Rabu, 22 Nov 2017

Isu Suap dalam Penetapan Calon Hakim

Oleh: alex
Selasa, 07 Nov 2017 09:33
BAGIKAN:
istimewa.
Tes calon hakim.
JAKARTA (EKSPOSnews): Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM), Oce Madril menilai Mahkamah Agung (MA) harus mengambil tindakan tegas terkait informasi adanya jual beli kursi hakim dalam seleksi calon hakim 2017.

"MA perlu mengambil tindakan tegas untuk informasi ini, karena ini menyangkut sistem seleksi yang harus berintegritas," ujar Oce ketika dihubungi di Jakarta, Selasa 7 November 2017.

Menurutnya bila publik mempertanyakan proses dalam seleksi hakim ini, berarti publik sudah tidak sepenuhnya percaya dengan sistem peradilan dan integritas di dalamnya.

"Memang tidak seluruh proses seleksi ini bermasalah, tapi isu jual beli kursi ini perlu ditindak lanjuti oleh MA, sekecil apapun info yang beredar MA harus bertindak," tambah Oce.

Lebih lanjut Oce mengatakan bahwa sebelum seleksi dilakukan, pihaknya telah memberikan kritik terhadap MA yang menurutnya terlalu terburu-buru dalam melaksanakan seleksi calon hakim.

"Karena langkah ini berpotensi memunculkan perilaku koruptif," ujar Oce.

Menurut Oce tahap awal seleksi calon hakim ini dilakukan dengan jauh lebih baik karena bersifat objektif dengan menggunakan sistem komputerisasi.

Namun kemudian Oce mempertanyakan tahap tengah dan akhir dari seleksi yang menurutnya sepenuhnya berada di tangan MA.

Oce berpendapat MA belum sepenuhnya melibatkan pihak lain dalam panitia seleksi yang seharusnya dapat dilibatkan dalam seleksi calon hakim ini.

Terlibatnya Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), serta akademisi perguruan tinggi dalam seleksi calon hakim ini, dinilai Oce tidak cukup substansial.

Sebelumnya tersiar kabar bahwa terdapat oknum-oknum yang mengatasnamakan lembaga Mahkamah Agung, dengan menjanjikan kursi jabatan hakim bagi peserta Seleksi Calon Hakim 2017, dengan imbalan sebesar Rp600 juta.

Terkait dengan hal ini, MA melalui Sekretaris MA Achmad Setyo Pudjoharsoyo menegaskan bahwa proses seleksi calon hakim 2017 tidak memungkinkan untuk terjadinya suap, karena proses dan penilaian yang dinilai ketat.

MA juga menjamin bahwa seluruh proses seleksi calon hakim 2017 ini dilaksanakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    MA Luluskan 1.607 Calon Hakim

    JAKARTA (EKSPOSnews): Mahkamah Agung (MA) mengumumkan sebanyak 1.607 peserta dinyatakan lulus seleksi calon hakim 2017 di lingkungan MA sebagaimana dikatakan oleh Sekretaris MA Acmad Setyo Pudjoharsoy

  • 3 minggu lalu

    Pengumuman Kelulusan SKB Calon Hakim Ditunda

    JAKARTA (EKSPOSnews): Mahkamah Agung (MA) menunda mengumumkan kelulusan akhir Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) calon hakim 2017 di lingkungan MA sebagaimana tertera dalam pengumuman yang ditandatangani

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99