Jumat, 18 Agu 2017
  • Home
  • Kicau
  • Burung Cendrawasih Diselundupkan ke Medan

Burung Cendrawasih Diselundupkan ke Medan

Oleh: Beng San
Sabtu, 12 Agu 2017 08:15
BAGIKAN:
istimewa
Cendrawasih.
MEDAN (KICAU): Burung langka dan dilindungi pemerintah masih menjadi incaran menarik bagi para penyelundup. Tak terkecuali burung cenrawasih yang dilindungi, coba diseludupkan lewat Bandara Kuala Namu.

Untuk petugas jeli melihat keanehan yang dilakukan oleh penyelundup. Dua pasang burung cendrawasih (Paradisaeidae) dari Surabaya diselundupkan ke Medan.

Petugas Balai Karantina Pertanian Bandara Kuala Namu, Deli Serdang Sumut mengamankan keempat burung yang dilindungi itu.

Mengapa bisa lolos dari Surabaya? Modusnya, kedua pasang burung Cendrawasih itu disatukan dengan ayam untuk mengelabui petugas karantina.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara. "Burung Cendrawasih ini diamankan petugas Balai Karantina Pertanian kemarin," kata Kepala Bidang Teknis BBKSDA Sumut, Irzal Azhar, Jumat 11 Augustus 2017.

Dia memaparkan, burung cendrawasih itu dikirim dari Surabaya. Untuk mengelabui petugas, satwa dilindungi itu dicampur dengan ayam yang dikirimkan dari kota Buaya.

Cendrawasih merupakan jenis satwa liar yang dilindungi. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa, burung ini baru dapat dipertukarkan atas persetujuan presiden.

Petugas BBKSDA Sumut masih menyelidiki pengirim dan penerima keempat ekor burung cendrawasih itu. Mereka juga berkoordinasi dengan BBKSDA di Jawa Timur dan Papua. "Soalnya hanya tertera nama pengirim dan penerima. Pengirim berinisial A, penerimanya juga berinisial A," jelas Irzal.

Pengirim dan penerima satwa dilindungi itu bakal dikenakan Pasal 21 ayat (2) jo Pasal 40 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. "Barang siapa menangkap, menyimpan, memiliki, mengangkut, dan memperniagakan satwa dilindungi itu diancam pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta," tutur Irzal.

  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Penerimaan Siswa SMA di Medan Diskriminatif

    MEDAN (EKSPOSnews): Sejumlah warga menyatakan protes atas proses penerimaan siswa SMA sederajat di Sumatera Utara yang dinilai tidak mengedepankan rasa keadilan dan sarat dugaan kolusi.Protes tersebut

  • 6 hari lalu

    Isu Gempa Dahsyat Akan Hantam Medan sekitarnya Berita Bohong

    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa informasi meresahkan masyarakat yang beredar di media sosial yang menyebut akan terjadi gempabumi berkekuatan

  • 6 hari lalu

    Festival Kuliner Ala Pelindo 1 Medan

    MEDAN (EKSPOSnews): PT Pelabuhan Indonesia 1 (Persero) menggelar Festival Kuliner di Lapangan Benteng, Medan yang dihadiri oleh Direktur Utama PT Pelindo 1 Bambang Eka Cahyana. Festival yang digelar p

  • 7 hari lalu

    Membuka Kembali Rute Medan-Belawan-Medan

    MEDAN (EKSPOSnews): Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia berencana mengaktifkan kembali kereta penumpang Medan-Belawan-Medan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat."Sudah lama angkutan pe

  • 7 hari lalu

    RSUD Pirngadi Medan Akan Dijadikan Pusat Rujukan Pelayanan Kesehatan

    MEDAN (EKSPOSnews): RSUD Pirngadi Medan akan dijadikan pusat rujukan pelayanan kesehatan dan untuk itu berbagai pembenahan terus dilakukan manajemen rumah sakit milik Pemkot Medan itu.Plt Dirut RSUD D

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak