Rabu, 18 Jul 2018
  • Home
  • Kicau
  • Mengamankan Burung yang Dilindungi

Mengamankan Burung yang Dilindungi

Oleh: alex
Selasa, 03 Jul 2018 14:58
BAGIKAN:
Jallus
Burung dilindungi.
AMBON (KICAU): Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku mengamakan belasan satwa dilindungi di pusat penangkaran satwa sebelum dipindahkan ke pusat rehabilitasi satwa di desa Masihulan, Kabupaten Maluku Tengah.

"Belasan burung dilindungi secara sukarela diserahkan oleh masyarakat, atau yang diamankan petugas di pelabuhan udara maupun laut periode Mei - Jun 2018 diamankan di pusat penangkaran, sebelum dipindahkan ke pusat rehabilitasi satwa ataupun yang dilepaskan ke habitat," kata Kepala BKSDA Maluku, Mukhtar Amin Ahmadi, Selasa 3 Juli 2018.

Ia mengatakan, satwa yang diamankan petugas merupakan jenis yang dilindungi atau tidak bisa dipelihara masyarakat, disimpan di rumah dalam keadaan hidup atau mati.

Jenis satwa yang ada di penangkaran satwa Ambon di antaranya burung Kakatua maluku (Cacatua moluccensis), nuri merah (Lorius lory), nuri hijau, burung nuri kapala hitam, serta elang laut (Haliaeetus).

"Jenis burung kakatua maluku merupakan burung yang dilindungi karena hampir punah, sehingga harus dikembalikan ke habitat," katanya.

Diakuinya, burung yang diamankan petugas umumnya akan dibawa ke luar wilayah Maluku untuk diperdagangkan, ada juga hasil penyerahan masyarakat berdasarkan informasi yang diterima dari "call center" BKSDA.

"Masyarakat yang memiliki burung ini, petugas segera mendatangi untuk menjelaskan peraturan mengenai satwa yang dilindungi dan meminta secara sukarela agar satwa-satwa tersebut diserahkan ke petugas tanpa melalui proses tangkap," ujarnya.

Mukhtar menyatakan, proses perdagangan satwa dan tumbuhan wajib mendapatkan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Dalam Negeri (SATDN), jika resmi memperdagangkan wajib memiliki surat izin edar dari BKSDA.

Setelah memiliki surat izin edar akan mendapatkan kuota, misalkan usaha burung perkici membuat surat izin edar ke BKSDA selanjutnya akan dinilai teknisnya kemudian jika memenuhi syarat akan dikeluarkan ijin edarnya.

"Setelah itu ada juga kuota yang dikeluarkan dari pusat per tahun untuk perdagangan burung perkici sebanyak 1,000 ekor, jika memenuhi maka akan dikeluarkan SATDN seusi kuota untuk izin tangkap secara resmi, karena jika tidak memenuhi ketentuan akan ditangkap," ujarnya.

Selain proses perdagangan juga termasuk memelihara satwa yang dilindungi, karena cukup banyak termasuk penjualan satwa dan tumbuhan di pasar.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Spesies Burung di Indonesia Bertambah

    GORONTALO (EKSPOSnews): "Burung Indonesia", salah satu lembaga peneliti spesies burung ini, menyatakan jumlah spesies burung yang ditemukan di Indonesia kembali bertambah pada tahun 2018.Data Burung I

  • 2 bulan lalu

    Mengamankan Burung Kolibri di Jambi

    JAMBI (KICAU): Petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi mengamankan 340 ekor burung kolibri yang termasuk ungas dilindungi oleh undang undang.Kepala Sub-Bagian Tata Usaha (Kasu

  • 3 bulan lalu

    Sheikh Mohamed bin Zayed An-Nahyan Sumbang untuk Pelestarian Burung

    ABU DHABI (KICAU): Gagasan besar yang didukung oleh Sheikh Mohamed bin Zayed An-Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab, diumumkan pada Kamis (26/4) untu

  • 3 bulan lalu

    Uni Emirat Arab Sita Ratusan Burung yang Dilindungi

    DUBAI (KICAU): Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup Uni Emirat Arab, MOCCAE, melalui kerja sama dengan pemerintah di Sharjah, menyita hampir 400 burung yang dilindungi oleh CITES, Konvensi

  • 3 bulan lalu

    Burung di Australia Diserang Penyakit Misterius

    SYDNEY KICAU): Burung di Perth, Western Australia, telah diserang penyakit misterius yang terus membuat bingung para ahli setempat.Pusat margasatwa di seluruh kota tersebut telah menerima banyak burun

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99