarat yaitu lebih murah, lebih mudah dan lebih bermanfaat sehingga nantinya, usaha yang dikembangkan memiliki nilai lebih, serta berdaya saing," katanya.

Sementara, Ketua Pelaksana Pardomuan Nauli Josip Mario Sinambela,MPd, mengatakan kegiatan ini diikuti sebanyak 250 mahasiswa dari Fakultas di Universitas Negeri Medan (Unimed).

Tahapan yang dilakukan, menurut dia, yaitu sosialisasi PMW, KBMI, penyusunan proposal, diawali dengan penyiapan proposal program KBMI oleh mahasiswa bersama dosen pendamping yang mengacu kepada kategori yang sudah ditetapkan, yaitu industri makanan dan minuman, industri jasa dan perdagangan, industri teknologi, industri kreatif atau industri produksi/budidaya.

Selanjutnya, proposal diseleksi dan dievaluasi, proposal yang lulus kemudian diberikan modal usaha, pendampingan PMW, melakukan monitoring dan evaluasi.

"Nantinya, peserta yang lolos dan terbaik akan mengikuti KMI Expo di Politeknik Batam," katanya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99