Jumat, 23 Agu 2019
  • Home
  • Kicau
  • Melepasliarkan 2 Ekor Elang Langka

Melepasliarkan 2 Ekor Elang Langka

Oleh: alex
Kamis, 23 Mei 2019 15:38
BAGIKAN:
istimewa.
Elang Jawa.
GUNUNG KIDUL (KICAU): Badan Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta melepasliarkan dua ekor burung elang jenis langka di kawasan hutan Tahura Bunder, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menjaga populasi burung dan keseimbangan ekosistem alam.

Kepala BKSDA DIY Junita Parjanti di Gunung Kidul, mengatakan burung yang dilepas jenis elang ular bido dan alap-alap jambul.

"Dua burung tersebut berasal dari masyarakat di wilayah Yogyakarta yang telah dikarantina selama enam bulan lamanya. Karantina sendiri kita lakukan untuk mengembalikan insting liar burung tersebut," kata Junita, Kamis 23 Mei 2019.

Pada pelepasan kali ini, burung elang ular bido berjenis kelamin betina diberi nama Andini dan alap alap jenis kelamin jantan diberikan nama Tetuko. Kedua burung tersebut dilepas tanpa dipasang GPS. "Kalau saat ini tidak ada GPS nya. Kita harap setelah dilepas burung ini cepat beradaptasi," ucap dia.

Disinggung mengenai perkembangan saat ini terkait burung-burung yang dirilis sebelumnya, Junita mengatakan ada satu burung yang ditemukan mati. Dugaan kuat, kematian burung tersebut akibat perburuan liar. "Ada satu ekor ditemukan mati. Kalau hasil laboratorium karena dehidrasi. Tapi kami mendapat informasi ada perburuan liar. Kami menduga itu penyebab kematianya," kata dia.

Sementara itu, Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Andie Chandra Herwanto mengatakan wilayah Gunung Kidul masih sangat layak untuk kelangsungan hidup beberapa jenis burung elang. Hal itu dikarenakan masih tersedianya pakan di alam bebas. "Masih banyak jenis kadal, bajing dan burung-burung kecil yang bisa dijadikan makanan mereka," kata Andie.

Berdasarkan pemantuan, beberapa jenis burung elang mampu berkembang biak. Adapun wilayah yang kerap dijumpai keberadaan elang sendiri yakni di wilayah utara seperti Nglanggeran, Ngawen dan Nglipar. "Di sekitar Tepus daerah pantai juga ada beberapa ekor burung terlihat. Karena disana juga tempat pertemuan elang laut," kata Andie.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk mendukung pelestarian satwa langka tersebut. Ia mencontohkan cara paling mudah dilakukan yakni dengan tidak memburu burung-burung yang dilindungi.

Kepunahan beberapa satwa terjadi lantaran rusaknya habitat dan perburuan liar. Maraknya perburuan liar sendiri, menurut Kuncoro didasari banyak oknum tidak bertanggung jawab melakukan transaksi jual beli satwa-satwa langka itu.

"Ini bukan satu dua kali program, disamping untuk kelestarian satwa, dan dapat berkembang biak sehingga dapat menghilang dari daftar dilindungi dan punah. Sangat dibutuhkan perkenalan anak usia dini supaya mereka paham bahwa elang sudah dilindungi," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 8 bulan lalu

    Melepasliarkan Merak Hijau

    BANYUWANGI (KICAU): Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta bersama Gembiraloka Zoo dan Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta-Wildlife Rescue Center melepasliarkan 10 burung merak hijau (Pav

  • 10 bulan lalu

    Melepasliarkan Elang Ular Bido

    GUNUNG KIDUL (KICAU): Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta melepasliarkan dua ekor Elang Ular Bido di Stasiun Flora Fauna, Taman Hutan Raya Bunder, Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istim

  • 10 bulan lalu

    Benih Lobster yang Disita Langsung Dilepasliarkan

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Sekitar 10.000 ekor benih lobster yang disita dari operasi tim patroli TNI AL di Provinsi Riau, akan langsung dilepasliarkan agar peluang hidupnya meningkat di alam bebas."Renc

  • tahun lalu

    Bangka Belitung Bangun Pelabuhan Lepas Pantai

    PANGKALPINANG (EKSPOSnews): Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan izin kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pelindo untuk membangun pelabuhan lepas pantai guna meningkat

  • tahun lalu

    Jaksa Kasasi Putusan Lepas Alfian Tanjung

    JAKARTA (EKSPOSnews): Jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah mengajukan kasasi atas putusan lepas terhadap terdakwa kasus ujaran kebencian di media sosial, Alfian Tanjung.JPU Kejaksaan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99