Minggu, 19 Mei 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Tingkat Kematian Ibu Melahirkan di Sumut Masih Tinggi

Tingkat Kematian Ibu Melahirkan di Sumut Masih Tinggi

Oleh: marsot
Sabtu, 04 Mei 2019 06:47
BAGIKAN:
istimewa.
Ibu menyusui bayi (ilustrasi).
MANDAILING NATAL (EKSPOSnews): Sumatera Utara menempati peringkat ke-5 kematian anak dan ibu saat melahirkan di Indonesia yang disebabkan berbagai faktor, terutama terlambat dalam penanganan sebelum dan sesudah persalinan, kata Monitoring Evaluation Specialist USAID  Eka Dewi.

"Sumut menduduki peringkat ke- 5 tingkat kematian ibu dan anak di Indonesia, di mana setiap minggu lima orang ibu dan 18 bayi baru lahir meninggal," kata dia di Mandailing Natal, Jumat 3 Mei 2019.

Untuk itulah, kata dia, Kementerian Kesehatan menjalin kerja sama dengan USAID (United States Agency for International Development) untuk menanggulangi tingkat kematian ibu dan anak tersebut.

USAID melalui program "Jalin" sudah bergerak ke masing-masing daerah di Sumatera Utara, salah satunya menggelar lokakarya menyangkut masalah tersebut di Kabupaten Mandailing Natal.

"Di mana sesuai dengan data yang kita peroleh dari Dinkes Sumut tahun 2017, bahwa Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Sidimpuan, dan Kabupaten Tapanuli Tengah penyumbang tertinggi angka kematian ibu saat melahirkan di Sumut," katanya.

Ia mengatakan bahwa faktor penyebab kematian ibu dan anak di empat kabupaten yang merupakan penyumbang tertinggi angka kematian ibu dan anak di Sumut itu, adalah faktor 3 terlambat dan 4 terlalu.

Tiga terlambat itu artinya terlambat merujuk, terlambat sampai tempat rujukan, dan terlambat mendapat pertolongan.

Terlambat merujuk, artinya kurangnya kesiapan dari keluarga itu sendiri, terlambat sampai tujuan atau tempat rujukan, karena faktor infrastruktur yang jelek dan jarak yang jauh ke lokasi rujukan.

"Terlambat mendapat pertolongan karena minimnya tenaga dan alat medis, sedangkan 4 terlalu itu adalah terlalu muda saat melahirkan belum sampai berusia 20 tahun. Terlalu tua saat melahirkan lebih dari 30 tahun. Terlalu rapat jarak kelahiran tidak sampai dua tahun, dan terlalu banyak anak," kata dia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Sumut Barometer Stabilitas Nasional

    MEDAN (EKSPOSnews): Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara merupakan stabilitas Indonesia bagian barat."Sehubungan dengan itu, prajurit TNI-Polri harus

  • satu minggu lalu

    Ketua Bawaslu Sumut temui Pendemo

    MEDAN (EKSPOSnews): Aspirasi ribuan pendukung Capres-Cawapres Prabowo-Sandi di Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R. Rasaha dengan

  • satu minggu lalu

    Sistem Kelistrikan Sumut Sempat Mengulah

    MEDAN (EKSPOSnews): Sistem kelistrikan dari Pembangkit Listrik Belawan, Sumatera Utara yang sempat mengalami penurunan karena gangguan pasokan gas, telah pulih, kata Manajer Komunikasi PLN Wilayah Sum

  • 2 minggu lalu

    Gubernur Sumut Gusur Sebagian Pejabat Eselon II

    MEDAN (EKSPOSnews): Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mencopot sepuluh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan melantik 14 ejabat eselon II Iainnya.Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Medan, me

  • 2 minggu lalu

    Polisi Periksa Wagub Sumut, Kasus Lahan Sawit di Hutan Lindung

    MEDAN (EKSPOSnews): Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeckshah kembali diperiksa Direskrimsus Polda Sumut sebagai saksi kasus perusahaan keluarganya PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) yang diduga menjadikan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99