Rabu, 01 Apr 2020

6 TKI Korban Kekerasan di Korea Selatan

Oleh: Jallus
Kamis, 18 Okt 2018 03:46
BAGIKAN:
istimewa.
Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
GORONTALO (EKSPOSnews): Enam orang tenaga kerja Indonesia yang mengalami kekerasan selama bekerja di Korea Selatan, tiba di Gorontalo.

Kedatangan enam orang tenaga kerja Indonesia (TKI) itu disambut oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di rumah jabatan, untuk mendengarkan langsung keterangan para korban tersebut.

Salah seorang TKI yang menjadi korban, Isak Lahasan mengungkapkan selama bekerja di kapal ikan di Korsel mereka kerap mendapatkan perlakukan kasar.

Sejak bekerja di kapal pada 26 Agustus lalu, mereka tidak pernah diberi upah, dipaksa terus bekerja dan tidak seperti yang tercantum dalam kontrak yakni 8 jam sehari.

"Padahal kami sudah sampaikan ke agen Korsel kami muslim tidak bisa makan babi. Tapi tiap hari tetap itu juga. Kami bertahan hidup dengan nasi dan air. Kami dikasih minum air dari keran kamar mandi," ungkapnya, Rabu 17 Oktober 2018.

Pada 12 Oktober 2018, para TKI lantas memilih untuk melakukan perlawanan.

Bersama 24 tenaga kerja lain dari Jawa dan Sulawesi Utara, mereka memaksa pihak kapal untuk mengantarkan mereka ke pelabuhan.

Selanjut pihak KBRI memfasilitasi pengembalian ke Tanah Air melalui bandara Busan, Korea Selatan.

Selama di Jakarta keenam TKI ditampung di asrama mahasiswa Gorontalo di Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat. Pihak Badan Penghubung Pemprov Gorontalo memberikan pendampingan selama di Jakarta.

Delapan orang TKI lainnya saat ini masih berada di Jakarta akan dipulangkan Kamis (18/10).

Proses pemulangan dengan menggunakan pesawat dibantu oleh Bupati Pohuwato Syarief Mbuinga dan para dermawan lainnya.

Dalam pertemuan dengan para korban, Gubernur memanggil dan menghadirkan Kepala Sekolah SMK Popayato, Dede Wangsa sebagai pihak yang menjalin kerja sama dengan agen penyalur TKI PT Jeafa Maritim Internasional.

"Tujuan kepala sekolah bagus untuk memperjuangkan anak-anaknya bekerja ke luar negeri, tapi mungkin ada proses ketenagakerjaan yang tidak dilakukan dengan baik. Ini menyebabkan para TKI mengalami masalah," ujarnya.

Meski demikian, lanjutnya, yang paling penting adalah 14 TKI asal Kabupaten Pohuwato itu bisa kembali selamat di Gorontalo.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 10 bulan lalu

    7 Burung Disita dari TKI

    LOMBOK (KICAU): Petugas Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian menyita tujuh burung yang dibawa secara ilegal TKI dari Malaysia di Bandar Udara Internasional Lombok.Kepala Balai Karantina Per

  • 11 bulan lalu

    Anak TKI di Sabah Dapat Beasiswa

    SABAH (EKSPOSnews): Tahun ajaran 2019-2020, Pemerintah Indonesia menggelontorkan beasiswa pendidikan kepada 500 anak warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Negeri Sabah dam Sarawak Malaysia untu

  • 12 bulan lalu

    Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga Diminta Melapor

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan "Women’s Crisis Centre-WCC" Palembang, Sumatera Selatan mendorong perempuan korban tindak kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga

  • tahun lalu

    PTPN IV Ekspor Perdana PKM ke Korea Selatan

    MEDAN (EKSPOSnews): Melalui Pelabuhan Belawan Senin 15 Oktober 2018, PTPN IV melepas pengapalan ekspor perdana produk Palm Kernel Mill (PKM), menggunakan kapal Vesel MV SN QUEEN V.106 sejumlah 6.500 t

  • 2 tahun lalu

    KJRI Penang Dorong Penempatan TKI Legal di Malaysia

    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Konsul Jenderal Republik Indonesia(KJRI) Penang, Iwanshah Wibisono mendorong penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di sektor formal untuk bekerja secara resmi ke Malaysia.

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99