Senin, 22 Okt 2018
  • Home
  • Kicau
  • Warga Pelihara Banyak Burung yang Dilindungi

Warga Pelihara Banyak Burung yang Dilindungi

Oleh: alex
Sabtu, 27 Jan 2018 06:51
BAGIKAN:
istimewa.
Burung Beo.
LUBUKBASUNG (KICAU): Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Kabupaten Agam, Sumatera Barat segera menerbitkan surat imbauan yang disertai foto burung yang dilindungi karena curiga banyak warga yang memeliharanya.

Kepala BKSDA Resor Agam, Syahrial Tanjung didampingi bagian pengendalian ekosistem hutan, Ade Putra di Lubukbasung,  menyebutkan surat imbauan itu akan disebar di pusat keramaian dan kelompok pencinta burung di daerah itu.

"Imbauan ini sebagai upaya menjaga kelestarian burung-burung yang dilindungi," ujarnya, Jumat 26 Januari 2018

Setelah imbauan itu diberikan, pihaknya akan melakukan razia ke setiap rumah dicurigai memelihara burung yang dilindungi seperti burung kakak tua, beo Nias, semua jenis elang, jalak Bali, nuri, raja udang dan lainnya.

Apabila ditemukan, maka burung tersebut akan disita dan dikarantina sebelum dilepas ke habitatnya. "Ini sesuai dengan Undang-undang No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya," ujarnya.

Pada pasal 21 ayat 2 a berbunyi setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup, terangnya.

Sedangkan pada pasal 21 ayat 2 b berbunyi menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati.

"Bagi terbukti melanggar undang-undang itu maka diancam paling lama lima tahun penjara," katanya.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang pengawasan jenis tumbuhan dan satwa, jumlah burung yang dilindungi sebanyak 93 jenis.

Ia mengimbau agar masyarakat yang memelihara burung yang dilindungi segera serahkannya ke kantor BKSDA Resor Agam.

Sebelumnya, BKSDA Resor Agam telah menerima burung kakak tua dari warga Lubukbasung pada awal Januari 2018.

Burung tersebut sedang dikarantina di Pasaman dan dalam waktu dekat akan dilepas.

Salah seorang tokoh masyarakat Agam, Yanto mendukung BKSDA untuk memberikan surat imbauan kepada pencinta burung dalam melestarikan burung tersebut.

Namun pihaknya berharap pencinta burung untuk mendukung dengan cara menyerahkan ke petugas BKSDA Resor Agam.

"Mari serahkan burung tersebut agar tetap lestari di hutan di daerah itu," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Mengajari Warga Membuat Kolam Terpal

    BONDOWOSO (EKSPOSnews): Selama berada di lokasi TMMD, Satgas diwajibkan untuk bisa mewujudkan masyarakat yang cerdas dan mandiri melalui bervagai cara.Bahkan, minimnya budidaya ikan di Desa Solor, Kab

  • 2 minggu lalu

    15 Warga Arab Saudi Diduga Terlibat Menghilangkan Wartawan

    ISTAMBUL (EKSPOSnews): Surat kabar propemerintah Turki Sabah melaporkan pada Rabu, pihaknya telah mengidentifikasi tim intelejen beranggota 15 orang yang dikatakannya terlibat dalam penghilangan warta

  • 2 minggu lalu

    Ratusan Warga Jawa Tengah Terkena Penyakit Jiwa

    SEMARANG (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyebutkan ratusan warga yang tersebar di 35 kabupaten/kota mengalami gangguan jiwa, bahkan harus dipasung oleh keluarganya."Berdasarkan da

  • 2 minggu lalu

    Warga Kurang Minati Rumah Tahan Gempa

    BATAM (EKSPOSnews): Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan mayoritas warga di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang menjadi korban bencana beberapa waktu lalu, kurang meminati ru

  • satu bulan lalu

    Warga Protes Penambangan Batu di Nias

    GUNUNG SITOLI (EKSPOSnews): Warga Desa Ahedano, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, memprotes penambangan batu di Sungai Idanogawo karena dinilai dilakukan pada zona hijau."Warga protes karena pihak penam

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99