Minggu, 29 Mar 2020

ABK RI yang Terlantar Dipulangkan

Oleh: alex
Senin, 03 Jun 2019 04:43
BAGIKAN:
istimewa.
Anak Buah Kapal (ABK).
JAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Ketenagakerjaan melalui Atase Ketenagakerjaan KBRI Doha, Qatar memfasilitasi kepulangan tujuh anak buah kapal (ABK) Markabi Phil.

Dari siaran pers Kemnaker di terima di Jakarta, menyebutkan para ABK itu berhasil dipulangkan ke Tanah Air setelah sebelumnya sempat telantar di Pelabuhan Ras Laffan Port Doha Qatar. Kapal berbendera Belize tersebut dioperasikan Perusahaan Trelco Marine Service.

Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan Eva Trisiana menjelaskan kasus ini berawal dari pengaduan dari salah satu WNI yang merupakan Kapten Kapal Markabi Phil yang diterima KBRI Doha, Qatar pada Februari 2019 lalu.

Para ABK mengadu bahwa awak kapal termasuk kapten yang bekerja sejak Oktober 2018 belum mendapatkan gaji dan tidak mendapatkan pasokan air minum dan makanan.

"Kasus ini terjadi karena salah satu kapal Trelco Marine Service tertangkap petugas karena terlibat pembelian BBM ilegal yang menyeret manajemen Trelco Marine dan memburuknya manajemen perusahaan sehingga mengakibatkan penelantaran kapal yang beroperasi dibawah manajemen Trelco Marine Service," ujar Direktur Eva, Minggu 2 Juni 2019.

Pihak KBRI Doha Qatar melalui Atase Ketenagakerjaan bertindak cepat dan tanggap dalam merespon permasalahan tersebut dengan menemui para ABK dan memberikan logistik yang dibutuhkan.

KBRI Doha, Qatar langsung berkoordinasi dengan pihak berwenang dan pihak perusahaan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Alhamdulillah, setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, akhirnya kami bisa memulangkan para ABK yang selama ini terlantar di pelabuhan. Mereka kini telah kembali ke Tanah Air," ucap Eva.

Dalam kesempatan ini, Direktur Eva memberikan apresiasi kepada Atase Ketenagakerjaan KBRI Doha yang telah bertindak cepat dalam merespon penanganan kasus ini.

Untuk meningkatkan pelindungan bagi ABK, pemerintah sedang menyusun Rancangan Pemerintah tentang Perlindungan Awak Kapal Niaga dan Awak Kapal Perikanan yang ditargetkan paling lama sebelum akhir tahun ini sudah selesai.

"Kami bersyukur para ABK tersebut dapat pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga sehingga bisa merayakan Idul Fitri di kampung halamannya," kata Eva. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Membina Anak Terlantar

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Dinas Sosial Sumatera Selatan mengajak relawan dari yayasan sosial meningkatkan kegiatan pembinaan terhadap anak terlantar atau anak-anak yang memiliki masalah sosial."Pembinaa

  • tahun lalu

    Wings Air Terlantarkan Penumpang

    SABANG (EKSPOSnews): Penumpang Wings Air dari Bandara Kuala Namu (Sumatera Utara) tujuan Bandara Maimun Saleh, Sabang, Provinsi Aceh mengaku ditelantarkan."Kami ditelantarkan oleh manajemen Wings Air.

  • tahun lalu

    Lion Air Terlantarkan Penumpang di Palu

    PALU (EKSPOSnews): Ratusan penumpang yang juga merupakan korban gempa bumi dan tsunami 7,4 SR memprotes maskapai penerbangan Lion Air karena mereka ditelantarkan di Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri K

  • 2 tahun lalu

    Dinas Sosial Sumatera Barat Catat Anak Terlantar

    PADANG (EKSPOSnews): Dinas Sosial Sumatera Barat mencatat jumlah anak terlantar di provinsi itu pada 2017 berjumlah 51.672 orang atau turun 200 orang dari 2016 yakni 51.872 orang."Kami terus berupaya

  • 3 tahun lalu

    Wings Air Terlantarkan Penumpang di Jambi

    JAMBI (EKSPOSnews): Sebanyak 11 orang penumpang Wings Air dari Palembang tujuan Pekanbaru yang transit di Jambi, Jumat (11/8) malam melapor ke Polda Jambi karena pesawat yang mereka tumpangi sudah ter

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99