Jumat, 16 Nov 2018
  • Home
  • Kicau
  • Mengungkap Jaringan Penjual Cendrawasih

Mengungkap Jaringan Penjual Cendrawasih

Oleh: marsot
Selasa, 14 Agu 2018 04:08
BAGIKAN:
istimewa.
Cendrawasih.
AMBON KICAU): Ditreskrimsus Polda Maluku bekerja sama dengan Polres Pulau Aru berhasil mengungkap jaringan penjualan satwa langka yang dilindungi negara berupa jenis burung cendrawasih khas Kepulauan Aru yang sudah diawetkan.

"Ini merupakan jaringan karena hasil pengembangan kami, tersangka GMG alias Go sudah melakukan aksinya sejak tahun 2013 dan saksi yang merupakan karyawannya mengatakan sudah lebih dari 500 ekor burung cendrawasih yang dijual," kata Direskrimsus Polda Maluku Kombes Pol Firman Nainggolan, di Ambon, Senin 13 Augustus 2018.

Polisi juga sedang mengembangkan pemeriksaan jalur penjualannya ke daerah lain, karena biasanya dari Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru menuju Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat sehingga sedang diteluuri apakah jalurnya mengikuti pola perjalanan kapal Pelni atau bukan.

Selain itu, kata Nainggolan, pola penjualan oleh tersangka Go dan MT pemilik toko di Dobo juga tidak terbuka karena hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mendatangi mereka.

"Makanya kami sekarang ini masih menggali atau melakukan pendalaman dan mudah-mudahan bisa ditemukan pelaku lain yang berhubungan langsung dengan pemilik toko," ujar dia.

Terungkap jaringan penjual satwa langka ini setelah ditemukan postingan salah satu tersangka berinisial MR di akun facebook yang menawarkan hewan dilindungi jenis cendrawasih khas Kepulauan Aru berwarna kuning coklat.

Dalam akun tersebut tersangka mengatakan kalau ada yang berminat ingin membeli cendrawasih yang sudah diawetkan silakan menghubungi akun dimaksud.

Tawaran dalam akun ini munculnya sekitar Selasa (7/8), dan dua hari berikutnya kami berkoordinasi dengan Kapolres Kepulauan Aru AKBP Adolf Bormasa melaksanakan penyelidikan terhadap profil akun tersebut dan diketahui pemiliknya berdomisili di Kota Dobo.

Setelah dilakukan pendalaman, ternyata pemilik akun FB ini berinisial MR dan akhirnya mengamankan yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi tetapi yang awalnya bersangkutan mengaku postingan itu hanya sebatas postingan saja.

Polres Aru melalui Satreskim melakukan penggeledahan di dalam kamar MR, tepatnya di bawah tempat tidur ada bungkusan kardus yang terdapat 28 ekor burung cendrawasih diawetkan.

Dari hasil pemeriksaan ini lalu dikembangkan darimana dia mendapatkan burungnya, tetapi Ditreskrimsus Polda Maluku minta Polres Pulau Aru melakukan pengembangan.

Ternyata MR membelinya dari dua toko masing-masing milik tersangka MT sepuluh ekor dan GMG alias Go 18 ekor di Kota Dobo.

Ketiga tersangka ini dijerat dengan pasal 40 ayat (2) juncto pasal 21 ayat (2) UU nomor 5 tahun 1990 dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Margareth alias MR beli dari MT dan GO seharga Rp350.000, lalu kembali menjualnya ke pasaran seharga Rp400.000.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    BNN Amankan Jaringan Penyelundup Narkoba Internasional

    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama dengan Ditjen Bea Cukai dan TNI AL kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika oleh sindikat internasional di perairan Langsa Aceh d

  • 4 minggu lalu

    Mengungkap Jaringan Prostitusi Daring

    KARAWANG (EKSPOSnews): Polres Kabupaten Karawang mengungkap praktik prostitusi dalam jaringan (online) melalui jejaring media sosial facebook di wilayah Karawang, Jawa Barat."Setelah dilakukan penyeli

  • satu bulan lalu

    Jaringan Indosat di Palu Mulai Pulih

    JAKARTA (EKSPOSnews): Jaringan Indosat Ooredoo di wilayah gempa bumi serta tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, sudah pulih 90 persen setelah sebelumnya sempat alami kendala daya listrik."Se

  • 2 bulan lalu

    Jaringan Komunikasi di Donggala Terputus

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Jaringan komunikasi di wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dan sekitarnya terputus akibat dampak Gempa Bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter(SR) hingga mengakibatkan sambun

  • 2 bulan lalu

    BNN Musnahkan Narkoba Jaringan Internasional

    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkotika dari jaringan internasional ke-11 kalinya tahun ini, yaitu sabu-sabu seberat 114,74 kilogram, ekstasi 59.895 but

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99