Sabtu, 21 Apr 2018

Mendata Burung Kuau di Sumbar

Oleh: marsot
Rabu, 28 Mar 2018 05:18
BAGIKAN:
istimewa.
Burung Beo (ilustrasi).
PADANG (KICAU): Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat akan mendata populasi burung kuau (Argusianus argus) yang ada di provinsi itu untuk mengetahui jumlah dan perkembangbiakannya.

"Burung kuau merupakan satwa dilindungi dan sudah termasuk langka," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumbar Eka Damayanti di Padang, Selasa 27 Maret 2018.

Ia menjelaskan berdasarkan pengamatan dan kamera pengintai, burung yang menjadi maskot pada Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang itu masih banyak ditemukan di Bukit Barisan dan Kabupaten Agam.

"Namun, secara umum populasi satwa itu ada di semua wilayah Sumbar," ujarnya.

Menurutnya ancaman terhadap kelestarian burung ini bisa jadi disebabkan oleh rusaknya habitat akibat kebakaran hutan, kerusakan dan alih fungsi hutan.

BKSDA mencatat hampir tidak ada kasus perburuan dan perdagangan burung yang dilindungi berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 1999 itu di Sumbar.

Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan pendataan dengan menggandeng perguruan tinggi serta lembaga penelitian agar pendataan yang dilakukan benar-benar akurat.

"Bersama perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan lembaga swadaya masyarakat di bidang lingkungan tentu hasilnya akan lebih bagus karena nantinya ada orang-orang yang berkompeten dan berpengalaman," katanya.

Menurut dia pelestarian burung kuau dapat menjadi edukasi bagi generasi penerus, apalagi saat ini fauna identitas Provinsi Sumbar tersebut mulai tidak banyak dikenal lagi, terutama oleh generasi muda.

Burung kuau memiliki ciri khas berukuran besar dengan berat mencapai 10 kilogram. Kuau jantan dapat mencapai panjang 2 meter dan memiliki bulu ekor yang panjang dengan motif bulat berwarna cerah dan berbintik-bintik keabu-abuan. Sedangkan betinanya memiliki kuran tubuh sekitar 75 centimeter.

"Makanan unggas ini buah-buahan yang jatuh, biji-bijian, siput, semut, dan berbagai jenis serangga," kata Eka.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Potensi Sumbar Ditawarkan ke Jepang

    PADANG (EKSPOSnews): Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno berencana menawarkan potensi daerah ke Jepang untuk menarik calon investor agar mau menanamkan modal pada beberapa bidang unggulan."Potensi

  • 4 minggu lalu

    Pertamina Jamin Ketersediaan BBM di Sumbar

    PADANG (EKSPOSnews): Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Branch Sumatera Barat menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di provinsi itu aman untuk beberapa hari ke depan.Stok BBM jenis

  • 2 bulan lalu

    Telkomsel Berupaya Tuntaskan Blank Spot di Sumbar

    PADANG (EKSPOSnews): PT Telkomsel menyebutkan pihaknya terus berupaya untuk mengentaskan area yang belum tersentuh jaringan komunikasi (Blank Spot) di wilayah Sumatera Barat (Sumbar)."Pada dasarnya ka

  • 2 bulan lalu

    Ketika Cengkih Semakin Langka di Sumatera Barat

    PADANG (EKSPOSnews): Ketua Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) Sumatera Barat, Irman mengatakan provinsi itu sudah tidak mengekspor cengkih (syzygium aromaticum) lagi karena pro

  • 2 bulan lalu

    Tingkat Hunian Hotel di Sumbar Turun

    PADANG (EKSPOSnews): Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mengemukakan angka rata-rata tingkat hunian hotel berbintang di provinsi itu Januari 2018 mencapai 47,34 persen atau turun 17,5

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99