Selasa, 20 Feb 2018
  • Home
  • Kicau
  • Burung Cendrawasih Diselundupkan ke Medan

Burung Cendrawasih Diselundupkan ke Medan

Oleh: Beng San
Sabtu, 12 Agu 2017 08:15
BAGIKAN:
istimewa
Cendrawasih.
MEDAN (KICAU): Burung langka dan dilindungi pemerintah masih menjadi incaran menarik bagi para penyelundup. Tak terkecuali burung cenrawasih yang dilindungi, coba diseludupkan lewat Bandara Kuala Namu.

Untuk petugas jeli melihat keanehan yang dilakukan oleh penyelundup. Dua pasang burung cendrawasih (Paradisaeidae) dari Surabaya diselundupkan ke Medan.

Petugas Balai Karantina Pertanian Bandara Kuala Namu, Deli Serdang Sumut mengamankan keempat burung yang dilindungi itu.

Mengapa bisa lolos dari Surabaya? Modusnya, kedua pasang burung Cendrawasih itu disatukan dengan ayam untuk mengelabui petugas karantina.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara. "Burung Cendrawasih ini diamankan petugas Balai Karantina Pertanian kemarin," kata Kepala Bidang Teknis BBKSDA Sumut, Irzal Azhar, Jumat 11 Augustus 2017.

Dia memaparkan, burung cendrawasih itu dikirim dari Surabaya. Untuk mengelabui petugas, satwa dilindungi itu dicampur dengan ayam yang dikirimkan dari kota Buaya.

Cendrawasih merupakan jenis satwa liar yang dilindungi. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa, burung ini baru dapat dipertukarkan atas persetujuan presiden.

Petugas BBKSDA Sumut masih menyelidiki pengirim dan penerima keempat ekor burung cendrawasih itu. Mereka juga berkoordinasi dengan BBKSDA di Jawa Timur dan Papua. "Soalnya hanya tertera nama pengirim dan penerima. Pengirim berinisial A, penerimanya juga berinisial A," jelas Irzal.

Pengirim dan penerima satwa dilindungi itu bakal dikenakan Pasal 21 ayat (2) jo Pasal 40 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. "Barang siapa menangkap, menyimpan, memiliki, mengangkut, dan memperniagakan satwa dilindungi itu diancam pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta," tutur Irzal.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    PTUN Medan Batalkan Izin Keramba Jala Apung di Danau Toba

    PANGURURAN (EKSPOSnews): Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengapresiasi kemenangan gugatan Yayasan Pencinta Danau Toba atas pembatalana izin usaha perusahaan perikanan keramba jaring apung PT Suri Tani

  • satu bulan lalu

    Apartemen Sentraland Jadi Percontohan di Medan

    MEDAN (EKSPOSnews): Perum Perumnas berupaya menyelesaikan pembangunan Apartemen Sentraland di kawasan Sukaramai Medan karena akan menjadi percontohan untuk peremajaan rumah susun di daerah lain."Apart

  • satu bulan lalu

    Jalur Ganda Kereta Api Medan-Kuala Namu Dikebut

    JAKARTA (EKSPOSnews): Target pengoperasian Jalur Ganda Kereta Api Medan-Kuala Namu dipercepat mengingat kebutuhan akan alternatif moda transportasi yang cepat dan memberikan kepastian waktu."Proyek 32

  • satu bulan lalu

    Kereta Api Medan-Belawan Dioperasikan

    MEDAN (EKSPOSnews): Kereta Api Indonesia Divre I Sumatera Utara,  melakukan uji coba pengoperasian kereta api penumpang Medan-Belawan dengan menggratiskan tiket bagi penumpang."Kereta api belum d

  • 2 bulan lalu

    Pengerjaan Rel Ganda Kereta Api Medan-Kuala Namu Terlambat

    MEDAN (EKSPOSnews): Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara memastikan pengoperasian secara keseluruhan jalur rel ganda atau "double track" dari Bandar Khalipah ke Bandara Kuala Namu

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99