Kamis, 21 Mar 2019
  • Home
  • Kicau
  • Melepasliarkan Burung Gelatik Jawa

Melepasliarkan Burung Gelatik Jawa

Oleh: Jallus
Senin, 15 Okt 2018 04:07
BAGIKAN:
istimewa.
Burung (ilustrasi).
KULON PROGO (KICAU): Balai Konservasi Sumber Daya Alam Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Terminal Bahan Bakar Minyak Rewulu PT Pertamina (Persero) melepasliarkan puluhan ekor burung Gelatik Jawa di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY Junita Parjanti di Kulon Progo, mengatakan kegiatan kali ini berkat kerja sama Yayasan Kanopi Indonesia dan Terminal BBM Rewulu PT Pertamina (Persero) dalam pengembangbiakan dan pelepasliaran burung Gelatik Jawa.

"Dipilihnya spesies tersebut untuk dilepasliarkan lantaran makin berkurangnya populasi di habitat aslinya. Kami ingin meningkatkan populasi burung ini karena habitatnya terganggu oleh perburuan dan perkembangan pemukiman sehingga turun populasinya," kata Junita, Minggu 14 Oktober 2018.

Ia mengatakan dipilihnya Desa Jatimulyo sebagai lokasi pelepasliaran burung Jelatik Jawa, berdasarkan hasil survei, kebutuhan pangan sangat mencukupi dan kondisi alam yang cocok untuk percepatan pengembangan Gelatik Jawa.

Selain itu, Pemdes Jatimulyo memiliki komitmen terhadap keberlangsungan alam, melalui Peraturan Desa Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pelestarian Lingkungan Hidup.

"Kami berharap dengan komitmen Pemdes Jatimulyo ini, keberlangsungan populasi Gelatik Jawa terjamin keamannya," katanya.

Saat ini, populasi burung Gelatik Jawa di DIY sangat sedikit karena adanya perburuan. Selain itu, lingkungan alam di Kota Yogyakarta semakin sempit, sehingga habitat burung Gelatik Jawa tidak ada.

"Habitat Gelatik Jawa di Kota Yogyakarta sudah tidak ada, sehingga Gelatik mulai tersisih," katanya.

Sementara itu, SPV PE (Penerimaan, Penimbunan, dan Penyaluran) TBBM Rewulu PT Pertamina Persero Rizky Yudisthira mengatakan Pertamina hanya dikenal masyarakat sebagai penyedia energi.

Untuk mengubah pandangan masyarakat tersebut, melalui Pertamina Peduli Lingkungan mengandeng BKSDA DIY dan Yayasan Kanopi Indonesia melestarikan lingkungan dan isinya.

Salah satu program Pertamina Peduli Lingkungan adalah pelestarian Burung Gelatik Jawa yang habitatnya habis dan populasinya hampir musnah."Kami turut melestarikan burung Gelatik Jawa supaya tidak musnah populasinya. Kami memilih Gelatik Jawa karena burungnya bagus, suaranya yang halus dan khas, dan hampir musnah," kayanya.

Direktur Yayasan Kanopi Indonesia Arif Rudiyanto mengungkapkan gelatik yang dilepasliar kali ini memang diperoleh dari para pemburu. Sebelum berhasil dikumpulkan dan dikonservasi, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendekatan persuasif pada para pemburu. "Sebelum dilepasliarkan. Semuanya dipastikan terlebih dulu dalam kondisi sehat. Bagi para pemburu kami beri pengertian agar gelatik bisa dilepasliarkan," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Pengemplang Pajak Burung Walet di Labuhanbatu

    RANTAUPRAPAT (KICAU): Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu akan menindak tegas pengemplang pajak sarang burung walet karena kepatuhan wajib pajak di daerah itu dinilai masih tergolong rendah."Pemerintah d

  • 3 minggu lalu

    Penjualan Burung di Pasar Pramuka Normal

    JAKARTA (KICAU): Mayoritas pedagang unggas di Pasar Burung Pramuka menyebutkan transaksi penjualan unggas masih berlangsung normal meskipun 2019 dianggap sebagai tahun politik."Penjualan masih ramai t

  • 3 minggu lalu

    Sumut Pengekspor Sarang Burung Walet Terbesar di Indonesia

    MEDAN (KICAU): Sumatera Utara masih tercatat sebagai pengekspor sarang burung walet terbesar di Indonesia dengan negara tujuan utama ke Republik Rakyat Tiongkok."Masih berlangsungnya ekspor sarang bur

  • 3 minggu lalu

    Polisi Buru Pedagang Burung Dilindungi

    MEDAN (KICAU): Personel Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara mengamankan AA (28) warga Jalan Yos Sudarso Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, anggota sindikat perdagangan satwa y

  • satu bulan lalu

    Menyita 14 Burung Cangak Merah

    PEKANBARU (KICAU): Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau menyita 14 ekor Cangak Merah, burung yang dilindungi, ketika dijual warga di pinggir jalan."Ke-14 ekor burung Cangak Me

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99