Selasa, 20 Feb 2018

USU-BNN Teliti Makanan Mengandung Narkoba

Oleh: alex
Selasa, 05 Des 2017 19:11
BAGIKAN:
istimewa.
Makanan.
MEDAN (EKSPOSnews): Lembaga Pemeriksa Halal Universitas Sumatera Utara dapat bekerja sama dengan Badan Narkortika Nasional dalam meneliti kuliner yang diduga dicampur dengan bahan mengandung narkoba jenis biji ganja.

"Bahan makanan yang diberikan bahan penyedap sejenis narkoba itu tidak dibenarkan dan melanggar ketentuan hukum," kata Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Hj Siti Aminah usai workshop Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) USU di Medan, Selasa 5 Desember 2017.

Menurut dia, pengusaha kuliner yang mencampurkan barang dagangannya dengan sejenis bahan narkoba adalah pembohongan kepada publik.

"Perbuatan itu dapat diberikan sanksi yang tegas kepada pengusaha kuliner tersebut," ujar Aminah.

Ia mengatakan, LPH USU yang baru saja terbentuk dapat menunjukkan kinerjannya kepada pemerintah dengan meneliti kuliner yang dianggap "bermasalah" agar tidak sampai menimbulkan kerugian kepada masyarakat.

LPH USU sebagai auditor makanan halal, memiliki kompetensi dari pemerintah dan harus dapat bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Sehubungan dengan itu, LPH USU dapat menurunkan tim yang dibantu BNN Provinsi Sumut mencari pengusaha kuliner yang mencampur makanan dengan narkoba," ucapnya.

Aminah berharap kepada LPH USU dapat meneliti bahan makanan tersebut di Laboratorium perguruan tinggi negeri itu.

Kemudian, jika memang benar terbukti kebenarannya, harus diumumkan kepada masyarakat untuk dapat diketahui secara luas.

Masyarakat jangan sampai tertipu atau dibohongi oleh pengusaha makanan yang tidak jujur dan hanya bertujuan mencari keuntungan saja, serta tidak memikirkan kesehatan konsumen.

"Makanan yang dicampur dengan bumbu penyedap narkoba, dikategorikan tidak halal dan harus dijauhi oleh masyarakat," katanya.

Sebelumnya, BNN Provinsi Sumut menemukan kuliner yang menjadi buruan masyarakat di Medan mengandung narkoba.

"Narkoba dari jenis biji ganja tersebut dicampur dalam ramuan rempah hingga sulit diurai. Kuliner khas tersebut bila dikonsumsi menimbulkan keinginan untuk terus menikmatinya," kata Penyuluh Ahli Madya BNN Sumut Luhut Mawardi Sihombing saat menjadi pembicara, di Deli Serdang, Minggu, (5/11).

Ia mengatakan, secara kasat mata dan rasa, ramuan makanan mengandung Narkoba tidak dapat diketahui.

Namun, jika kuliner tersebut dicampur zat adiktif berbahaya, dapat menimbulkan ketagihan bagi pengkonsumsinya bila dinikmati.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Calon Pengantin Ikuti Tes Narkoba

    BINJAI (EKSPOSnews): Sebanyak 539 calon pengantin (mau menikah) dari lima kecamatan di Binjai, Sumatera Utara, mengikuti tes narkoba yang dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Ber

  • satu minggu lalu

    Anggota TNI AL yang Gagalkan Penyelundupan Narkoba Dapat Penghargaan

    BATAM (EKSPOSnews): Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan penghargaan kepada 12 anggota TNI AL yang menggagalkan penyelundupan narkoba berupa sabu-sabu seberat satu ton di Selat Phillips

  • 2 minggu lalu

    Festival Makanan di Pontianak

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Panitia Festival Makanan Pontianak (Pontianak Food Festival) menargetkan pemecahan rekor nasional jumlah memasak ikan asam pedas terbanyak di ajang kuliner terbesar di Kalbar 1

  • 4 minggu lalu

    Tempat Hiburan Jadi Lokasi Peredaran Narkoba

    JAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional untuk memerangi peredaran narkoba dan 33 tempat hiburan t

  • satu bulan lalu

    Polda Jambi Gagalkan Pengiriman Narkoba

    JAMBI (EKSPOSnews): Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi berhasil menggagalkan pengiriman narkotika dalam jumlah besar berupa sembilan kilogram sabu-sabu dan 21.225 butir pil ekstasi

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99