Rabu, 21 Feb 2018
  • Home
  • Kicau
  • Warga Pelihara Banyak Burung yang Dilindungi

Warga Pelihara Banyak Burung yang Dilindungi

Oleh: alex
Sabtu, 27 Jan 2018 06:51
BAGIKAN:
istimewa.
Burung Beo.
LUBUKBASUNG (KICAU): Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Kabupaten Agam, Sumatera Barat segera menerbitkan surat imbauan yang disertai foto burung yang dilindungi karena curiga banyak warga yang memeliharanya.

Kepala BKSDA Resor Agam, Syahrial Tanjung didampingi bagian pengendalian ekosistem hutan, Ade Putra di Lubukbasung,  menyebutkan surat imbauan itu akan disebar di pusat keramaian dan kelompok pencinta burung di daerah itu.

"Imbauan ini sebagai upaya menjaga kelestarian burung-burung yang dilindungi," ujarnya, Jumat 26 Januari 2018

Setelah imbauan itu diberikan, pihaknya akan melakukan razia ke setiap rumah dicurigai memelihara burung yang dilindungi seperti burung kakak tua, beo Nias, semua jenis elang, jalak Bali, nuri, raja udang dan lainnya.

Apabila ditemukan, maka burung tersebut akan disita dan dikarantina sebelum dilepas ke habitatnya. "Ini sesuai dengan Undang-undang No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya," ujarnya.

Pada pasal 21 ayat 2 a berbunyi setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup, terangnya.

Sedangkan pada pasal 21 ayat 2 b berbunyi menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati.

"Bagi terbukti melanggar undang-undang itu maka diancam paling lama lima tahun penjara," katanya.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang pengawasan jenis tumbuhan dan satwa, jumlah burung yang dilindungi sebanyak 93 jenis.

Ia mengimbau agar masyarakat yang memelihara burung yang dilindungi segera serahkannya ke kantor BKSDA Resor Agam.

Sebelumnya, BKSDA Resor Agam telah menerima burung kakak tua dari warga Lubukbasung pada awal Januari 2018.

Burung tersebut sedang dikarantina di Pasaman dan dalam waktu dekat akan dilepas.

Salah seorang tokoh masyarakat Agam, Yanto mendukung BKSDA untuk memberikan surat imbauan kepada pencinta burung dalam melestarikan burung tersebut.

Namun pihaknya berharap pencinta burung untuk mendukung dengan cara menyerahkan ke petugas BKSDA Resor Agam.

"Mari serahkan burung tersebut agar tetap lestari di hutan di daerah itu," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Buaya Besar yang Ditangkap di Aceh Resahkan Warga

    LHOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Warga berhasil menangkap buaya di Kuala Malehan, Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Arakundo, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, pada Selasa (13/2), diperkirakan berusia 70

  • satu minggu lalu

    Padang Pariaman Bedah Rumah Warga Miskin

    PARIT MALINTANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat segera membedah 170 rumah tidak layak huni (RTLH) di daerah itu pada 2018 dengan anggaran sekitar Rp2,5 miliar."Rinci

  • 3 minggu lalu

    2 Warga Aceh Tewas Ditabrak

    LHOKSUKON (EKSPOSnews): Seorang pengendara dan penumpang sepeda motor meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di kawasan Desa Matang Bayu, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, se

  • 4 minggu lalu

    Warga Bangka Barat Tolak HTP

    PANGKALPINANG (EKSPOSnews): Sebanyak 25.000 warga Kabupaten Bangka Barat akan menggelar aksi demonstrasi menolak Hutan Tanaman Produksi di halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, karena din

  • satu bulan lalu

    Usut Tuntas Pembuat Mie Warga Keracunan Makanan

    MEDAN (EKSPOSnews): Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sumatera Utara minta kepolisian agar mengusut tuntas mie yang diduga penyebab keracunan makanan puluhan warga Kelurahan Pertapahan, Kecamatan Lu

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99