Minggu, 24 Jun 2018
  • Home
  • Kicau
  • Spesies Burung di Indonesia Bertambah

Spesies Burung di Indonesia Bertambah

Oleh: marsot
Kamis, 31 Mei 2018 20:18
BAGIKAN:
Jallus
Burung.
GORONTALO (EKSPOSnews): "Burung Indonesia", salah satu lembaga peneliti spesies burung ini, menyatakan jumlah spesies burung yang ditemukan di Indonesia kembali bertambah pada tahun 2018.

Data Burung Indonesia menyatakan pada tahun 2017 terdapat 1.769 jenis burung yang teridentifikasi, setelah sebelumnya tercatat 1.672 jenis.

Pada tahun 2018 jumlah burung yang teridentifikasi bertambah dua jenis lagi, salah satunya merupakan jenis endemis Indonesia sehingga totalnya menjadi 1.771 jenis burung.

Head of Communication dan Institutional Development, Ria Saryanthi mengatakan salah satu penambahan jenis tersebut yaitu myzomela rote (Myzomela irianawidodoae), burung endemis Pulau Rote di kawasan Nusa Tenggara Timur yang dideskripsikan oleh LIPI pada tahun 2017.

Burung ini termasuk dalam famili Meliphagidae yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999.

"Ini berarti menambah satu jenis burung yang dilindungi menjadi 436 dari sebelumnya 435 jenis," katanya, Kamis.

Dengan penambahan tersebut, jenis burung yang khas atau endemis dari Indonesia yang telah teridentifikasi bertambah menjadi 513 jenis.

Selain Myzomela rote, satu jenis burung baru yang telah teridentifikasi yaitu paok papua (Erythropitta macklotii).

Sementara itu, berdasarkan Daftar Merah Badan Konservasi Dunia (IUCN Red List), status burung terancam punah secara global yang tercatat di Indonesia mangalami sedikit perubahan.

Terdapat tiga jenis burung yang status keterancamannya kini meningkat.

Ketiga jenis burung tersebut antara lain dara-laut alaska (Onychoprion aleuticus) yang sebelumnya berisiko rendah terhadap kepunahan (Least Concern/LC) menjadi rentan (Vulnerable/VU), myzomela bacan (Myzomela batjanensis) yang sebelumnya berstatus mendekati terancam punah (Near Threatened/NT) menjadi rentan, dan punggok sumba (Ninox sumbaensis) yang sebelumnya berstatus mendekati terancam punah, kini meningkat tajam menjadi genting (Endangered/EN).

Menurutnya temuan-temuan baru itu sudah semestinya meningkatkan kepedulian terhadap kekayaan alam unik yang dimiliki Indonesia.

Ia menambahkan, sebagaimana satwa-satwa lainnya, jumlah jenis burung di Indonesia kemungkinan dapat terus bertambah dengan penelitian-penelitan yang semakin intensif di lakukan di masa depan.

"Jika alam Indonesia yang merupakan habitat burung terus-menerus dirusak, maka bukan tidak mungkin banyak jenis burung akan punah bahkan sebelum ditemukan. Terlebih yang sekarang ada dan sudah ditemukan pun nantinya anak cucu kita mungkin tidak akan pernah sempat mengenalnya dan hanya bisa mengetahuinya dari literatur-literatur akademis," kata Biodiversity Conservation Specialist Burung Indonesia, Fery Hasudungan.

Kajian yang diterbitkan jurnal Nature Climate Change pada 2014 telah memperkirakan pada 2012 hutan primer di Indonesia telah hilang sebanyak 840.000 hektare.

Jumlah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan negara-negara lain yang bahkan melampaui Brazil yang kehilangan 460.000 hektar hutannya.

"Perlu dicatat luas hutan amazon Brazil sekitar empat kali luas hutan-hutan Indonesia," imbuhnya.

Keberadaan hutan sangat terkait dengan kehidupan dan keberlangsungan berbagai jenis burung, karena hutan merupakan tempat burung bersarang, hidup, berlindung dan bereproduksi.

Ia.mengungkapkan jasa lingkungan yang diberikan burung kepada manusia tidaklah sedikit, karena burung menjadi agen pengendalian berbagai jenis hama, melakukan penyerbukan berbagai tanaman, dan juga menyebarkan biji-bijian yang kemudian tumbuh menjadi tumbuh-tumbuhan di hutan dan alam liar.

Oleh karena itu, terancamnya populasi burung dapat juga memperburuk kualitas hidup satwa-satwa lain dan keanekaragaman hayati pada umumnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Pasar Murah di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

    BOVEN DIGOEL (EKSPOSnews): Mahalnya kebutuhan pokok di perbatasan Indonesia-Papua Nugini, menimbulkan keprihatinan tersendiri bagi satgas pamtas Yonif Raider 500/Sikatan.     

  • satu minggu lalu

    Uni Eropa Cabut Larangan Semua Penerbangan Indonesia ke Eropa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Uni Eropa (UE) mencabut atau menghapus larangan terbang semua nama maskapai penerbangan Indonesia dari daftar maskapai penerbangan yang tidak memenuhi standar keselamatan interna

  • 3 minggu lalu

    Garuda Indonesia Akan Pakai Pilot Angkatan Udara

    JAKARTA (EKSPOSnews): Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) menjamin calon penumpang pesawat maskapai nasional itu tetap terbang saat musim mudik dan balik Lebaran 2018.Karena itu, kata Vice Preside

  • 3 minggu lalu

    Indonesia Tak Punya Hubungan dengan Israel

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Indonesia menegaskan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan tetap membela Palestina mencapai kemerdekaan."Kita tidak memiliki hubungan diplomatik dengan

  • 3 minggu lalu

    Citilink Indonesia Buka Kembali Rute Yogyakarta-Makassar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Maskapai berbiaya Hemat (LCC) Citilink Indonesia berencana kembali membuka penerbangan penghubung dari Yogyakarta ke Makassar mulai 1 Juni 2018."Pembukaan rute ini merupakan sala

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99