Jumat, 21 Sep 2018
  • Home
  • Kicau
  • Murai Batu, Jalak Suren, dan Cucak Rawa Tak Lagi Dilindungi

Murai Batu, Jalak Suren, dan Cucak Rawa Tak Lagi Dilindungi

Oleh: Jallus
Kamis, 06 Sep 2018 09:59
BAGIKAN:
Jallus
Burung Cucak Rawa.
JAKARTA (KICAU): Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indra Exploitasia mengatakan telah dilakukan kajian sosial dan ekonomi sebagai dasar pengeluaran Murai Batu (Kucica Hutan), Jalak Suren dan Cucak Rawa dari daftar jenis dilindungi.

Indra di Jakarta, mengatakan kajian sosial dan ekonomi dilakukan untuk menanggapi berbagai saran dan tanggapan para komunitas terhadap Peraturan Menteri LHK Nomor 20 Tahun 2018 (P.20/2018) tentang Jenis Satwa dan Tumbuhan yang Dilindungi untuk mengeluarkan tiga jenis butung tersebut dari daftar jenis dilindungi, begitu pula terkait perizinan menggunakan Online Single System (OSS).

Namun Indra juga berpesan agar para komunitas dan penangkar dapat terus memperhatikan kaidah konservasi, selama melakukan kegiatan penangkaran.

"Nanti akan kami pertimbangkan adanya "reward dan punishment", untuk penangkar yang tidak memperhatikan kaidah konservasi", katanya, Kamis 6 September 2018.

Indra juga meminta komitmen dan konsistensi dari seluruh komunitas dan masyarakat dalam menjaga satu visi agar burung tetap lestari, serta mendukung pendataan dan inventarisasi yang dilakukan KLHK.

Perwakilan komunitas Persatuan Burung Indonesia (PBI) Bagiya menyampaikan dukungan terhadap terbitnya P.20/2018, sehingga diharapkan dapat menjadi satu acuan utama dalam pelaksanaannya.Dirinya juga berharap agar KLHK melakukan tinjauan aspek sosial, ekonomi dan budaya, sebagai bahan pertimbangan jenis-jenis burung yang akan dimasukkan ke dalam daftar jenis satwa dilindungi.

Ia mengatakan pihaknya berharap hadirnya P.20/2018 ini tidak akan memberatkan izin penangkaran, dan perlu disegerakan pengurusan daring untuk menghindari pungli. "Selain itu, kami mohon ada "reward" bagi para penangkar,untuk meningkatkan motivasi." Perwakilan komunitas Kicau Mania sangat mendukung adanya legalitas pemanfaatan satwa burung. Mereka juga mengharapkan, selain kemudahan proses perizinan dan keringanan pajak, KLHK dapat melakukan pembinaan rutin kepada para komunitas dan penangkar, terkait penentuan asal usul keturunan satwa, prosedur perizinan, surat angkut satwa, serta peluang hibah kompetisi.

Sementara perwakilan dari Asosiasi Penangkar Burung Nusantara (APBN) menyampaikan bahwa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kegiatan penangkaran burung termasuk salah satu program peningkatan pendapatan keluarga dari Pemerintah.

Dalam tahapan tertentu dari proses penangkaran burung, merupakan rantai bisnis, sehingga terbitnya P.20/2018 dikhawatirkan dapat mengganggu rantai bisnis, dan pendapatan masyarakat.

Sebelumnya, menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK Djati Witjaksono Hadi, masalah tiga jenis burung yang sebelumnya masuk daftar jenis yang dilindungi ini sudah tidak akan "ramai" lagi. Ini karena ketiganya sudah dikeluarkan dari daftar yang dilindungi.

Perubahan lampiran Peraturan Menteri LHK Nomor 20 Tahun 2018 (P.20/2018) tersebut sudah ditandatangani Menteri LHK dan saat ini sedang dalam proses diundangkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Segera akan disosialisasikan lebih luas setelah diundangkan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    MB 3200, Bro Virus, MR Bean Dan Top Song Terbaik Di Kelas Murai Batu

    MEDAN (KICAU):  Gelaran lomba Ebod Strong Bird Champion yang digelar di Lapangan Jasdam I BB, Minggu 5 Maret 2017, usai sudah. Burung-burung juara di lomba kelas nasional ini, masih menjadi buah

  • 2 tahun lalu

    Teknik Baru Menjodohkan Murai Batu, Betina Penguasa Kandang, Jantan Sebagai Pendatang

    MEDAN (KICAU):Proses lanjutan yang harus dilakukan para breeding murai batu, setelah mereka memiliki calon indukan jantan dan betina adalah menjodohkan kedua burung itu. Proses ini menjadi sangat pent

  • 2 tahun lalu

    Mantan Pemikat Burung Sukses Breeding Murai Batu Ekor Putih

    MEDAN (KICAU): Sesekali ia hadir  dan berbaur dengan kontestan kicau di arena lomba.  Ia hadir bukan untuk menggantang burung. Hanya mendampingi adiknya Ai,  yang dikenal sebagai kic

  • 2 tahun lalu

    Murai Batu Dilla Moncer, Dibanderol Seharga Rp70 Juta

    MEDAN (KICAU): Murai batu Dilla, milik Lianto tampil mengejutkan di festival dan kompetisi burung berkicau baru-baru ini di Rumah Kicau Veteran-Ronggolawe. Di kelas murai batu ekor putih A, Dilla t

  • 2 tahun lalu

    Anakan Murai Batu Hasilkan Omset Puluhan Juta

    SINGKIL (KICAU): Rudianto, Warga Pulo Sarok, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, berhasil meraup omset puluhan juta rupiah per bulannya hanya dengan memasarkan anakan burung murai batu. Rud

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99