Kamis, 19 Jul 2018

Mendata Burung Kuau di Sumbar

Oleh: marsot
Rabu, 28 Mar 2018 05:18
BAGIKAN:
istimewa.
Burung Beo (ilustrasi).
PADANG (KICAU): Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat akan mendata populasi burung kuau (Argusianus argus) yang ada di provinsi itu untuk mengetahui jumlah dan perkembangbiakannya.

"Burung kuau merupakan satwa dilindungi dan sudah termasuk langka," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumbar Eka Damayanti di Padang, Selasa 27 Maret 2018.

Ia menjelaskan berdasarkan pengamatan dan kamera pengintai, burung yang menjadi maskot pada Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang itu masih banyak ditemukan di Bukit Barisan dan Kabupaten Agam.

"Namun, secara umum populasi satwa itu ada di semua wilayah Sumbar," ujarnya.

Menurutnya ancaman terhadap kelestarian burung ini bisa jadi disebabkan oleh rusaknya habitat akibat kebakaran hutan, kerusakan dan alih fungsi hutan.

BKSDA mencatat hampir tidak ada kasus perburuan dan perdagangan burung yang dilindungi berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 1999 itu di Sumbar.

Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan pendataan dengan menggandeng perguruan tinggi serta lembaga penelitian agar pendataan yang dilakukan benar-benar akurat.

"Bersama perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan lembaga swadaya masyarakat di bidang lingkungan tentu hasilnya akan lebih bagus karena nantinya ada orang-orang yang berkompeten dan berpengalaman," katanya.

Menurut dia pelestarian burung kuau dapat menjadi edukasi bagi generasi penerus, apalagi saat ini fauna identitas Provinsi Sumbar tersebut mulai tidak banyak dikenal lagi, terutama oleh generasi muda.

Burung kuau memiliki ciri khas berukuran besar dengan berat mencapai 10 kilogram. Kuau jantan dapat mencapai panjang 2 meter dan memiliki bulu ekor yang panjang dengan motif bulat berwarna cerah dan berbintik-bintik keabu-abuan. Sedangkan betinanya memiliki kuran tubuh sekitar 75 centimeter.

"Makanan unggas ini buah-buahan yang jatuh, biji-bijian, siput, semut, dan berbagai jenis serangga," kata Eka.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Kopi Sumbar Semakin Diminati

    PADANG (EKSPOSnews): Kopi arabika dan robusta dari Sumatera Barat semakin diminati dan laris di pasar dunia seperti Australia, Inggris, dan Korea, kata seorang eksportir komoditas itu, Pebriansyah.Pim

  • 3 minggu lalu

    Figur Calon Sangat Menentukan di Pilkada Sumbar

    PADANG (EKSPOSnews): Pelaksanaan pilkada pada empat kota di Sumatera Barat menyisakan beragam cerita, mulai dari keharuan kandidat saat mendapat kabar kemenangan, perjuangan para tim sukses mengampany

  • 3 minggu lalu

    Pengamanan Mudik di Sumbar Paten

    PADANG (EKSPOSnews): Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyebutkan berdasarkan evaluasi, pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2018 di daerah itu lebih baik dari 2017 meskipun ada sejumlah h

  • satu bulan lalu

    Mudik ke Sumbar? Hati-Hati Longsor!

    PADANG (EKSPOSnews): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau pemudik untuk mewaspadai 13 titik rawan longsor di provinsi itu, terutama jika hujan turun cukup lama.

  • satu bulan lalu

    Masyarakat Sumbar Diminta Waspada Uang Palsu

    SIMPANG EMPAT (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat mengingatkan masyarakat agar mewaspadai peredaran uang palsu menjelang Idulfitri 1439 Hijriah."Biasanya transaksi keuangan at

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99