Minggu, 21 Jan 2018

Pertamina Barikan Bantuan Konservasi Gajah

Oleh: marsot
Jumat, 15 Des 2017 03:58
BAGIKAN:
istimewa.
Pertamina.
SIMALUNGUN (EKSPOSnews): PT Pertamina Marketing Operation Region I memberikan bantuan untuk konservasi gajah yang dikelola di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli, Kabupaten Simalungun.

Bantuan dalam rangkaian HUT Pertamina ke-60 tersebut diserahkan General Manager Pertamina Marketing Operation I Erry Widiastono kepada Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pratiara Liman.

Pemberian bantuan tersebut dilanjutkan dengan penanaman pohon Makadania dan peninjauan lokasi konervasi gajah di lahan seluas 1.900 hektare.

General Manager Pertamina Marketing Operation I Erry Widiastono mengatakan, pihaknya sengaja memberikan bantuan dalam konservasi gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) yang dikembangkan di area Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC) tersebut.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi semua pihak sebagai wujud tanggung jawab terhadap lingkungan mau pun tumbuhan dan satwa dilindungi.

Program konservasi tersebut menjadi investasi lingkungan yang berharga, sekaligus wujud kepedulian Pertamina dalam mewariskan ekosistem yang berkelanjutan serta kelestarian flora dan fauna bagi generasi selanjutnya.

"Program ini membuktikan bahwa Pertamina tidak hanya fokus pada bisnis, namun tetapi peduli dengan lingkungan," katanya, Kamis 14 Desember 2017.

Unit Manager Communication and CSR Pertamina Marketing Operation Region I Rudi Ariffianto mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi mengenai konservasi gajah dan tapir di wilayah Sumatera Bagian Utara Setelah melalui sejumlah pertimbangan, termasuk momentum HUT Pertamina ke-60, pihaknya memberikan bantuan dalam konservasi gajah terlebih dulu.

"Kita juga cek tapir. Kalau memungkinkan, dalam waktu dekat kita laksanakan (pemberian bantuannya)," kata Rudi.

Dalam program CSR tersebut, pertamina juga membantu pengembangan tanaman Makademia (macadamia integifloria) yang akan dikombinasikan dengan beberapa tanaman khas Tapanuli seperti rukam, kepundung, jontik-jontik, sotul, dan biwa.

"Kami mau menunjukkan kepada masyarakat bahwa Pertamina sangat peduli dalam pelestarian lingkungan," katanya.

Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pratiara Liman mengatakan, pohon makadamia merupakan tanaman unik yang sanggup tumbuh di lahan kritis.

Tanaman tersebut juga mampu menghasilkan biji-bijian yang lalu dijual dengan harga mahal. "Biasanya disajikan dalam penerbangan 'first class'. Di supermarket, harga bijinya bisa mencapai Rp500 ribu per kg," katanya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 20 jam lalu

    Pertamina Sepakat Jual Beli Gas Bumi dengan EMP Bentu Limited

    JAKARTA (EKSPOSnews): Perseroan Terbatas Pertamina melakukan kesepakatan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi dengan EMP Bentu Limited dalam melaksanakan program "Refinery Development Master Plant" untuk men

  • 3 minggu lalu

    Pertamina Kelola Blok Mahakam

    SOLO (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) secara resmi mengelola Blok Mahakam, Balikpapan, Kalimantan Timur mulai 1 Januari 2018 dari peralihan Wilayah Kerja (WK) Mahakam milik Total E&P Indonesie.Pro

  • 4 minggu lalu

    Kejaksaan Akan Telisik Keterlibatan Ahmad Bambang dalam Kasus Pertamina

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) akan mempelajari keterangan saksi persidangan dugaan korupsi pengadaan kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) tahun 2

  • satu bulan lalu

    Pertamina Tambah Pasokan Elpiji di Riau

    PEKANBARU (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I menyatakan menambah pasokan elpiji tiga kilogram sebanyak 25.200 tabung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tiga wilayah

  • satu bulan lalu

    Pertamina EP Resmikan Proyek Pengembangan Paku Gajah

    MUARA ENIM (EKSPOSnews): PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero), meresmikan pengoperasian Proyek Pengembangan Paku Gajah (PGDP) untuk memenuhi tingginya kebutuhan gas di Sumatera Bagian Se

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99