Jumat, 21 Sep 2018
  • Home
  • Kicau
  • Mengungkap Jaringan Penjual Cendrawasih

Mengungkap Jaringan Penjual Cendrawasih

Oleh: marsot
Selasa, 14 Agu 2018 04:08
BAGIKAN:
istimewa.
Cendrawasih.
AMBON KICAU): Ditreskrimsus Polda Maluku bekerja sama dengan Polres Pulau Aru berhasil mengungkap jaringan penjualan satwa langka yang dilindungi negara berupa jenis burung cendrawasih khas Kepulauan Aru yang sudah diawetkan.

"Ini merupakan jaringan karena hasil pengembangan kami, tersangka GMG alias Go sudah melakukan aksinya sejak tahun 2013 dan saksi yang merupakan karyawannya mengatakan sudah lebih dari 500 ekor burung cendrawasih yang dijual," kata Direskrimsus Polda Maluku Kombes Pol Firman Nainggolan, di Ambon, Senin 13 Augustus 2018.

Polisi juga sedang mengembangkan pemeriksaan jalur penjualannya ke daerah lain, karena biasanya dari Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru menuju Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat sehingga sedang diteluuri apakah jalurnya mengikuti pola perjalanan kapal Pelni atau bukan.

Selain itu, kata Nainggolan, pola penjualan oleh tersangka Go dan MT pemilik toko di Dobo juga tidak terbuka karena hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mendatangi mereka.

"Makanya kami sekarang ini masih menggali atau melakukan pendalaman dan mudah-mudahan bisa ditemukan pelaku lain yang berhubungan langsung dengan pemilik toko," ujar dia.

Terungkap jaringan penjual satwa langka ini setelah ditemukan postingan salah satu tersangka berinisial MR di akun facebook yang menawarkan hewan dilindungi jenis cendrawasih khas Kepulauan Aru berwarna kuning coklat.

Dalam akun tersebut tersangka mengatakan kalau ada yang berminat ingin membeli cendrawasih yang sudah diawetkan silakan menghubungi akun dimaksud.

Tawaran dalam akun ini munculnya sekitar Selasa (7/8), dan dua hari berikutnya kami berkoordinasi dengan Kapolres Kepulauan Aru AKBP Adolf Bormasa melaksanakan penyelidikan terhadap profil akun tersebut dan diketahui pemiliknya berdomisili di Kota Dobo.

Setelah dilakukan pendalaman, ternyata pemilik akun FB ini berinisial MR dan akhirnya mengamankan yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi tetapi yang awalnya bersangkutan mengaku postingan itu hanya sebatas postingan saja.

Polres Aru melalui Satreskim melakukan penggeledahan di dalam kamar MR, tepatnya di bawah tempat tidur ada bungkusan kardus yang terdapat 28 ekor burung cendrawasih diawetkan.

Dari hasil pemeriksaan ini lalu dikembangkan darimana dia mendapatkan burungnya, tetapi Ditreskrimsus Polda Maluku minta Polres Pulau Aru melakukan pengembangan.

Ternyata MR membelinya dari dua toko masing-masing milik tersangka MT sepuluh ekor dan GMG alias Go 18 ekor di Kota Dobo.

Ketiga tersangka ini dijerat dengan pasal 40 ayat (2) juncto pasal 21 ayat (2) UU nomor 5 tahun 1990 dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Margareth alias MR beli dari MT dan GO seharga Rp350.000, lalu kembali menjualnya ke pasaran seharga Rp400.000.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 18 jam lalu

    Jaringan 4G Indosat di Sulsel Makin Luas

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Operator seluler Indosat Ooredoo melakukan ekspansi jaringan baru 4G pada 21 daerah dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan."Indosat Ooredoo berkomitmen untuk terus meningkat

  • 4 hari lalu

    BNN Tembak Mati Pengedar Jaringan Narkoba Internasional

    MEDAN (EKSPOSnews): Personel Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara bersama BNN Pusat menembak mati tersangka berinisial BYK, pengedar narkotika jaringan internasional.Kepala Badan Narkotika

  • satu bulan lalu

    Densus Amankan 4 Jaringan Santoso

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Polda Sulawesi Selatan berhasil meringkus empat jaringan teroris Santoso di dua kabupaten berbeda, Sulsel."Hari Jumat (10/8) it

  • 2 bulan lalu

    Jaringan XL Terganggu di Lombok

    SURABAYA (EKSPOSnews): Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya mengatakan, jaringan telekomunikasi di wilayah Lombok Utara yang menjadi pusat gempa tujuh skala Richter, Minggu (5/8) malam tergan

  • 2 bulan lalu

    Pelaku Skimming di Bali Diduga Jaringan Internasional

    DENPASAR (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Bali terus menyelidiki komplotan pencuri data nasabah (skimming), setelah anggota kepolisian menangkap dua orang warga asing yang melakukan pengambilan uang se

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99