Sabtu, 19 Jan 2019
  • Home
  • Kicau
  • Melepasliarkan Burung Gelatik Jawa

Melepasliarkan Burung Gelatik Jawa

Oleh: Jallus
Senin, 15 Okt 2018 04:07
BAGIKAN:
istimewa.
Burung (ilustrasi).
KULON PROGO (KICAU): Balai Konservasi Sumber Daya Alam Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Terminal Bahan Bakar Minyak Rewulu PT Pertamina (Persero) melepasliarkan puluhan ekor burung Gelatik Jawa di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY Junita Parjanti di Kulon Progo, mengatakan kegiatan kali ini berkat kerja sama Yayasan Kanopi Indonesia dan Terminal BBM Rewulu PT Pertamina (Persero) dalam pengembangbiakan dan pelepasliaran burung Gelatik Jawa.

"Dipilihnya spesies tersebut untuk dilepasliarkan lantaran makin berkurangnya populasi di habitat aslinya. Kami ingin meningkatkan populasi burung ini karena habitatnya terganggu oleh perburuan dan perkembangan pemukiman sehingga turun populasinya," kata Junita, Minggu 14 Oktober 2018.

Ia mengatakan dipilihnya Desa Jatimulyo sebagai lokasi pelepasliaran burung Jelatik Jawa, berdasarkan hasil survei, kebutuhan pangan sangat mencukupi dan kondisi alam yang cocok untuk percepatan pengembangan Gelatik Jawa.

Selain itu, Pemdes Jatimulyo memiliki komitmen terhadap keberlangsungan alam, melalui Peraturan Desa Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pelestarian Lingkungan Hidup.

"Kami berharap dengan komitmen Pemdes Jatimulyo ini, keberlangsungan populasi Gelatik Jawa terjamin keamannya," katanya.

Saat ini, populasi burung Gelatik Jawa di DIY sangat sedikit karena adanya perburuan. Selain itu, lingkungan alam di Kota Yogyakarta semakin sempit, sehingga habitat burung Gelatik Jawa tidak ada.

"Habitat Gelatik Jawa di Kota Yogyakarta sudah tidak ada, sehingga Gelatik mulai tersisih," katanya.

Sementara itu, SPV PE (Penerimaan, Penimbunan, dan Penyaluran) TBBM Rewulu PT Pertamina Persero Rizky Yudisthira mengatakan Pertamina hanya dikenal masyarakat sebagai penyedia energi.

Untuk mengubah pandangan masyarakat tersebut, melalui Pertamina Peduli Lingkungan mengandeng BKSDA DIY dan Yayasan Kanopi Indonesia melestarikan lingkungan dan isinya.

Salah satu program Pertamina Peduli Lingkungan adalah pelestarian Burung Gelatik Jawa yang habitatnya habis dan populasinya hampir musnah."Kami turut melestarikan burung Gelatik Jawa supaya tidak musnah populasinya. Kami memilih Gelatik Jawa karena burungnya bagus, suaranya yang halus dan khas, dan hampir musnah," kayanya.

Direktur Yayasan Kanopi Indonesia Arif Rudiyanto mengungkapkan gelatik yang dilepasliar kali ini memang diperoleh dari para pemburu. Sebelum berhasil dikumpulkan dan dikonservasi, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendekatan persuasif pada para pemburu. "Sebelum dilepasliarkan. Semuanya dipastikan terlebih dulu dalam kondisi sehat. Bagi para pemburu kami beri pengertian agar gelatik bisa dilepasliarkan," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Kasus Burung Paruh Bengkok Ilegal Tinggal Tunggu Sidang

    SIDOARJO (KICAU): Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menyatakan kasus burung paruh bengkok ilegal milik Liau Djin Ai (Kristin) selaku Direktur CV Bintang Terang di Jember, Jawa Timur tinggal menunggu jadwal

  • 3 minggu lalu

    Melepasliarkan Merak Hijau

    BANYUWANGI (KICAU): Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta bersama Gembiraloka Zoo dan Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta-Wildlife Rescue Center melepasliarkan 10 burung merak hijau (Pav

  • satu bulan lalu

    Pembangunan Sarang Burung Walet Harus Persetujuan Warga

    SAMPIT (KICAU): Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menegaskan bahwa pembuatan bangunan untuk budidaya sarang burung walet wajib mendapat persetujuan warga sekitar loka

  • 2 bulan lalu

    Mengevakuasi Burung Merak

    PEKANBARU (KICAU): Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau merelokasi tujuh ekor burung merak yang sebelumnya berhasil diselamatkan oleh Balai Karantina Kelas I Pekanbaru di wilayah pesi

  • 2 bulan lalu

    Pemkab Cianjur Pelihara Burung Merak Hijau

    CIANJUR (KICAU): Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memiliki satwa langka jenis burung merak di Taman Pendopo Cianjur, salah satu spesies dilindungi dan tidak bisa dipelihara secara bebas.Burung

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99