Rabu, 26 Apr 2017

Sido Muncul Gandeng Perguruan Tinggi

Oleh: Jallus
Kamis, 30 Mar 2017 17:39
BAGIKAN:
istimewa
Obat herbal (ilustrasi).
UNGARAN (EKSPOSnews): PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk. menggandeng kalangan perguruan tinggi untuk mengembangkan penelitian tentang tanaman-tanaman yang berkhasiat untuk pengobatan herbal.

"Kami sepakat kerja sama dengan perguruan tinggi untuk meneliti penggunaan bahan-bahan alami di Indonesia yang bermanfaat bagi kesehatan," kata Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat di Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis 30 Maret 2017.

Hal tersebut diungkapkannya usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) terkait pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Menurut Irwan, selama ini dunia kedokteran belum terlalu mengenal dan menggunakan obat-obatan herbal, padahal penggunaan tanaman herbal untuk pengobatan di masyarakat Indonesia sudah diwariskan sejak nenek moyang.

"Makanya, kami ajak kerja sama fakultas-fakultas kedokteran, termasuk UMJ ini agar mereka mengenal dan mengerti tentang jamu yang merupakan pengobatan herbal. Ya, sembari belajar tentang budi daya dan pemasarannya," katanya.

Sampai saat ini, Sido Muncul telah menggandeng sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dan Universitas Maranatha Bandung, dan kali ini dengan UMJ.

"Bentuk-bentuk kerja samanya, ya, hampir mirip. Namun, semakin banyak fakultas-fakultas kedokteran yang menghasilkan dokter mengerti tentang pengobatan herbal kan semakin baik," kata generasi ketiga keluarga Sido Muncul itu.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UMJ Slamet Sudi Santoso mengakui Indonesia memiliki kekayaan alam berupa tanaman-tanaman herbal yang semestinya terus digali dan dikembangkan lewat riset.

"Ya, memang cukup berat mengubah 'mindset' keilmuan di Fakultas Kedokteran mengenai (penggunaan, red.) tanaman-tanaman obat yang sebenarnya sudah ada di Indonesia. Namun, kenapa tidak diberdayakan kembali," katanya.

Ia mencontohkan banyaknya tanaman obat yang dikembangkan di daerah Tawangmangu, Karanganyar, Jateng, dan selama ini Sido Muncul telah berupaya mengembangkannya lewat produk-produk yang dipasarakannya, terutama jamu.

"'Herbal medicine' sudah harus dilihat tak hanya dari satu sisi mata, namun kedua mata. Bagaimana pengobatan herbal yang menjadi warisan budaya bangsa sudah semestinya dikuasai betul oleh bangsa sendiri," katanya.

Bentuk-bentuk kerja sama itu, kata dia, di antaranya melalui pengiriman mahasiswa untuk meneliti, praktik kerja lapangan, termasuk pula mahasiswa dari Fakultas Pertanian UMJ yang bisa belajar mengenai pembudidayaannya.

"Makanya, kami ajak pula Dekan Fakultas Pertanian UMJ ke sini untuk menjajaki kerja sama pengembangan atau budi daya pertanian tanaman-tanaman obat karena kami tidak punya kemampuan di bidang itu," tutur Slamet.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Perguruan Tinggi Abal-Abal! Masih Banyak Pak Menteri?

    CILACAP (EKSPOSnews): Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyatakan sekarang ini sudah tidak ada lagi perguruan tinggi abal-abal di Indonesia."Sudah enggak ada, sudah habis,

  • 3 bulan lalu

    Perguruan Tinggi Kekurangan 30 ribu Dosen Kesehatan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan perguruan tinggi kekurangan 38.000 dosen kesehatan. "Saat ini perguruan tingg

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak