Sabtu, 18 Agu 2018
  • Home
  • Kicau
  • Spesies Burung di Indonesia Bertambah

Spesies Burung di Indonesia Bertambah

Oleh: marsot
Kamis, 31 Mei 2018 20:18
BAGIKAN:
Jallus
Burung.
GORONTALO (EKSPOSnews): "Burung Indonesia", salah satu lembaga peneliti spesies burung ini, menyatakan jumlah spesies burung yang ditemukan di Indonesia kembali bertambah pada tahun 2018.

Data Burung Indonesia menyatakan pada tahun 2017 terdapat 1.769 jenis burung yang teridentifikasi, setelah sebelumnya tercatat 1.672 jenis.

Pada tahun 2018 jumlah burung yang teridentifikasi bertambah dua jenis lagi, salah satunya merupakan jenis endemis Indonesia sehingga totalnya menjadi 1.771 jenis burung.

Head of Communication dan Institutional Development, Ria Saryanthi mengatakan salah satu penambahan jenis tersebut yaitu myzomela rote (Myzomela irianawidodoae), burung endemis Pulau Rote di kawasan Nusa Tenggara Timur yang dideskripsikan oleh LIPI pada tahun 2017.

Burung ini termasuk dalam famili Meliphagidae yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999.

"Ini berarti menambah satu jenis burung yang dilindungi menjadi 436 dari sebelumnya 435 jenis," katanya, Kamis.

Dengan penambahan tersebut, jenis burung yang khas atau endemis dari Indonesia yang telah teridentifikasi bertambah menjadi 513 jenis.

Selain Myzomela rote, satu jenis burung baru yang telah teridentifikasi yaitu paok papua (Erythropitta macklotii).

Sementara itu, berdasarkan Daftar Merah Badan Konservasi Dunia (IUCN Red List), status burung terancam punah secara global yang tercatat di Indonesia mangalami sedikit perubahan.

Terdapat tiga jenis burung yang status keterancamannya kini meningkat.

Ketiga jenis burung tersebut antara lain dara-laut alaska (Onychoprion aleuticus) yang sebelumnya berisiko rendah terhadap kepunahan (Least Concern/LC) menjadi rentan (Vulnerable/VU), myzomela bacan (Myzomela batjanensis) yang sebelumnya berstatus mendekati terancam punah (Near Threatened/NT) menjadi rentan, dan punggok sumba (Ninox sumbaensis) yang sebelumnya berstatus mendekati terancam punah, kini meningkat tajam menjadi genting (Endangered/EN).

Menurutnya temuan-temuan baru itu sudah semestinya meningkatkan kepedulian terhadap kekayaan alam unik yang dimiliki Indonesia.

Ia menambahkan, sebagaimana satwa-satwa lainnya, jumlah jenis burung di Indonesia kemungkinan dapat terus bertambah dengan penelitian-penelitan yang semakin intensif di lakukan di masa depan.

"Jika alam Indonesia yang merupakan habitat burung terus-menerus dirusak, maka bukan tidak mungkin banyak jenis burung akan punah bahkan sebelum ditemukan. Terlebih yang sekarang ada dan sudah ditemukan pun nantinya anak cucu kita mungkin tidak akan pernah sempat mengenalnya dan hanya bisa mengetahuinya dari literatur-literatur akademis," kata Biodiversity Conservation Specialist Burung Indonesia, Fery Hasudungan.

Kajian yang diterbitkan jurnal Nature Climate Change pada 2014 telah memperkirakan pada 2012 hutan primer di Indonesia telah hilang sebanyak 840.000 hektare.

Jumlah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan negara-negara lain yang bahkan melampaui Brazil yang kehilangan 460.000 hektar hutannya.

"Perlu dicatat luas hutan amazon Brazil sekitar empat kali luas hutan-hutan Indonesia," imbuhnya.

Keberadaan hutan sangat terkait dengan kehidupan dan keberlangsungan berbagai jenis burung, karena hutan merupakan tempat burung bersarang, hidup, berlindung dan bereproduksi.

Ia.mengungkapkan jasa lingkungan yang diberikan burung kepada manusia tidaklah sedikit, karena burung menjadi agen pengendalian berbagai jenis hama, melakukan penyerbukan berbagai tanaman, dan juga menyebarkan biji-bijian yang kemudian tumbuh menjadi tumbuh-tumbuhan di hutan dan alam liar.

Oleh karena itu, terancamnya populasi burung dapat juga memperburuk kualitas hidup satwa-satwa lain dan keanekaragaman hayati pada umumnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Rumah di Indonesia Belum Tahan Gempa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan rumah-rumah di Indonesia kebanyakan belum diranc

  • satu minggu lalu

    Net1 Indonesia Bermitra dengan Qualcomm Inc

    JAKARTA (EKSPOSnews): Net1 Indonesia, penyedia layanan mobile data broadband 4G LTE, mengumumkan kerja sama dengan Qualcomm Incorporated untuk menyediakan perangkat telekomunikasi SIM ganda yang mendu

  • 2 minggu lalu

    Duta Seni Indonesia di Denmark

    LONDON (EKSPOSnews): KBRI Kopenhagen kembali mengelar Pentas Seni dan Budaya Indonesia di Denmark bersama Duta Seni Boyolali yang hadir di Kopenhagen dalam rangka promosi potensi wisata asal Boyolali

  • 3 minggu lalu

    Semen Indonesia Salurkan Beasiswa

    SURABAYA (EKSPOSnews): PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. memberikan beasiswa kepada 10 siswa berprestasi asal Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau "Corpor

  • 3 minggu lalu

    Pertamina Bangun 29 Proyek di Indonesia Timur

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) membangun sebanyak 29 proyek strategis khususnya wilayah Indonesia Timur yang memiliki nilai keseluruhan sebesar Rp20 triliun.Berdasarkan data yang diterim

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99