Rabu, 18 Jul 2018

Jangan Tangkap Elang Bondol

Oleh: marsot
Kamis, 21 Jun 2018 09:07
BAGIKAN:
istimewa.
Burung Elang.
MEDAN (KICAU): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Sumatera Utara (Sumut), meminta kepada warga agar jangan menangkap elang laut atau "elang bondol" yang terdapat di daerah pesisir pantai Kabupaten Langkat, Sumut.

"Perburuan liar elang laut yang dilindungi oleh pemerintah itu, harus segera dihentikan untuk melindungi satwa tersebut," kata Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Dana Prima Tarigan di Medan, Kamis 21 Juni 2018.

Elang laut yang terdapat di Langkat, menurut dia, biarkan saja hidup secara bebas dan tidak usah diburu oleh warga untuk tujuan dipelihara maupun dijual mendapatkan keuntungan cukup besar.

"Karena elang laut yang hidup di hutan mangrove di Langkat, terancam mengalami kepunahan," ujar Dana.

Ia menyebutkan dulunya elang laut masih banyak kelihatan di pesisir Pantai Timur Sumatera itu, namun saat ini tidak ada lagi dan sudah menghilang.

Hal ini, menjadi perhatian pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat untuk dapat menyelamatkan elang laut tersebut.

"BKSDA harus bertanggung jawab atas kelestarian elang laut yang terancam akan mengalami kepunahan itu," ucapnya.

Dana menambahkan, masyarakat dengan penuh kesadaran yang cukup tinggi, agar tidak lagi memburu elang laut.

Biarkan, satwa tersebut hidup dialam bebas, yakni di lokasi hutan mangrove (hutan bakau) tempat berkembangbiaknya elang laut.

Selain itu, warga masyarakat yang masih memelihara elang laut itu, dan secepatnya menyerahkan ke petugas BKSDA untuk dilepasliarkan ke habitatnya.

"Pemeliharaan dan penangkapan terhadap satwa elang yang dilindungi itu, merupakan perbuatan melanggar hukum, dan bisa dipidana," kata pemerhati lingkungan itu.

Sebelumnya, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, melepasliarkan tujuh ekor elang laut atau elang bondol ke alam bebas tepatnya di kawasan Suaka Margasatwa Karang Kading Secanggang, Langkat.

"Pelepasan itu dimaksudkan untuk pengembangbiakkan karena sudah hampir punah," kata Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi.

Elang laut itu, dilepas di kawasan hutan matgasatwa Karang Gading Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, yang selama ini juga sudah dikenal sebagai hutan mangrove yang sangat luas di Kabupaten Langkat.

Hotmauli menyebutkan sebelumnya tujuh ekor elang laut ini dirawat di pusat perawatan satwa di Sibolangit Kabupaten Deli Serdang.

"Empat ekor elang laut ini diperoleh dari penyerahan warga secara sukarela, sedangkan tiga ekor lainnya merupakan hasil penyitaan operasi. Dimana dari tujuh ekor elang bondol tersebut enam merupakan elang jantan dan satu merupakan elang betina," jelasnya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Memusnahkan Ratusan Kilogram Ganja di Langkat

    STABAT (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Langkat, Sumatera Utara, memusnahkan lebih dari 100 kilogram ganja dengan cara dibakar di Mapolres Langkat di Stabat.Kepala Kepolisian Resor Langkat AKBP Dedy Ind

  • 2 minggu lalu

    Melindungi Elang Laut di Langkat

    MEDAN (KICAU): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Sumatera Utara meminta kepada warga Langkat agar melindungi elang laut atau biasa disebut "elang bondol" yang mulai terancam punah.Direktur Eksekutif

  • 4 minggu lalu

    Puluhan Rumah di Langkat Dihantam Puting Beliung

    STABAT (EKSPOSnews): Sebanyak 37 rumah di Desa Sambirejo Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, H+4 Idul Fitri 1439 Hijriah diterpa angin puting beliung mengakibatkan ada yang rusak bera

  • 2 bulan lalu

    Polres Langkat Tekan Angka Kecelakaan

    STABAT (EKSPOSnews): Jajaran Kepolisian Resor Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terus berupaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas terutama menjelang Idul Fitri 2018 maupun sesudahnya bersama

  • 3 bulan lalu

    Pembawa Ganja dari Aceh Ditangkap di Langkat

    STABAT (EKSPOSnews): Aparat polisi Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, meringkus tersangka pembawa 20 kilogram ganja dari Aceh dengan tujuan hendak dipasarkan di Kota Medan.Hal itu disampaikan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99