Senin, 24 Sep 2018

Kemnaker Siapkan Tanaga Kerja untuk Blok Masela

Oleh: Jallus
Selasa, 08 Agu 2017 04:07
BAGIKAN:
istimewa
Kemnaker Hanif Dakhiri.
AMBON (EKSPOSnews): Kementerian Tenaga Kerja masih mengkaji rencana strategis untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) pada proyek pengelolaan Blok Masela di Maluku.

"Saat ini masih dilakukan kajian atas inisiatif Litbang Kementerian Ketenagakerjaan terkait rencana strategis untuk memenuhi kebutuhan SDM yang akan bekerja di proyek pengelolaan Blok Masela," kata Manager Communication and Relations Inpex Corporation Usman Slamet di Ambon, Senin 7 Augustus 2017.

Ia mengatakan, kebutuhan beberapa keahlian bidang tenaga kerja diperlukan guna menunjang proyek pengembangan lapangan gas abadi Blok Masela.

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Inpex melakukan kerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja untuk mendapatkan rekomendasi terkait jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.

"Kami berharap kajian yang dilakukan ini akan memberikan jawaban atau rekomendasi yang tuntas mengenai jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, pada tahap apa dan bidang keahlian apa yang dibutuhkan," katanya.

Kajian yang dilakukan juga terkait bentuk kewirausahaan yang didukung untuk menunjang proyek pengembangan lapangan gas abadi Blok Masela.

"Kami tunggu hasil kajian apakah akan memberikan info yang akurat, tetapi mengenai jumlahnya menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan," ujarnya.

Disinggung peran anak daerah Maluku, Usman menjelaskan, kegiatan pengeboran dilakukan di tengah laut dan membutuhkan keahlian khusus. Dari sisi pengeboran Inpex mempercayakan kepada pihak ketiga yang ahli dalam bidang pengeboran sumur migas di laut dalam.

"Yang terjadi saat periode sebelumya ada beberapa kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dengan melibatkan tenaga kerja lokal," katanya.

Ia mengakui, proyek Blok Masela sebenarnya telah dimulai sejak 1998 dan dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak, pada 2000 ditemukan cadangan gas di Masela, tetapi sampai saat ini belum dilanjutkan.

Sejak penandatanganan kontrak lanjutnya, belum banyak kegiatan yang dilakukan karena masih dalam proses eksplorasi pencarian belum tahap konstruksi.

"Kami tetap berupaya memberikan prioritas bagi anak daerah, karena untuk apa mencari pekerja yang jauh jika ada tenaga lokal yang memenuhi kompetensi," kata Usman.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Indonesia Siap Kirim Tenaga Kerja Pengasuh ke Hong Kong

    JAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir dalam pertemuan dengan Menteri Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Hong Kong Law Chi-Kong, menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan tena

  • 4 bulan lalu

    Tenaga Kerja Ilegal Indonesia Ditahan Imigrasi Malaysia

    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Jumlah tenaga kerja Indonesia ilegal yang ditahan Jabatan Imigrasi Malaysia (JIM) terhitung per 1 Januari 2018 hingga 24 Mei mencapai 6.315 orang atau menempati urutan terti

  • 4 bulan lalu

    Pemerintah Perketat Tenaga Kerja Asing

    PADANG (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, setelah salah seorang masyarakat mempertanyakannya

  • 5 bulan lalu

    Tak Ada Peningkatan Tenaga Kerja Asing di Sumsel

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Dinas Ketenagakerjaan Palembang, Sumatera Selatan tidak menemukan peningkatan jumlah tenaga kerja asing di kota setempat sepanjang 2018 sebagaimana yang dikhawatirkan masyaraka

  • 5 bulan lalu

    Ribuan Tenaga Kerja Asing Bekerja di Indonesia Morowali Industrial Park

    PALU (EKSPOSnews): Media Relation PT Indonesia Morowali Industrial Park Dedi Kurniawan mengungkapkan sekitar tiga ribu tenaga kerja asing bekerja di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah."Selai

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99