Minggu, 19 Mei 2019
  • Home
  • Kicau
  • Merawat Pleci Montanus Tiongkok Versi Letty

Merawat Pleci Montanus Tiongkok Versi Letty

Jumat, 07 Okt 2016 12:55
BAGIKAN:
Jallus
Letty mengandalkan Pleci pada pertandingan burung berkicau.

LUBUKPAKAM (KICAU): Makin beragam motif orang masuk ke dunia burung berkicau. Banyak yang  menjadikan hobby burung berkicau sebagai bisnis sampingan.  Tapi tidak sedikit pula yang menjadikan hobby burung sebagai hiburan belaka.  
 
Letty, pemilik Pleci Montanus termasuk kelompok kedua. Ini bisa dilihat dari prinsipnya dalam bermain burung.  Tidak ada target yang berlebihan. Menggantang burung apabila ada lomba yang sportif dan fair play, khususnya di kelas pleci.  Bukan juga pengejar  nama  diperburungan, tetapi hanya sebagai penghobby burung berkicau.

Sebelum kicau mania lain heboh memelihara burung pleci, dan lomba kelas pleci masih jarang di Medan,  Letty sudah duluan punya pleci. Salah satu andalannya, pleci jenis Montanus asal Tiongkok (impor) yang diberi nama Si Bolang.
 
Dalam gelaran festival dan kompetisi burung berkicau yang dilaknakan Lubuk Pakam Bird Club, Minggu 25 September 2016, Si Bolang berhasil meraih juara I di kelas Pleci E. Di lomba sebelumnya,  di Lapangan Kicau Johor, berhasil meraih juara 1. Pada event khusus lomba pleci, Sibolang meraih juara 2. Saat meraih juara 2, Letty merasa kurang enak. Sebab ada yang bilang plecinya hanya wiksar (ngeriwik kasar). Padahal fakta di lapangan, suara paling tembus dan bawa lagu.  
 
Setelah itu, sekitar satu tahun lamanya istirahat, Si Bolang tidak pernah digantang lagi. Letty mengaku tidak ingin dibodohi lagi. Lomba Lubukpakam Berkicau,  Sibolang kembali diturunkan dan berhasil meraih juara 1. Ketika berlomba di Lubukpakam, Si Bolang kerja maksimal. Langsung bongkar-bongkar isian begitu digantang. Buka paruh, dan nagen di tangkringan.  Para juri yang bertugas juga melihat hal yang sama, sehingga burung ini dinobatkan menjadi juara I di kelas Pleci E melalui koncer A mutlak.  
 
Letty sendiri setengah percaya Si Bolang bisa meraih juara satu. Mungkin terkait pengalaman lama yang sempat membuatnya kecewa. Menurut Letty, maju tidaknya dunia perburungan di Sumut, tergantung pada panitia penyelenggara lomba dan jurinya.  Jika penialian berjalan dengan fair play, serta pemain bisa berlaku sportif hobby dan lomba burung berkicau akan terus berkembang. Selain aktif sebagai kontestan, Letty termasuk penggerak  lomba burung berkicau. Terakhir ia menyelenggarakan lomba  di Lapangan Kicau Flamboyan, Medan.
 
Sukses Letty merawat pleci tak terleas dari ketekunan dan keuletannya. Kunci dalam merawat pleci, adalah soal waktu memberi makan, menjemur dan mengeluarkannya dari rumah tidak boleh diubah-ubah.  Seperti yang diterapkan pada Si Bolang dan beberapa Pleci Dakun yang sudah prestasi di rumahnya di Kasawan Brayan, Medan.  Jika ingin bertukar pikiran dalam merawat pleci, bisa menghubunginya di HP 0813 9735 3999.

1.    Setiap subuh sekitar pukul 05.30 sudah dikeluarkan dari rumah. Diangin-anginkan agar burung bisa menghirup udara segar pagi hari.
2.    Air untuk mandian disediakan.
3.    Biasanya, jika panas matahari mulai terasa, burung akan mandi sendiri.
4.    Dijemur telak hingga pukul 11
5.    Makanannya  voer halus, pisang kepok dan ulat  Hong Kong.
6.     Minumannya luar biasa: wajib ada susu dan diberi 10 tetes Ebod Joss.(js)
 


  Berita Terkait
  • 6 bulan lalu

    Merawat Kaca Mobil Agar Tak Kusam

    JAKARTA (EKSPOSnews): Selain retak ataupun baret, permasalahan lain yang juga sering timbul pada kaca kendaraan adalah warna yang mulai kusam. Kaca yang kusam tentu akan membuat tampilan kendaraan men

  • 8 bulan lalu

    Bagaimana Merawat Ban Mobil yang Jarang Pakai?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Banyak orang mungkin mengira ban pada mobil yang jarang dipakai akan memiliki kondisi yang selalu baik. Bahkan bisa jadi, tak sedikit dari mereka yang akhirnya abai untuk melakuk

  • 2 tahun lalu

    Kisah Bocah Merawat Ayahnya yang Lumpuh

    BANYUMAS (EKSPOSnews): Seorang bocah yang masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar, Kendar (13) menghabiskan masa kecilnya untuk merawat ayahnya yang lumpuh di rumah mereka, Dukuh Pucung, Desa Kara

  • 3 tahun lalu

    Kunci Sukses Merawat Murai Ekor Hitam

    STABAT (EKSPOSnews): Bagi Andi,  memelihara  burung dan mengikuti kompetisi dan festival burung berkicau tak hanya sekedar penyaluran hobby. Dibalik kicauan burung yang merdu, ada bisnis

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99