Selasa, 23 Jul 2019
  • Home
  • Kicau
  • Mengungkap Jaringan Penjual Cendrawasih

Mengungkap Jaringan Penjual Cendrawasih

Oleh: marsot
Selasa, 14 Agu 2018 04:08
BAGIKAN:
istimewa.
Cendrawasih.
AMBON KICAU): Ditreskrimsus Polda Maluku bekerja sama dengan Polres Pulau Aru berhasil mengungkap jaringan penjualan satwa langka yang dilindungi negara berupa jenis burung cendrawasih khas Kepulauan Aru yang sudah diawetkan.

"Ini merupakan jaringan karena hasil pengembangan kami, tersangka GMG alias Go sudah melakukan aksinya sejak tahun 2013 dan saksi yang merupakan karyawannya mengatakan sudah lebih dari 500 ekor burung cendrawasih yang dijual," kata Direskrimsus Polda Maluku Kombes Pol Firman Nainggolan, di Ambon, Senin 13 Augustus 2018.

Polisi juga sedang mengembangkan pemeriksaan jalur penjualannya ke daerah lain, karena biasanya dari Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru menuju Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat sehingga sedang diteluuri apakah jalurnya mengikuti pola perjalanan kapal Pelni atau bukan.

Selain itu, kata Nainggolan, pola penjualan oleh tersangka Go dan MT pemilik toko di Dobo juga tidak terbuka karena hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mendatangi mereka.

"Makanya kami sekarang ini masih menggali atau melakukan pendalaman dan mudah-mudahan bisa ditemukan pelaku lain yang berhubungan langsung dengan pemilik toko," ujar dia.

Terungkap jaringan penjual satwa langka ini setelah ditemukan postingan salah satu tersangka berinisial MR di akun facebook yang menawarkan hewan dilindungi jenis cendrawasih khas Kepulauan Aru berwarna kuning coklat.

Dalam akun tersebut tersangka mengatakan kalau ada yang berminat ingin membeli cendrawasih yang sudah diawetkan silakan menghubungi akun dimaksud.

Tawaran dalam akun ini munculnya sekitar Selasa (7/8), dan dua hari berikutnya kami berkoordinasi dengan Kapolres Kepulauan Aru AKBP Adolf Bormasa melaksanakan penyelidikan terhadap profil akun tersebut dan diketahui pemiliknya berdomisili di Kota Dobo.

Setelah dilakukan pendalaman, ternyata pemilik akun FB ini berinisial MR dan akhirnya mengamankan yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi tetapi yang awalnya bersangkutan mengaku postingan itu hanya sebatas postingan saja.

Polres Aru melalui Satreskim melakukan penggeledahan di dalam kamar MR, tepatnya di bawah tempat tidur ada bungkusan kardus yang terdapat 28 ekor burung cendrawasih diawetkan.

Dari hasil pemeriksaan ini lalu dikembangkan darimana dia mendapatkan burungnya, tetapi Ditreskrimsus Polda Maluku minta Polres Pulau Aru melakukan pengembangan.

Ternyata MR membelinya dari dua toko masing-masing milik tersangka MT sepuluh ekor dan GMG alias Go 18 ekor di Kota Dobo.

Ketiga tersangka ini dijerat dengan pasal 40 ayat (2) juncto pasal 21 ayat (2) UU nomor 5 tahun 1990 dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Margareth alias MR beli dari MT dan GO seharga Rp350.000, lalu kembali menjualnya ke pasaran seharga Rp400.000.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Mendukung Pembangunan Jargas di Palembang

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan mendukung program Kementerian Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) membangun 6.034 jaringan gas untuk rumah tangga di kota setempat."Pem

  • 3 bulan lalu

    Jaringan Kiai Santri Nasional Ajak Masyarakat Bersatu

    SURABAYA (EKSPOSnews): Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk kembali bersatu usai melaksanakan Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif 2019."Pemilu sudah sele

  • 3 bulan lalu

    BNN Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia-Indonesia

    MEDAN (EKSPOSnews): Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dan BNN Provinsi Sumatera Utara mengamankan narkoba jenis sabu-sabu seberat 84 kg merupakan jaringan internasional Indonesia-Malaysia.Deputi Pe

  • 3 bulan lalu

    BNN Ungkap Jaringan Narkoba Malaysia-Dumai

    SURABAYA (EKSPOSnews): Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap peredaran gelap Narkotika jaringan Malaysia - Indonesia (Aceh - Dumai - Medan)"Modusnya narkotika masuk ke Indonesia melalui j

  • 4 bulan lalu

    Bagaimana Membangun Jaringan Telekomunikasi di MRT Jakarta?

    BANYUWANGI (EKSPOSnews): PT XL Axiata Tbk. akan mendorong pengadaan layanan jaringan telekomunikasi di jalur Moda Raya Terpadu (MRT) fase 1 Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia yang belum tersedia sec

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99