Rabu, 16 Jan 2019

Mengevakuasi Burung Merak

Oleh: marsot
Rabu, 28 Nov 2018 05:17
BAGIKAN:
istimewa.
Burung (ilustrasi).
PEKANBARU (KICAU): Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau merelokasi tujuh ekor burung merak yang sebelumnya berhasil diselamatkan oleh Balai Karantina Kelas I Pekanbaru di wilayah pesisir Riau, tepatnya di Kabupaten Indragiri Hilir.

Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau Mulyo Hutomo mengatakan ketujuh satwa dilindungi tersebut disita petugas Balai Karantina dari warga di Kecamatan Kateman, Indragiri Hilir.

"Burung merak itu diperoleh warga dari Malaysia. Mereka beli dari sana dan dibawa ke Indonesia. Berhubungan di negara kita merak termasuk jenis dilindungi akhirnya disita," kata Hutomo, Selasa 27 November 2018.

Secara geografis, Kabupaten Indragiri Hilir merupakan salah satu wilayah terluar di Provinsi Riau dan berbatasan langsung dengan negeri jiran Malaysia serta Singapura.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus mendalami apakah ada unsur pelanggaran pidana dalam perkara tersebut karena menurut pengakuan warga burung merak itu diperjual belikan di negeri jiran Malaysia. "Karena ada yang jual di sana jadi mereka beli dan dibawa ke Indonesia. Ini masih kita dalami apakah ada bentuk pelanggaran pidananya," ujar Hutomo.

Meksi begitu, dengan adanya pengungkapan yang dilakukan oleh petugas Balai Karantina serta Bea Cukai di Indragiri Hilir tersebut, dia mengatakan BBKSDA Riau ke depan akan lebih giat melakukan pemantauan di wilayah pesisir Riau tersebut.

Lebih jauh, Hutomo mejelaskan, ketujuh ekor burung merak (Pavo sp) berbulu biru tersebut terdiri dari lima ekor dewasa dan dua ekor anakan. Seluruhnya dalam kondisi sehat.

"Dari pemeriksaan kesehatan, baik pemeriksaan sampel darah dan air liur, burung merak itu dalam kondisi sehat," katanya.

Saat ini ketujuh satwa dengan nilai ekonomi tinggi di pasar gelap tersebut telah berada kandang transit kantor BBKSDA Riau, Kota Pekanbaru.

Humas BBKSDA Riau, Dian Indriati mengatakan bahwa burung merak merupakan salah satu jenis satwa dilindungi yang telah diatur dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Melepasliarkan Merak Hijau

    BANYUWANGI (KICAU): Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta bersama Gembiraloka Zoo dan Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta-Wildlife Rescue Center melepasliarkan 10 burung merak hijau (Pav

  • 2 bulan lalu

    Pemkab Cianjur Pelihara Burung Merak Hijau

    CIANJUR (KICAU): Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memiliki satwa langka jenis burung merak di Taman Pendopo Cianjur, salah satu spesies dilindungi dan tidak bisa dipelihara secara bebas.Burung

  • 3 bulan lalu

    Butuh 6 Eskavator Ampibi Mengevakuasi Korban Gempa Palu

    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan perlu enam eskavator amfibi untuk mengevakuasi korban yang tertimbun lumpur dari proses likuifaksi akibat gempa dan tsunam

  • 9 bulan lalu

    Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Pesawat Lion Air

    GORONTALO (EKSPOSnews): Tim Gabungan dari bagian perawatan Lion Air, Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadaman Kebakaran (PKPPK) Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Djalaludin Gorontalo berhasil

  • tahun lalu

    Tim SAR Evakuasi kapal dan ABK di Perairan Aceh Jaya

    MEULABOH (EKSPOSnews): Tim Search And Resque (SAR) gabungan berhasil mengevakuasi satu unit kapal motor nelayan bersama tiga orang anak buah kapal yang terombang ambing di tengah laut di perairan Kabu

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99