Rabu, 21 Nov 2018
  • Home
  • Kicau
  • Melepasliarkan Burung Gelatik Jawa

Melepasliarkan Burung Gelatik Jawa

Oleh: Jallus
Senin, 15 Okt 2018 04:07
BAGIKAN:
istimewa.
Burung (ilustrasi).
KULON PROGO (KICAU): Balai Konservasi Sumber Daya Alam Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Terminal Bahan Bakar Minyak Rewulu PT Pertamina (Persero) melepasliarkan puluhan ekor burung Gelatik Jawa di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY Junita Parjanti di Kulon Progo, mengatakan kegiatan kali ini berkat kerja sama Yayasan Kanopi Indonesia dan Terminal BBM Rewulu PT Pertamina (Persero) dalam pengembangbiakan dan pelepasliaran burung Gelatik Jawa.

"Dipilihnya spesies tersebut untuk dilepasliarkan lantaran makin berkurangnya populasi di habitat aslinya. Kami ingin meningkatkan populasi burung ini karena habitatnya terganggu oleh perburuan dan perkembangan pemukiman sehingga turun populasinya," kata Junita, Minggu 14 Oktober 2018.

Ia mengatakan dipilihnya Desa Jatimulyo sebagai lokasi pelepasliaran burung Jelatik Jawa, berdasarkan hasil survei, kebutuhan pangan sangat mencukupi dan kondisi alam yang cocok untuk percepatan pengembangan Gelatik Jawa.

Selain itu, Pemdes Jatimulyo memiliki komitmen terhadap keberlangsungan alam, melalui Peraturan Desa Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pelestarian Lingkungan Hidup.

"Kami berharap dengan komitmen Pemdes Jatimulyo ini, keberlangsungan populasi Gelatik Jawa terjamin keamannya," katanya.

Saat ini, populasi burung Gelatik Jawa di DIY sangat sedikit karena adanya perburuan. Selain itu, lingkungan alam di Kota Yogyakarta semakin sempit, sehingga habitat burung Gelatik Jawa tidak ada.

"Habitat Gelatik Jawa di Kota Yogyakarta sudah tidak ada, sehingga Gelatik mulai tersisih," katanya.

Sementara itu, SPV PE (Penerimaan, Penimbunan, dan Penyaluran) TBBM Rewulu PT Pertamina Persero Rizky Yudisthira mengatakan Pertamina hanya dikenal masyarakat sebagai penyedia energi.

Untuk mengubah pandangan masyarakat tersebut, melalui Pertamina Peduli Lingkungan mengandeng BKSDA DIY dan Yayasan Kanopi Indonesia melestarikan lingkungan dan isinya.

Salah satu program Pertamina Peduli Lingkungan adalah pelestarian Burung Gelatik Jawa yang habitatnya habis dan populasinya hampir musnah."Kami turut melestarikan burung Gelatik Jawa supaya tidak musnah populasinya. Kami memilih Gelatik Jawa karena burungnya bagus, suaranya yang halus dan khas, dan hampir musnah," kayanya.

Direktur Yayasan Kanopi Indonesia Arif Rudiyanto mengungkapkan gelatik yang dilepasliar kali ini memang diperoleh dari para pemburu. Sebelum berhasil dikumpulkan dan dikonservasi, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendekatan persuasif pada para pemburu. "Sebelum dilepasliarkan. Semuanya dipastikan terlebih dulu dalam kondisi sehat. Bagi para pemburu kami beri pengertian agar gelatik bisa dilepasliarkan," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Burung Hantu Bukan untuk Dipelihara

    JAKARTA (KICAU): Organisasi peduli burung hantu "The Owl World of Indonesia" menyebutkan burung hantu seharusnya bukan untuk dipelihara karena hewan itu termasuk satwa liar."Burung hantu yang diperdag

  • 7 hari lalu

    BBKSDA Jawa Barat Terima Awetan Burung Cendrawasih

    CIREBON (KICAU): Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, menerima awetan burung cendrawasih dari seorang warga dan ini karena maraknya informasi terkait penegakan hukum terhadap p

  • 4 minggu lalu

    Cegah Kepunahan Rangkong Gading

    PONTIANAK (KICAU): Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno mengajak pemerintah Kalimantan Barat dan pihak terkait untuk ber

  • satu bulan lalu

    Mengenal Burung Kasturi

    TERNATE (KICAU): PT Pertamina (Persero) MOR VIII - DPPU Babullah Ternate, Maluku Utara (Malut) mengajak siswa SD Negeri 56 Kota Ternate untuk mengenal satwa Burung Kasturi di Balai Konservasi Sumber D

  • 2 bulan lalu

    Pengusaha Sarang Burung Walet Rajin Bayar Pajak

    SAMPIT (KICAU): Pengusaha sarang burung walet di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, makin rajin membayar pajak daerah sebagai wujud partisipasi mereka membantu pembangunan daerah."Kami sa

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99