Jumat, 17 Agu 2018

Chevron Bantu UMKM Riau

Oleh: marsot
Senin, 12 Feb 2018 14:24
BAGIKAN:
reuters.
Cevron.
PEKANBARU (EKSPOSnews): PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) sejak 2015 hingga Desember 2017 menyalurkan bantuan kemitraan bergulir sebesar Rp2 miliar untuk 1.570 petani dan pelaku usaha mikro (UMKM) di Provinsi Riau.

"Bantuan sebesar Rp2 miliar itu dikelola oleh lembaga keuangan mikro bekerjasama dengan CPI berupa BMT atau Ijitihad yang sekaligus mendapat tanggungjawab melakukan pengawasan terhadap perkembangan usaha mikro tersebut," kata Manajer Komunikasi Chevron Danya Dewanti, di Pekanbaru, Senin 12 Februari 2018.

Menurut Danya Dewanti pelaku usaha yang dibantu bergerak dalam bidang pertanian sebanyak lima kelompok, perikanan 16 kelompok, peternakan sapi 13 kelompok sapi dengan tiap kelompok beranggota rata-rata sebanyak 10 orang.

Selain itu, usaha yang dibantu juga bergerak di bidang wirausaha, keuangan mikro, air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat, serta pusat pelayanan usaha kecil.

Ia mengatakan, sebanyak 1.570 UMKM itu bagian dari 2.200 petani dan UMKM (77 persen) yang dibantu dalam 41 kelompok, yang tergabung dalam 21 induk kelompok binaan.

"Tercatat 77 persen petani dan UMKM yang dibina tersebut yang sudah menunjukkan peningkatan kinerja usaha dan sisanya sebesar 23 persen lainnya masih dalam tahap proses pengembangan," katanya.

Pinto Budi Bowo Laksono, Manager Sosial Performance CPI, menyebutkan, para UMKM itu dibina CPI melalui program PRISMA (Promoting Sustainable Integrated Farming, Small Medium Enterprise Cluster and Microfinance Access) atau program CPI dalam Mempromosikan Pertanian Terintegrasi Berkelanjutan, Klaster Usaha Kecil Menengah dan Akses Keuangan Mikro.

Program PRISMA mendukung pengembangan ekonomi lokal dengan memberikan pendampingan lapangan, mendukung peningkatan kapasitas pelaku UMKM, peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran dan membantu pengurusan perizinan.

"Dalam menjalankan program PRISMA, PT CPI menggandeng mitra Yayasan Sahabat Cipta," katanya.

Tujuan utama program PRISMA adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kondisi sumber daya alam dan lingkungan, dan peningkatan sumber daya manusia.

PRISMA menerapkan strategi membuat pasar bekerja untuk petani dan pelaku usaha kecil, dan fokus pada penyediaan fungsi pendukung yaitu akses ke berbagai layanan termasuk akses ke pengetahuan, keterampilan, bahan baku, pasar dan hubungan antar pasar, teknologi dan lain-lain.

Sementara itu, petani dan UMKM yang dibantu berasal dari tujuh kabupaten dan kota yakni Kabupten Rokan Hilir yakni di Kecamatan Bangko Pusako dan Rantau serta Kecamatan Kopar dan Tanah Putih. Di Kota Dumai, yakni di Kecamatan Bukit Kapur dan Dumai Barat.

Selain itu di Kabupaten Siak di Kecamatan Minas dan Kandis, di Kota Pekanbaru di Kecamatan Rumbai Pesisir, di Kabupaten Kampar yakni di Kecamatan Tapung, di Kabupaten Bengkalis yakni di Kecamatan Pinggir dan Mandau., "Tujuh kabupaten dan kota itu dipilih karena daerah tersebut berada di sekitar "Ring I" operasi PT CPI, ada sumur minyak, papa, berdekatan daerah setelah lebih dahulu dilakukan survei awal, juga berdasarkan kebutuhan masyarakat," katanya.

Program sebagai tanggungjawab sosial perusahaan yang bersinergi dengan pemerintah ini dilakukan, katanya, sebagian bagian dari kepedulian CPI dalam mengembangkan investasi sosial serta mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di provinsi ini.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Chevron Kecewa Berat, Blok Rokan Lepas

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Manajemen PT Chevron Pacific Indonesia menyatakan kekecewaannya karena Pemerintah Indonesia tidak memperpanjang kontrak mereka untuk mengelola Blok Rokan di Provinsi Riau terhi

  • 3 minggu lalu

    Blok Rokan Jangan Lagi Diberikan kepada Chevron

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Komisi IV DPRD Riau saat rapat dengar pendapat dengan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) setempat, menolak perpanjangan kontrak PT Chevron Pacific Indonesia terhadap penge

  • 3 minggu lalu

    Blok Rokan Bisa Hemat Devisa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pengamat energi Komaidi Notonegoro memperkirakan pemerintah bisa menghemat devisa negara hingga 70 miliar dolar AS jika Blok Rokan dikelola PT Pertamina (Persero)."Produksi '

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99