Selasa, 26 Mei 2020

Vaksin Palsu di Sumbar, Apa Kabar?

Selasa, 19 Jul 2016 03:34
BAGIKAN:
ist
Suntik Vaksin (ilustrasi).
PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terus mengupayakan antisipasi terhadap penyebaran vaksin palsu di daerah itu dengan melakukan penyuluhan dan pembuatan baliho.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Feri Mulyani  mengatakan memang hingga saat ini tidak ditemukan vaksin palsu di Padang berdasarkan pemeriksaan bersama Dinkes Sumbar dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) beberapa waktu lalu, namun penyuluhan tetap dilakukan sebagai antisipasi.

Ia menyebutkan akan ada dua baliho besar sebagai imbauan pada masyarakat agar segera mengunjungi rumah sakit atau puskesmas jika ada gejala-gejala dari penggunaan vaksin palsu.

Selain itu juga akan dipaparkan nomor kontak yang bisa dihubungi jika ada indikasi penyebaran vaksin palsu di Padang.

Kedua baliho besar itu akan dipasang di depan kantor Dinkes Padang dan Jalan Khatib Sulaiman.

"Baliho itu sekarang ada di percetakan dan segera selesai. Dalam akhir Juli 2016 akan dipasang," ujarnya  di Padang, Senin 18 Juli 2016.

Menurutnya, memang tidak ada gejala khusus setelah adanya pemakaian vaksin palsu pada anak, namun tidak ada unsur perlindungan terhadap penyakit.

Jika ada dua anak diimunisasi campak, contohnya, yang satu diberi vaksin palsu dan yang lainnya vaksin asli, maka anak yang terdampak vaksin palsu akan memiliki perlindungan atau kekebalan terhadap campak.

Ia menambahkan fungsi tubuh tiap anak memang berbeda sehingga walaupun diimunisasi tetap saja ada yang terkena penyakit tersebut, namun yang membedakan keaslian vaksin yang digunakan ialah terkait gejala penyakit terhadap anak karena yang diimunisasi vaksin palsu akan terkena gejala lebih berat.

Sebelumnya Kepala BPOM di Padang Zulkifli menyatakan Kota Padang hingga saat ini masih aman dari peredaran vaksin palsu.

Menurutnya, terkait maraknya berita vaksin palsu yang beredar di Jakarta sejak Kamis (23/6), pihaknya telah memeriksa rumah sakit, klinik serta dokter anak di Kota Padang dan dinyatakan masih aman.

Ia mengatakan untuk memastikan asli atau palsunya sebuah vaksin, BPOM menanyakan pembuat dan distributor asal vaksin tersebut kepada pihak rumah sakit dan klinik.(ant)

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Polisi Cokok Pria Pembawa Sabu 2 Kilogram

    PADANG (EKSPOSnews): Polda Sumatera Barat menangkan seorang pria berinisial H (41) yang diduga membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat dua kilogram melalui bus antar provinsi di Kabupaten 50 Kota, Sum

  • 10 bulan lalu

    Memanjakan Orang Sumbar dengan Kopi Gayo

    PADANG (EKSPOSnews): Kopi gayo khas Aceh menjadi minuman yang banyak diminati oleh pengunjung pada pameran Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) Nasional yang ke-47 di tama

  • 10 bulan lalu

    Kejati Sumbar Kejar 7 Terpindana Kasus Korupsi

    PADANG (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Sumbar) memburu tujuh terpidana kasus korupsi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)."Saat ini ada tujuh DPO terpidana kasus korupsi yang b

  • 11 bulan lalu

    Rel Kereta Api di Sumbar Mati Suri

    PADANG (EKSPOSnews): Sepanjang 210 kilometer dari 300 kilometer panjang lintasan rel kereta api di Sumatera Barat masih "mati suri" karena sejumlah kendala."Saat ini baru 90 kilometer lintasan yang ef

  • 11 bulan lalu

    Tambak Udang Panamae di Sumbar Tak Memiliki Izin

    PARIT MALINTANG (EKSPOSnews): Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat mencatat  ada 17 usaha tambak udang vaname yang tidak me

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99