Jumat, 21 Jul 2017

Ini Buktinya Masuk Polisi Harus Bayar

Oleh: Alex
Senin, 03 Apr 2017 23:37
BAGIKAN:
istimewa
Polisi (ilustrasi).
PALEMBANG (EKSPOSnews): Uang suap yang diamankan Tim Propam Mabes Polri dari tersangka suap penerimaan anggota bintara Polri tahun 2016 di lingkungan Polda Sumatera Selatan mengalami peningkatan mencapai Rp6,7 miliar.

"Uang suap yang awalnya dihimpun dari delapan tersangka sekitar Rp4 miliar kini hasil pengembangan dan pemeriksaan terakhir berkembang menjadi Rp6,7 miliar dari 15 tersangka," kata Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto, di Palembang, Senin 3 April 2017.

Menurut dia, pengungkapan kasus dugaan suap penerimaan bintara Polri, bukan hasil operasi tangkap tangan seperti informasi yang beredar dalam sepekan terakhir.

Pengungkapan kasus tersebut merupakan upaya Polda Sumsel untuk menciptakan kegiatan penerimaan anggota Polri baik jalur bintara maupun perwira yang bersih dari praktik suap atau korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Berdasarkan upaya tersebut, tim Bidang Propam Polda Sumsel didukung Propam Mabes Polri berhasil menemukan indikasi penyimpangan dan pelanggaran disiplin anggota Polda Sumsel yang terlibat dalam panitia/proses penyeleksian bintara Polri tahun 2016.

Untuk memberikan peringatan kepada panitia penyeleksian anggota Polri tahun 2017 yang sedang berlangsung sekarang ini, pihaknya melakukan tindakan tegas kepada 15 orang tersangka.

"Setelah melalui proses pemeriksaan Propam Mabes Polri dan Polda Sumsel, 15 anggota polda berpangkat perwira, bintara, dan sipil/PNS yang terindikasi terlibat dalam kasus dugaan suap penerimaan bintara tahun lalu telah dinonjobkan dan dimutasi," ujar Agung.

Dengan dilakukan tindakan tersebut, diharapkan proses penerimaan anggota Polri yang melalui seleksi di Polda Sumsel pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya bisa benar-benar bersih dari praktik suap atau korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Sementara untuk tindakan penegakan hukum dan disiplin lainnya, seluruh anggota dan PNS yang terlibat dalam kasus suap itu akan diproses sidang kode etik, kata kapolda.

Sebelumnya delapan personel Polda Sumatera Selatan menjalani pemeriksaan intensif sejak Rabu (29/3) hingga Jumat (31/3) terkait dugaan pelanggaran disiplin atau Komisi Kode Etik Polri terkait penerimaan anggota bintara Polri pada 2016.

Anggota Polda Sumsel berpangkat perwira dan bintara yang diperiksa Tim Provost/Propam Mabes Polri itu yakni Kabid Dokkes Kombes Pol Soesilo Pradoto, Kasubdit Kespol AKBP Saiful, Kaurkes Kompol Mansuri, Kabag Psikologi AKBP Edya Kurnia, Panitia Jasmani AKBP Thoad, Panitia Akademik AKBP Deni Darmapala, Bripka Ismail, Brigadir Lutfi, serta dua sipil/PNS Polda Sumsel yakni Fitri dan Misno.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Bea Cukai Kepulauan Riau Musnahkan Barang Sitaan

    KARIMUN (EKSPOSnews): Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau memusnahkan berbagai jenis barang sitaan dari beberapa kapal yang melakukan tindak pidana penyelundupan senilai

  • 5 bulan lalu

    Densus Amankan Barangbukti dari Kontrakan Yayat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan sejumlah barang bukti yang disita dari rumah kontrakan mendiang pelaku teror bom panci, Yayat Cahdiyat, di Kampung Ciharashas, Des

  • 6 bulan lalu

    Polda Sumut Musnahkan Barang Bukti Sabu-Sabu

    MEDAN (EKSPOSnews): Polda Sumatera Utara,  memusnahkan 21,322 kilogram narkoba jenis sabu-sabu yang merupakan hasil pengungkapan kasus periode Oktober 2016 hingga pertengahan Januari 2017.

  • 6 bulan lalu

    Mantan Pilot Citilink Tak Terbukti Konsumsi Narkoba

    JAKARTA (EKSPOSnews): Mantan Pilot Maskapai Citilink Indonesia Captain Tekad Purna Agniamartanto tidak terbukti mengonsumsi narkotika, berdasarkan hasil pemeriksaan asesmen dan laboratorium di Bada

  • 7 bulan lalu

    Pembuktian Sumatera Barat Dalam Percepatan Penetapan Hutan Adat

    Pembuktian Sumatera Barat Dalam Percepatan Penetapan Hutan Adat PADANG (EKSPOSnews): Sembilan komunitas masyarakat hukum adat akhirnya mendapatkan pengakuan dan penetapan terhadap hutan adat d

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak