Sabtu, 20 Okt 2018

USU-BNN Teliti Makanan Mengandung Narkoba

Oleh: alex
Selasa, 05 Des 2017 19:11
BAGIKAN:
istimewa.
Makanan.
MEDAN (EKSPOSnews): Lembaga Pemeriksa Halal Universitas Sumatera Utara dapat bekerja sama dengan Badan Narkortika Nasional dalam meneliti kuliner yang diduga dicampur dengan bahan mengandung narkoba jenis biji ganja.

"Bahan makanan yang diberikan bahan penyedap sejenis narkoba itu tidak dibenarkan dan melanggar ketentuan hukum," kata Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Hj Siti Aminah usai workshop Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) USU di Medan, Selasa 5 Desember 2017.

Menurut dia, pengusaha kuliner yang mencampurkan barang dagangannya dengan sejenis bahan narkoba adalah pembohongan kepada publik.

"Perbuatan itu dapat diberikan sanksi yang tegas kepada pengusaha kuliner tersebut," ujar Aminah.

Ia mengatakan, LPH USU yang baru saja terbentuk dapat menunjukkan kinerjannya kepada pemerintah dengan meneliti kuliner yang dianggap "bermasalah" agar tidak sampai menimbulkan kerugian kepada masyarakat.

LPH USU sebagai auditor makanan halal, memiliki kompetensi dari pemerintah dan harus dapat bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Sehubungan dengan itu, LPH USU dapat menurunkan tim yang dibantu BNN Provinsi Sumut mencari pengusaha kuliner yang mencampur makanan dengan narkoba," ucapnya.

Aminah berharap kepada LPH USU dapat meneliti bahan makanan tersebut di Laboratorium perguruan tinggi negeri itu.

Kemudian, jika memang benar terbukti kebenarannya, harus diumumkan kepada masyarakat untuk dapat diketahui secara luas.

Masyarakat jangan sampai tertipu atau dibohongi oleh pengusaha makanan yang tidak jujur dan hanya bertujuan mencari keuntungan saja, serta tidak memikirkan kesehatan konsumen.

"Makanan yang dicampur dengan bumbu penyedap narkoba, dikategorikan tidak halal dan harus dijauhi oleh masyarakat," katanya.

Sebelumnya, BNN Provinsi Sumut menemukan kuliner yang menjadi buruan masyarakat di Medan mengandung narkoba.

"Narkoba dari jenis biji ganja tersebut dicampur dalam ramuan rempah hingga sulit diurai. Kuliner khas tersebut bila dikonsumsi menimbulkan keinginan untuk terus menikmatinya," kata Penyuluh Ahli Madya BNN Sumut Luhut Mawardi Sihombing saat menjadi pembicara, di Deli Serdang, Minggu, (5/11).

Ia mengatakan, secara kasat mata dan rasa, ramuan makanan mengandung Narkoba tidak dapat diketahui.

Namun, jika kuliner tersebut dicampur zat adiktif berbahaya, dapat menimbulkan ketagihan bagi pengkonsumsinya bila dinikmati.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 9 jam lalu

    Malaysia Usir 17 WNI karena Narkoba

    NUNUKAN (EKSPOSnews): Sebanyak 17 warga negara Indonesia (WNI) bermasalah yang diusir Pemerintah Kerajaan Malaysia ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara karena kasus narkoba, Kamis (18/10).Salah seor

  • 2 minggu lalu

    BNN Tangkap Narkoba dalam Jerigen Plastik

    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dan BNNP Sumatera Utara pada hari Jumat (5/10) berhasil menggagalkan transaksi narkotika jenis sabu sebanyak 50 kilogram yang disimpan dalam

  • 2 minggu lalu

    Narkoba Diselundupkan Lewat Laut

    MEDAN (EKSPOSnews): Badan Nasional Narkotika mengungkapkan jalur laut paling rawan untuk menyeludupkan narkotika ke berbagai daerah di Indonesia karena sekitar 90 persen dari total kasus yang terungka

  • 3 minggu lalu

    Polkda Kalbar Bongkar Transaksi Narkoba

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda Kalbar berhasil mengungkap transaksi narkoba dengan barang bukti sabu-sabu seberat 2,4 kilogram, kata Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Didi Haryono

  • 3 minggu lalu

    BNN Musnahkan Narkoba Jaringan Internasional

    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkotika dari jaringan internasional ke-11 kalinya tahun ini, yaitu sabu-sabu seberat 114,74 kilogram, ekstasi 59.895 but

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99