Sabtu, 17 Nov 2018

Inalum Caplok Freeport Indonesia

Oleh: alex
Kamis, 12 Jul 2018 19:26
BAGIKAN:
istimewa.
Inalum.
JAKARTA (EKSPOSnews): Proses divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) telah dicapai melalui penandatanganan Pokok-Pokok Perjanjian (Head of Agreement/HoA) antara Freeport-Mcmoran Inc (FCX) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) di Jakarta.

"Diharapkan partnership di antara Freeport-McMoran dengan Inalum dan pemerintah, baik pusat dan daerah, akan mampu meningkatkan kepastian di dalam lingkungan operasi serta kualitas dan nilai tambah industri ekstraktif ke depan," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani usai penandatanganan perjanjian tersebut di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan.

Inalum, FCX, dan Rio Tinto telah melakukan penandatanganan Pokok-Pokok Perjanjian terkait penjualan saham FCX dan hak partisipasoi Rio Tinto di PT Freeport Indonesia ke Inalum.

Kepemilikan Inalum di PTFI setelah penjualan saham dan hak tersebut menjadi sebesar 51 persen dari semula 9,36 persen.

"Dengan demikian akan dapat makin meningkatkan kemakmuran bagi masyarakat di Indonesia dan masayrakat Papua," ujar Sri Mulyani, Kamis 12 Juli 2018.

Pokok-Pokok Perjanjian tersebut selaras dengan kesepakatan pada 12 Januari 2018 antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provisi Papua, dan Pemerintah Kabupaten Mimika, di mana pemerintah daerah akan mendapatkan saham sebesar 10 persen dari kepemilikan saham PTFI.

Dalam perjanjian tersebut, Inalum akan mengeluarkan dana sebesar 3,85 miliar dolar AS untuk membeli hak partisipasi dari Rio Tinto di PTFI dan 100 persen saham FCX di PT Indocopper Investama, yang memiliki 9,36 persen saham di PTFI.

Para pihak akan menyelesaikan perjanjian jual beli ini sebelum akhir tahun 2018.

Berdasarkan laporan keuangan 2017 yang telah diaudit, PTFI membukukan pendapatan sebesar 4,44 miliar dolar AS atau naik dari 3,29 miliar dolar AS di 2016. PTFI juga membukukan laba bersih 1,28 miliar dolar AS atau meningkat dari 579 juta dolar AS.

PTFI memiliki cadangan terbukti dan cadangan terkira untuk tembaga sebesar 38,8 miliar pound, emas 33,9 juta troy ounce (toz), dan perak 153,1 juta toz.

Sementara pada 2017, Inalum membukukan pendapatan sebesar 3,5 miliar dolar AS dengan laba bersih konsolidasi mencapai 508 juta dolar AS.

Inalum juga tercatat memiliki sumber daya dan cadangan nikel sebesar 739 juta ton, bauksit 613 juta ton, timah 1,1 juta ton, batubara 11,5 miliar ton, emas 1,6 juta toz, dan perak 16,2 juta toz.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Inalum Genjot Kualitas Produksi

    MEDAN (eKSPOSnews):  PT Inalum (Persero) berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi aluminium setiap tahunnya sehingga berbagai terobosan perlu dilakukan demi memberi kepuasan pelangga

  • 3 minggu lalu

    Inalum Dorong Hilirisasi Pertambangan

    BONTANG (EKSPOSnews): Holding Industri Pertambangan (HIP) PT Inalum (Persero) mendorong hilirisasi sektor pertambangan kerja sama dengan berbagai pihak untuk merealisasikan sejumlah proyek besar berni

  • 3 minggu lalu

    Inalum Hilirisasi Batu Bara

    BONTANG (EKSPOSnews): PT Inalum akan menandatangani kerja sama hilirisasi batu bara dengan perusahaan asal Amerika Serikat Air Products, PT Bukti Aam dan PT Pertamina di New York bulan depan."Bulan de

  • satu bulan lalu

    Ribuan Karyawan PT Freeport Indonesia yang Kena PHK Belum Cairkan BPJS

    TIMIKA (EKSPOSnews): Lebih dari 4.000 orang eks karyawan PT Freeport Indonesia dan berbagai perusahaan subkontraktornya hingga kini belum mencairkan klaim Jaminan Hari Tua/JHT pada Kantor Badan Penyel

  • satu bulan lalu

    Inalum Ekspor Aluminium ke Malaysia

    MEDAN (EKSPOSnews): PT Inalum (Persero), BUMN produsen aluminium primer, menggenjot ekspor produknya ke Malaysia dan negara lainnya sebagai strategi menjadi perusahaan aluminium global."Inalum terus m

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99