Senin, 22 Okt 2018

Turunkan Angka Kematian Ibu

Oleh: Jallus
Selasa, 09 Okt 2018 10:53
BAGIKAN:
istimewa.
Kematian ibu.
SEMARANG (EKSPOSnews): United States Agency for International Development (USAID) mendukung Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dinilai berhasil menurunkan 14 persen angka kematian ibu.

"Melalui Program Jalin, USAID ingin membantu dalam kebijakan kesehatan Jawa Tengah. Mereka peduli sekali dengan angka kematian ibu melahirkan dan balita, dan sejalan dengan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa 9 Oktober 2018.

Terkait dengan dukungan tersebut, Ganjar mengaku bersyukur karena semakin banyak pihak yang membantu Pemprov Jateng untuk mengurangi angka kematian ibu di provinsi setempat.

Program Jalin merupakan program khusus dari USAID untuk mengurangi kematian ibu dan anak dengan mengkonsolidasikan lintas sektoral.

Ganjar mengungkapkan bahwa program yang diinisiasi oleh dirinya tersebut telah berhasil menurunkan angka kematian ibu sebesar 14 persen per tahun sejak diluncurkan dan capaian itu melebihi target dunia sebesar 3 persen pertahun atau 90 per 100 ribu kelahiran hidup.

"Angka kematian ibu di Jateng pada 2017 tercatat 88,58 per 100 ribu kelahiran hidup, sedangkan pada 2013 angka kematian ibu masih 118,62 per 100 ribu kelahiran hidup," ujarnya saat menerima perwakilan Program Jalin USAID di Puri Gedeh.

Politikus PDI Perjuangan itu mengaku berencana mendalami lagi program 5NG untuk lima tahun kedepan.

"Saya ingin mengurai isu Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng itu tidak hanya untuk kesehatan ibu dan bayi, tapi kualitas janin, termasuk mengatasi stunting, dimana kesehatan saja tidak cukup," katanya.

Perwakilan Program Jalin USAID Budiharja menyatakan bakal menggandeng pihak swasta dan masyarakat secara aktif untuk mengumpulkan data serta informasi yang ada terkait dengan kesehatan ibu serta anak.

"Ibarat jadi mak comblang, kami menghubungkan sana sini berdasarkan data. Bagaimana rumah sakitnya, pemerintahnya, swasta, masyarakat, bagaimana lintas sektoralnya," ujarnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    17 Sekolah di Singkil Diliburkan karena Banjir

    ACEH SINGKIL (EKSPOSnews): Sebanyak 17 lembaga sekolah di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh terpaksa diliburkan akibat banjir masih merendam ruangan kelas serta halaman sekolah.Kepala Dinas Pendid

  • 3 minggu lalu

    Ketika Mayoritas Pengguna Telepon Selular Berpura-Pura Sibuk

    JAKARTA (EKSPOSnews): Perangkat yang terkoneksi menjadi penting untuk membuat orang tetap berhubungan satu sama lain, namun bagi banyak orang, justru perangkat tersebut juga menjadi tameng yang dibutu

  • satu bulan lalu

    Program PIR Agar Dibuka Lagi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kalangan petani sawit di tanah air meminta pemerintah untuk "menghidupkan" kembali Program Perkebunan Inti Rakyat (PIR) yang pernah digalakkan pada masa Presiden Soeharto.Ketua A

  • 2 bulan lalu

    KPK Tahan Biller Pasaribu dan Pasiruddin Daulay

    JAKARTA (EKSPOSnews): KPK menahan mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 Biller Pasaribu (BPU) dan Pasiruddin Daulay (PD) sebagai tersangka suap pada DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014

  • 3 bulan lalu

    Sekolah Diliburkan karena Gempa Lombok

    MATARAM (EKSPOSnews): Gubernur Nusa Tenggara Barat(NTB), Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi menginstruksikan seluruh aktivitas sekolah di daerah itu diliburkan pascagempa bumi 7 Skala Richter (SR)

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99