Sabtu, 26 Mei 2018
  • Home
  • Kicau
  • Warga Pelihara Banyak Burung yang Dilindungi

Warga Pelihara Banyak Burung yang Dilindungi

Oleh: alex
Sabtu, 27 Jan 2018 06:51
BAGIKAN:
istimewa.
Burung Beo.
LUBUKBASUNG (KICAU): Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Kabupaten Agam, Sumatera Barat segera menerbitkan surat imbauan yang disertai foto burung yang dilindungi karena curiga banyak warga yang memeliharanya.

Kepala BKSDA Resor Agam, Syahrial Tanjung didampingi bagian pengendalian ekosistem hutan, Ade Putra di Lubukbasung,  menyebutkan surat imbauan itu akan disebar di pusat keramaian dan kelompok pencinta burung di daerah itu.

"Imbauan ini sebagai upaya menjaga kelestarian burung-burung yang dilindungi," ujarnya, Jumat 26 Januari 2018

Setelah imbauan itu diberikan, pihaknya akan melakukan razia ke setiap rumah dicurigai memelihara burung yang dilindungi seperti burung kakak tua, beo Nias, semua jenis elang, jalak Bali, nuri, raja udang dan lainnya.

Apabila ditemukan, maka burung tersebut akan disita dan dikarantina sebelum dilepas ke habitatnya. "Ini sesuai dengan Undang-undang No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya," ujarnya.

Pada pasal 21 ayat 2 a berbunyi setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup, terangnya.

Sedangkan pada pasal 21 ayat 2 b berbunyi menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati.

"Bagi terbukti melanggar undang-undang itu maka diancam paling lama lima tahun penjara," katanya.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang pengawasan jenis tumbuhan dan satwa, jumlah burung yang dilindungi sebanyak 93 jenis.

Ia mengimbau agar masyarakat yang memelihara burung yang dilindungi segera serahkannya ke kantor BKSDA Resor Agam.

Sebelumnya, BKSDA Resor Agam telah menerima burung kakak tua dari warga Lubukbasung pada awal Januari 2018.

Burung tersebut sedang dikarantina di Pasaman dan dalam waktu dekat akan dilepas.

Salah seorang tokoh masyarakat Agam, Yanto mendukung BKSDA untuk memberikan surat imbauan kepada pencinta burung dalam melestarikan burung tersebut.

Namun pihaknya berharap pencinta burung untuk mendukung dengan cara menyerahkan ke petugas BKSDA Resor Agam.

"Mari serahkan burung tersebut agar tetap lestari di hutan di daerah itu," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • kemarin

    Gajah Liar Rusak Rumah Warga di Ranto Peureulak

    IDI (EKSPOSnews): Sedikitnya 25 ekor kawanan gajah liar (Elephas maximus sumatranus) masuk ke pemukiman penduduk dan merusak rumah warga di Desa Semanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh

  • kemarin

    Kunjungi Rumah Warga, Satgas Pamtas Raider 500/Sikatan Pastikan Kesehatan Warga

    BOVEN DIGUL (EKSPOSnews): Kesehatan warga, seakan menjadi prioritas utama bagi Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.Itu dibuktikan, ketika beberapa perso

  • 2 minggu lalu

    Warga Tak Mengira Tetangganya Teroris

    SURABAYA (EKSPOSnews): Pemilik Rumah Makan "Bebek Alas Daun" di Wonorejo Asri, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Armuji mengaku terkejut saat petugas kepolisian meminta rekaman kamera pengintai (cctv)

  • 2 bulan lalu

    Warga Solok Selatan Serahkan 7 Senjata Rakitan

    PADANG ARO (EKSPOSnews): Warga Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menyerahkan tujuh unit senjata api rakitan laras panjang jenis gobok atau balansa kepada kepolisian setempat secara sukarela."Ket

  • 2 bulan lalu

    Polisi Selamatkan Warga Binjai

    IDI (EKSPOSnews): Kepolisian menyelamatkan Salim (42), warga Kota Binjai, Sumatera Utara, selamat dari upaya penculikan di Kecamatan Peurelak, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (22/3).Kapolres Aceh Timur AK

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99