Kamis, 16 Agu 2018
  • Home
  • Kicau
  • Pengiriman Ratusan Burung ke Sulawesi Digagalkan

Pengiriman Ratusan Burung ke Sulawesi Digagalkan

Oleh: marsot
Kamis, 16 Nov 2017 13:11
BAGIKAN:
Jallus
Burung.
SAMARINDA (KICAU): Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama dengan Balai Karantina Pertanian Kelas I Samarinda di pelabuhan penumpang Samarinda, Rabu (15/11) menggagalkan pengiriman ratusan jenis burung ke Sulawesi.

Kepala Stasiun Balai Karantina Pertanian kelas I Samarinda, Agus Setiono di Samarinda,  menjelaskan saat diamankan ratusan jenis burung tersebut sudah berada di atas Kapal KM Queen Soya yang akan berlayar menuju Sulawesi.

"Berbagai jenis burung tersebut ditempatkan dalam 34 boks yang di dalamnya terdapat 240 ekor burung jalak, 112 ekor burung beo, 60 ekor burung cendet, dan 14 ekor kacer, dengan total berjumlah 426 ekor burung," jelasnya, Kamis 16 November 2017.

Awalnya, tidak ada satupun penumpang kapal yang mengakui status barang dalam boks tersebut, Namun setelah petugas bersikap tegas dan siap menurunkan barang, baru ada salah satu penumpang dengan inisial ZM (40) mengakui bahwa ratusan burung tersebut adalah miliknya.

Ia mengatakan, setelah dimintai keterangan ZM selaku pemilik burung tidak bisa menunjukan dokumen pengiriman barang, sehingga ratusan burung yang masih dalam keadaan hidup dan siap diberangkatkan menuju Sulawesi itu diamankan oleh petugas karantina.

"ZM kami mintai keterangan. Dia tidak bisa menunjukan dokumen dan kemudian kami serahkan ke BKSDA Kaltim untuk proses lebih lanjut," jelasnya.

Menurut Agus bahwa pengiriman maupun penjualan berbagai jenis satwa meskipun bukan termasuk binatang dilindungi tetap harus melengkapi dokumen yang sah.

Sementara itu Koordinator Satgas Pengamanan Hutan BKSDA, Suryadi menambahkan bahwa pelaku penjualan satwa tersebut bisa dijerat dengan pasal 50 ayat 3 huruf m dan jo pasal 78 ayat 12 UU no 41 tahun 1999 tentang kehutanan dengan ancaman hukuman penjara paling lama satu tahun dan deda Rp 50 juta.

"Saat ini kasus masih kami dalami, ZM selaku terlapor sudah kami minta keterangan, dan akan kami proses lebih lanjut," tegasnya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Mesir Minati Tepung Kelapa dari Sulut

    MANADO (EKSPOSnews): Mesir membeli puluhan ton tepung kelapa asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada pekan ketiga Juni 2018."Tepung kelapa yang dibeli Mesir sebanyak 78 ton dan mampu menghasilkan de

  • 3 bulan lalu

    Merehabilitasi Rumah Warga di sulawesi Utara

    MANADO (EKSPOSnews): Wakil Gubernur Steven Kandouw mengatakan, pemerintah pusat akan merehabilitasi sebanyak 4.000 unit rumah warga Sulawesi Utara (Sulut)."Rehabilitasi rumah ini adalah bagian dari lo

  • 4 bulan lalu

    Lion Air Group Permudah Akses ke Sulawesi Tengah

    PALU (EKSPOSnews): Lion Air Group berkomitmen untuk mendukung pengembangan destinasi wisata dan bisnis di Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui sektor udara. Jalur transportasi ini telah menjadi faktor ut

  • 5 bulan lalu

    Sulawesi Berpotensi Ekspor Bandeng

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan Sulkaf S Latief mengatakan ikan bandeng yang merupakan primadona baru Sulsel cukup berpotensi untuk menjadi salah s

  • 5 bulan lalu

    Temuan Uang Palsu di Sulawesi Utara

    MANADO (EKSPOSnews): Bank Indonesia (BI) melaporkan temuan uang palsu di kabupaten dan kota, Provinsi Sulawesi Utara(Sulut) tahun 2017, terbanyak di Kota Manado ."Ada sebanyak 600 lembar uang palsu ya

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99