Kamis, 26 Apr 2018
  • Home
  • Korporasi
  • Pertamina Gencarkan Akuisisi Blok Migas di Luar Negeri

Pertamina Gencarkan Akuisisi Blok Migas di Luar Negeri

Oleh: Jallus
Selasa, 11 Apr 2017 04:54
BAGIKAN:
istimewa
Pertamina.
CIREBON (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) menggencarkan akuisisi aset blok minyak dan gas di luar negeri (overseas) yang diperkirakan mampu menyumbang 33 persen target produksi sehingga target perusahaan di sektor hulu tercapai.

"Untuk merealisasikan target produksi 1,9 juta barel oil equivalen per day (BOEPD) pada 2025 dan mendukung pertumbuhan perekonomian nasional, Pertamina akan menggencarkan akusisi aset migas di dalam dan di luar negeri," kata Direktur Hulu PT Pertamina Syamsu Alam dalam "media gathering" di Cirebon, Senin 10 April 2017.

Syamsu mengatakan saat ini Pertamina telah memiliki blok-blok yang berprodukai di 12 negara, tiga di antaranya yang sudah berproduksi lebih dulu, yaitu Aljazair, Irak, dan Malaysia, serta tambahan tiga blok produksi di Nigeria, Tanzania, dan Gabon.

"Jadi sekarang kita bersyukur Pertamina ada di 12 negara," ungkapnya.

Pertamina juga tengah menyiapkan pengelolaan delapan blok terminasi pada 2018 yang telah diserahkan pemerintah kepada Pertamina, termasuk di dalamnya di Sanga Sanga, Kalimantan Timur dan OSES.

Optimalisasi aset juga akan dilakukan di berbagai proyek domestik, seperti proyek PHE WMO Integration, Pengeboran Parang Nunukan, Pengeboran Randugunting, Optimalisasi peningkatan cadangan minyak (enhanced oil recovery/EOR) di sumur tua.

Optimalisasi aset itu untuk meningkatkan produksi migas agar target perusahaan di sektor hulu tercapai.

Indonesia yang kini menduduki peringkat ke-16 negara dengan produk domestik bruto (PDB) tertinggi, yakni 941 miliar dolar AS, ditargetkan menduduki peringkat keempat pada 2050 setelah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India dengan proyeksi PDB atau "gross domestic product" (GDP) 15,432 miliar dolar AS.

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut, Syamsu menilai Indonesia membutuhkan dukungan energi secara maksimal.

Ia menilai kebutuhan energi nasional jauh lebih dari cukup. Pada 2015, produksi energi nasional 354 juta ton equivalen minyak, yang terdiri 271 juta ton batubara dan selebihnya 113 juta ton minyak, gas dan energi terbarukan.

Di tengah tingginya konsumsi migas, produksi migas nasional terus merosot, seiring makin menipisnya cadangan yang dimiliki.

Meski Indonesia memiliki 60 cekungan, cadangan minyak Indonesia saat ini berada di urutan 26 dunia, sekitar 4 miliar barel. Hal yang sama dengan cadangan gas Indonesia di urutan ke-14 dengan cadangan 100 TCF.

Langkah Pertamina mengelola blok migas di luar negeri (overseas) untuk memperkuat cadangan dan produksi nasional mengingat hasil produksi migas di overseas akan dibawa pulang untuk diolah di kilang-kilang yang ada di Indonesia dan memenuhi konsumsi BBM domestik.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 9 jam lalu

    Pertamina Bantu Permodalan UMKM

    KENDARI (EKSPOSnews): Pertamina membantu pengembangan dan memberikan bantuan permodalan sejumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada di Kota Kendari, Sulawesi Tenggata, melalui dana Corporate S

  • 9 jam lalu

    Pertamina Rantau Bantu Pedamkan Api Sumur Ilegal

    KUALA SIMPANG (EKSPOSnews): Pertamina Aset 1 EP Field Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, membantu memadamkan api akibat ledakan sumur minyak yang dieksploitasi masyarakat di Desa Pasir Putih, Kecamatan R

  • 19 jam lalu

    Pertamina Kaji Penyertaan Saham

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) sedang mengkaji pilihan bentuk-bentuk penyertaan saham yang tepat untuk diterapkan pada penggabungan perusahaan atau holding minyak dan gas bumi (migas)."T

  • 3 minggu lalu

    Mantan Dirut Pertamina Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan Agung menetapkan mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan (KGA), sebagai tersangka baru dalam dugaan korupsi investasi perusahaan tersebut

  • 4 minggu lalu

    Pertamina gandeng LPM Unimed

    PANTAI LABU (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I menggandeng Lembaga Pegabdian Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan untuk melestarikan lingkungan dengan konsep

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99